Jumat, 03 Juli 2015

Pengertian Hubungan Masyarakat

Menurut Neny Yulianita dalam Dasar-dasar Public Relations (2005: 21-22), humas merupakan terjemahan dari istilah Public Relations, maka pengertian Public Relations secara harfiah adalah gabungan dari dua kata yakni :
  • Public : Yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai ”Publik”, yaitu sekelompok orang yang mempunyai minat dan perhatian yang sama terhadap suatu hal.
  • Relations : Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah ” Hubungan-hubungan” yang dalam arti menyangkut banyak hubungan.
Maka pengertian Public Relations dapat diartikan sebagai suatu hubungan-hubungan yang bersentuhan langsung dengan publik-publiknya, baik itu publik internal maupun publik eksternal.
Dalam sebuah organisasi peran seorang praktisi Humas atau Public Relations sangat dibutuhkan guna untuk dapat memahami apa yang terjadi didalam maupun diluar organisasi tersebut. Dalam hal ini seorang praktisi humas diharapkan dapat menyampaikan suatu kebijaksanaan yang mencerminkan maksud dan tujuan dalam manajemen perusahaan atau organisasi yang menentukan tindakan apa yang harus diambil untuk mendapatkan simpati dari pubiknya, selain itu seorang praktisi humas diharapkan juga dapat membina hubungan baik yang harmonis dengan publik-publiknya, baik publik internal maupun publik eksternal sehingga dapat terjalin saling pengertian diantara kedua belah pihak tersebut.
Untuk memahami pengertian dari Public Relations maka dapat dilihat dari definisi yang dikemukaan oleh Frank Jefkins, bahwa :
”Public Relations merupakan keseluruhan bentuk komunikasi yang terencana, baik itu keluar maupun ke dalam, yakni antara suatu organisasi dengan publiknya dalam rangka mencapai tujuan yang spesifik atas dasar adanya saling pengertian” .

Pada prinsipnya Public Relations menekankan pada suatu bentuk komunikasi, yakni memberikan pemahaman bahwa kegiatan public relations adalah kegiatan komunikasi yang dengan kata lain Public Relations merupakan bagian dari komunikasi, dimana komunikasi ini ditekankan pada komunikasi organisasi yang sasaran komunikasinya adalah untuk publik di dalam maupun publik di luar organisasi, yang dimana landasan utama dari aplikasi komunikasi organisasi ini adalah adanya saling pengertian diantara keseluruhan publik yang berkepentingan terhadap organisasi atau perusahaan tersebut.
Atas dasar landasan adanya saling pengertian tersebut diharapkan selanjutnya adalah dapat mencapai tujuan yang spesifik, yakni dari kegiatan Public relations tersebut dapat melangkah pada adanya citra positif sehingga tercipta suatu kejasama yang harmonis diantara kedua belah pihak baik itu dari publik terhadap organisasi maupun organisasi terhadap publiknya sehingga dari hal itu diharapkan suatu keberhasilan untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan dapat tercapai.
Tujuan dari kegiatan Public Relations itu sendiri adalah menciptakan, memelihara, meningkatkan, memperbaiki, citra suatu organisasi di mata publik yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi daripada publik yang bersangkutan. Oleh karena itu pembentukan citra di mata publik merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi.
Selain sebagai bentuk komunikasi yang terencana Public Relations juga memiliki fungsi menyampaikan kebijaksanaan manajemen pada publik serta berfungsi dalam menyampaikan opini publik pada manajemen. Seperti halnya definisi lain tentang Public Relations yang dikeluarkan oleh Public Relations News mengenai public relations sebagai fungsi manajemen yang dikutip oleh Neni Yulianita, yakni :
” Public Relations adalah fungsi manajemen yang menilai sikap individu atau organisasi atas dasar kepentingan publik, dan melaksanakan program kerja untuk memperoleh pengertian dan pengakuan dari publiknya” .

Jelas terlihat dari definisi diatas bahwa selain sebagai bentuk komunikasi yang terencana, Public Relations juga sangat erat kaitannya dengan manajemen dalam arti jika suatu organisasi memiliki sebuah sistem manajemen maka sudah pasti di dalamnya terdapat kegiatan Public relations yang memfungsikan manajemen didalamnya.
Sebagai fungsi manajemen, dengan kata lain Public Relations mempunyai kontribusi yang sangat penting untuk membantu kelancaran kegiatan manajemen khususnya dalam membantu hal-hal yang berkaitan dengan upaya untuk menilai sikap publik terhadap organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu seorang praktisi Public Relations dituntut harus dapat menyatakan kebijaksanaan kepada publik sesuai dengan keputusan manajemen organisasi atau perusahaan, yang dimana fungsi tersebut dilakukan atas dasar kepentingan publiknya.
Pada dasarnya seorang praktisi Public Relations harus dapat mengetahui dan menanggapi sikap publiknya dengan cara mengatur dan menekankan tanggung jawab manajemen guna melayani kepentingan publiknya. Dengan demikian segala hal yang berkaitan dengan kepentingan organisasi atau perusahaan, khususnya untuk memperoleh pengertian dan pengakuan dari publik terhadap organisasi atau perusahaan tersebut, maka seorang praktisi Public Relations dituntut untuk mempunyai kreatifitas yang tinggi, sehingga dapat membuat program-program kerja yang mempunyai kualitas demi untuk memberi kentungan dan kepuasaan bagi kedua belah pihak yakni kepentingan organisasi atau perusahaan di satu sisi dan kepentingan publik-publiknya di sisi yang lainnya.
Sedangkan definisi umum mengenai Public Relations yang diberikan oleh E. Marston yang dikutip oleh Rhenald Kasali, yakni :
”Public Relations adalah seni untuk membuat perusahaan anda disukai dan dihormati oleh para karyawan, konsumen, dan para penyalurnya.”

Dapat dilihat dari definisi yang disampaikan oleh E.Marston bahwa dengan membuat perusahaan disukai oleh karyawan, konsumen, dan penyalurnya, maka akan terhindar dari sasaran kemarahan dari publik-publiknya.
Akan tetapi dengan disukai oleh ketiga pihak tersebut saja tidak cukup melainkan perusahaan juga harus menanamkan kecintaannya pada pihak-pihak lain yang memegang peranan yang penting dalam setiap ruang lingkupnya seperti, halnya pers yang dalam hal ini sangat mempengaruhi pembentukan opini publik di masyarakat, komunitas yang secara tidak langsung mendukung perusahaan dengan lingkungan sekitar, pemerintah yang dapat membentuk regulasi atas opini yang terjadi di masyarakat.
Dan untuk itu fungsi dan peranan dari seorang praktisi Public Relations harus lebih dkembangkan. Dengan kata lain seorang praktisi Public Relations harus dapat membuat program-programnya terencana dan berkesinambungan agar kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan publik-publiknya baik publik internal perusahaan maupun publik eksternal diluar perusahaan tersebut dapat berjalan dengan efektif dan timbul suatu saling pengertian diantara kedua belah pihak.
Sehingga semakin perusahaan dicintai oleh publik-publiknya, maka perusahaan akan semakin mudah dalam memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya. Oleh karena itu seorang praktisi Public Relations dituntut untuk selalu peka terhadap perumusan program-program yang akan dijalankannya.
Jika dikaitkan dengan penelitian ini Humas merupakan salah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan organisasi, baik itu perusahaaan swasta maupun instansi pemerintahan. Begitu pula dengan perusahaan swasta yang bergerak dalam bisnis retail seperti Carrefour ini, keberadaan akan peran humas merupakan suatu pengaruh yang sangat penting akan kemajuan dan kesuksesan sebuah perusahaan tersebut. Selain dapat memelihara dan membina hubungan baik terhadap publik-publiknya, baik publik internal maupun publik eksternal, keberadaan akan humas pun menjadi faktor penting dalam kelancaran komunikasi yang dijalankan pada setiap program-programnya, seperti halnya dalam menentukan media apa yang akan digunakan dalam menyampaikan pesan kepada publik-publiknya.
Dan hal ini tercermin dalam kegiatan yang dilakukan oleh humas Carrefour dalam memanfaatkan Brosur sebagai media informasi eksternal dalam menyampaikan pesan kepada publiknya, yakni pelanggan setia yang merupakan publik eksternal dari perusahaan Carrefour tersebut.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top