Pengertian Moral serta definisi Moral Menurut Para Ahli

7/25/2018 08:28:00 PM 3 Comments
Istilah moral sering kita dengar dan kita tahu maksudnya akan tetapi seperti apa pengertian moral tersebut secara detil. Oleh karena itu kita perlu membahas lebih jauh lagi tentang sebenarnya apa pengertian dari moral tersebut, setidaknya bisa membuat kita sedikit mampu membedakannya dengan etika. apakah kata lain, moral dan etika tidak memiliki arti yang sama.

Pengertian moral 
Kata Moral berasal dari kata mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia.
Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak secara moral. Jika sebaliknya yang terjadi maka pribadi itu dianggap tidak bermoral.
Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan dan atau prinsip-prinsip yang benar, baik terpuji dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma, moral pun dapat dibedakan seperti moral ketuhanan atau agama, moral, filsafat, moral etika, moral hukum, moral ilmu, dan sebagainya. Nilai, norma dan moral secara bersama mengatur kehidupan masyarakat dalam berbagai aspeknya.

Pengertian Moral Secara Etimologi
Pengertian moral menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bisa diartikan sebagai berikut,
(ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila: kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan: ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita;
Secara Etimologi Moral berasal dari bahasa Latin “mos” (jamak: mores) yang berarti kebiasaan, adat. Kata “mos” (mores) dalam bahasa Latin sama artinya dengan etos dalam bahasa Yunani. Di dalam bahasa Indonesia, kata moral diterjemahkan dengan “aturan kesusilaan” ataupun suatu istilah yang digunakan untuk menentukan sebuah batas-batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau batasan perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk.
kata 'moral' sama dengan kata 'etika', karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti kebiasaan, adat. Moral itu sendiri dapat diartikan sebagai : nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkahlakunya.

Di samping itu, terdapat kata yang berhubungan dengan moral yang merupakan kata berimbuhan yang berasal dari kata 'moral', yaitu 'moralitas'. 'Moralitas' adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Jadi, Moralitas suatu perbuatan artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli
Selain pengertian moral secara umum, etimologi dan menurut KBBI para ahli dan pakar memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu moral. berikut ini Definisi moral menurut para ahli dibidangnya.


  • Menurut Kamus Psikologi : Pengertian moral adalah mengacu kepada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
  • Menurut W. J. S. Poerdarminta : Menyatakan bahwa ajaran moral dari perbuatan baik dan buruk dan perilaku.
  • Menurut Hurlock : Definisi moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
  • Menurut Sonny Keraf : Pengertian moral adalah Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang memiliki posisi tertentu atau pekerjaan tertentu.
  • Menurut Zainuddin Saifullah Nainggolan : Pengertian moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat.
  • Menurut Chaplin (2006) : Moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
  • Menurut Wantah (2005) : Pengertian moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku
  • Menurut Dewey : Mengatakan bahwa masalah moral yang berkaitan dengan nilai-nilai moral.
  • Menurut Maria Assumpta : Pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia.
  • Menurut Merriam-webster : Moral adalah mengenai atau berhubungan dengan apa yang benar dan salah dalam perilaku manusia, dianggap benar dan baik oleh kebanyakan orang sesuai dengan standar perilaku yang tepat pada kelompok atau masyarakat tersebut.
  • Menurut Baron dkk, : Mengatakan bahwa moral yang terkait dengan pelarangan dan mendiskusikan tindakan yang benar atau salah.
  • Menurut Dian Ibung : Moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang. Maria Assumpta menambahkan bahwa pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia.
  • Menurut Magnis-Susino : Mengatakan bahwa moral selalu mengacu pada baik orang miskin sebagai manusia, sehingga aspek moral kehidupan manusia dalam hal kebaikan sebagai manusia.
  • Menurut Shaffer : Moral merupakan kaidah norma yang dapat mengatur perilaku suatu individu dalam menjalankan hubungan dan kerjasama di lingkungan masyarakat berdasarkan aturan yang berlaku.
  • Menurut A. Mustafa : Mengungkapkan moral sebagai penentuan dasar perilaku mana yang baik dan yang buruk melalui pengamatan pada perbuatan manusia sejauh akal pikiran mereka.
  • Menurut Imam Sukardi : Moral adalah kebaikan bahwa seorang pria dengan langkah-langkah yang diadopsi oleh aksi bersama.
  • Menurut Wiwit Wahyuning (2003) : Menurutnya, ketika seseorang berbicara tentang nilai moral pada umumnya akan terdengar sebagai sikap dan perbuatan setiap inividu terhadap kehidupan orang lain.
  • Menurut Russel Swanburg : Moral merupakan pernyataan dari pemikiran yang berhubungan dengan keantusiasan seseorang dalam bekerja dimana hal itu dapat merangsang perilaku seseorang tersebut.
  • Menurut Gunarsa : Arti moral adalah seperangkat nilai-nilai berbagai perilaku yang harus dipatuhi.

Jenis Moral, moral dapat dibagi menjadi dua yaitu :

  • • Moral murni atau disebut juga hati nurani yaitu moral yang terdapat dalam setiap manusia, sebagai suatu bentuk dari anugrah Tuhan. Tuhan pasti memberikan moral yang baik pada setiap umatnya seperti penyayang, jujur, sopan, santun, berakhlak baik, bertawakal dan lain-lain namun situasinya dapat berubah apabila masuk ke moral terapan.
  • • Moral terapan merupakan sesuatu yang didapat dari ajaran berbagai ajaran adat, agama, filosofis, yang menguasai kehidupan manusia sesuai lingkungan tempat tinggal mereka. Moral terapan adalah hasil rekonstruksi lingkungan, oleh karenanya terdapat dua jenis yaitu moral baik dan buruk. Moral baik seperti jujur, sopan, dan santun sedangkan yang buruk seperti suka mencela, mencuri, dan berbohong.

Pengertian Etika
Moral dan Etika erat kaitannya karena itu berikut pengertian singkat tentang Etika.
Etika adalah suatu ajaran yang berbicara tentang baik dan buruknya yang menjadi ukuran baik buruknya atau dengan istilah lain ajaran tenatang kebaikan dan keburukan, yang menyangkut peri kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Dari segi etimologi (ilmu asal usul kata), etika berasal dari bahasa yunani, ”ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Etika membicarakan kebiasaan (perbuatan), tetapi bukan menurut arti tata-adat, melainkan tata-adab. Yaitu berdasarkan sifat dasar manusia, yakni baik-buruk.
Bertens mengartikan etika dalam tiga arti yaitu:
Pengertian etika sebagai suatu kode etik (ethic code) bahwa etika sebagai perangkat asas atau nilai moral, contohnya kode etik pers internasional.
Pengertian etika sebagai suatu sistem nilai atau valued system yang digunakan dalam hidup manusia baik sendiri ataupun bermasyarakat. Pengertian etika tersebut adalah sebagai suatu nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Contohnya etika orang Jawa dan etika orang Sulawesi atau etika seorang Bugis Makassar “Siri na Pacce“
Pengertian etika sebagai filsafat moral. Hal ini telah dijelaskan pada bagian atas bahwa tentang etika sebagai sebuah bidang studi atau ilmu yang menghususkan diri dalam mempelajari tentang baik dan yang buruk

Macam atau jenis-jenis dari etika
Karena sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam-macam jenis dan juga ragamnya diantaranya :

  • Etika Umum : Membahas berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga prinsip-prinsip moral.
  • Etika khusus : Etika yang terdiri dari etika sosial, etika individu & etika terapan, pengertiannya yaitu: a) Etika sosial adalah yang menekankan tanggung jawab sosial & hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya. b) Etika individu adalah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi. c) Etika terapan adalah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi.
  • Etika deskriptif : Memberikan gambaran & ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
  • Etika normative : Membahas & mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, 

Perbedaan Moral Dan Etika
Mari kita lihat perbedaan pengertian dua kata ini secara etimologis. Secara asal kata, sebenarnya Etika dan Moral memiliki arti yang sama pada awalnya, atau dengan kata lain sinonim, perbedaan yang ada pada kedua kata ini pada awalnya hanya beda asal kata yaitu satu berasal dari latin dan satu berasal dari bahasa Yunani. Seperti moral yang bila ditarik sejarah katanya berasal dari kata moralis, mos, moresatau bermakna adat dan kebiasaan.  Mores sendiri ternyata bila diterjemahkan kedalam bahasa Yunani berarti ethikos , yang kita tahu bahwa ethikos merupakan asal kata yang lebih dahulu ada dari moralis.

Haryatmoko (2003) bahwa ethikos adalah kebiasaan berlaku ethik (ethe) sedang ethik adalah sebuah pengetahuan baik burunya suatu sifat. Sehingga dari kata tersebut dapat dikatakan bahwa ethikos adalah sebuah kebiasaan untuk mengetahui tentang baik dan buruk.

Lalu, kenapa kemudian terjadi perbedaan yang jelas dari kedua kata ini. Mari kita lihat dari sejarah dulu yah. Istilah etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, etos artinya kebiasaan (costum), adat. Istilah etika pertama kali  dalam sejarah yang tertulis diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles melalui karyanya yang berjudul Etika Nicomachiea. Buku tersebut berisikan tentang ukuran ukuran perbuatan. Ditinjau dari sudut asal katanya, etika adalah studi terhadap kebiasaan manusia. Dalam perkembangannya, studi etika tidak hanya membahas kebiasaan yang semata mata berdasarkan sebuah tata cara (manners), melainkan membahas kebiasaan (adat) yang berdasarkan pada sesuatu yang melekat pada kodrat manusia. Jadi, yang hendak diselidiki oleh etika adalah kebiasaan-kebiasaan dalam arti moral (kesusilaan). Oleh karena itu, etika sering dikatakan sebagai studi tentang yang benar atau salah dalam tingkah laku manusia.

Perbedaan moral dan etika bisa dirangkung seperti berikut:
Moral bersifat normatif-imperatif sedangkan etika bersifat normatif sistematis (filosofis)
Kebanyakan masyarakat kelas menengah hingga bawah memiliki moral tapi jarang yang memperhatikan pada wilayah etika. Etika umumnya hanya dipikirkan oleh pemerintah khususnya DPR, maka dari itu mereka membuat peraturan.
Moral merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia sedangkan etika tidak mutlak tapi lebih baik jika dimiliki.
Etika tidak tepat dikatakan untuk seseorang yang melakukan perbuatan baik karena etika adalah sebuah studi sedangkan moral lebih tepat karena moral lebih mengarah ke sifat manusia tersebut.
Dari pendapat para ahli dan beberapa jenis moral di atas, dapat disimpulkan secara garis besar bahwa moral merupakan keyakinan tentang benar, salah, baik, dan buruk yang sesuai dengat kesepakatan sosial dimana hal tersebut mendasari suatu tindakan atau pemikiran seseorang. Kebudayaan juga berperan penting dapat menentukan moral seseorang dari segi perkataan, tindakan, dan sifat.

Dalam kehidupannya manusia tidak mungkin terlepas dari yang namanya nilai, moral dan norma. Karena ketiganya tersebut selalu berhubungan dan mempengaruhi kehidupan manusia dalam masyarakatnya. Pada masing-masing manusia dapat mempersepsikan moral dan nilai pada sudut pandang yang berbeda, ada manusia yang memandang moral sebagai suatu yang objektif, maksutnya adalah dia memandang moral itu ada, namun dia berfikir bahwa itu tidaklah seberapa pentin. Lalu yang selanjutnya adalah bahwa dia memandang moral adalah sebagai sesuatu yang subjektif, maksudnya adalah moral sangat tergantung pada subjek yang menilainya dan menilai adalah menimbang dan mempersepsikan. Individu akan menilai dan menampilkan diri dalam hal yang positif dan negatif yang seperti baik dan buruk, keindahan dan kejelekan. 

Manusia yang hidup dimasyarakat pasti memiliki suatu aturan dan nilai-nilai yang harus dipatuhi dan dilaksanakan yang sesuai kaidah-kaidah dimana manusia tersebut tinggal. Sebagai manusia atau individu yang memiliki moral yang baik harus mematuhi, berperilaku, bertutur kata sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sebagai manusia yang baik, sangat penting sekali untuk mengetahui dan menerapkan apa yang menjadi norma, nilai, aturan-aturan moral dalam melakukan sosialisasi di dalam kehidupan masyarakat, karena itu semua akan memiliki dampak yang positif bagi masing-masing diri individu dan juga bagi individu yang lainnya. Apabila kita berperilaku, bertutur kata dan bertingkah sesuai dengan aturan-aturan, norma-norma serta nilai-nilai yang berlaku dan sesuai di lingkup masyarakat dimana individu itu , maka secara sosial dan dimana individu itu tinggal akan diterima dan dihormati oleh masyarakat diskitar dengan tanggapan dan nilai yang positif, maka apabila individu tersebut berperilaku, bertutur kata dan bertingkah tidak sesuai dengan aturan-aturan, norma-norma serta nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat, maka dimanapun dan kapanpun individu itu tinggal makan akan ditolak dan tidak dihormati oleh masyarakat sekitar, dan akan menimbulkan nilai dan citra negatif yang akan didapatkan oleh indidu tersebut karena dianggap telah memiliki etika dan moral yang buruk sebagai manusia yang semestinya diharapkan menjadi manusia yang memiliki akal sehat dan memiliki moral yang baik. Pentingnya memiliki moral yang baik adalah dapat membentuk karakter dan mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan agar dapat berperilaku dan yang memiliki moral yang baik, karena hal itu akan memiliki dampak yang sangat besar dan sangat baik bagi kehidupan dimasyrakat, dapat menciptakan lingkungan yang tentram, aman dan nyaman.

Demikian artikel singkat tentang Pengertian Moral, semoga bermanfaat bagi kita semua

Pengertian Browsing dan Browser Istilah Internet

7/25/2018 06:45:00 AM 8 Comments
Secara umum pengertian dari browsing adalah suatu aktivitas yang dilakukan didalam media internet dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak yang bernama web browser atau sering disebut dengan browser saja. Jadi kita juga bisa menyimpulkan bahwa browsing adalah mencari infromasi didalam jaringan internet. informasi-informasi tersedia begitu banyak dan dalam berbagai format seperti tulisan, gambar, video, dll. browsing ini memiliki padanan, sinonim atau persamaan kata yang lumayan banyak, meskipun kata-kata ini sebenarnya memiliki perbedaan arti kalau ditelusuri secara mendalam, padanan kata yang dimaksud adalah searching, googling, surfing, dan yang lainnya.
Di dalam beberapa buku pelajaran TIK di sekolah dijelaskan bahwa pengertian browsing adalah salah satu aktivitas yang dimungkinkan untuk dilakukan pada jaringan internet untuk mengakses beragam informasi yang tersimpan di dalam sebuah website. Secara harfiah browsing berarti menjelajah, atau mengunjungi. Informasi yang didapat ketika melakukan aktivitas browsing bisa berbentuk teks, gambar, suara, atau bahkan video yang ditampilkan dalam halaman website. Ada juga yang mengartikan browsing itu adalah kegiatan menjelajahi internet atau dunia maya dalam rangka mencari suatu informasi yang dibutuhkan yang memiliki nilai manfaat, informasi tersebut dapat kita baca dan nikmati secara online yang disajikan pada sebuah aplikasi bernama web browser.
Untuk melakukan penjelajahan pencarian informasi ini diperlukan suatu aplikasi khusus yang bernama browser, atau alat penjelajah.
Browser atau Penjelajah Web sudah tidak asing lagi ditelinga kita, setiap hari kita selalu berhubungan dengan browser. Aktifitas kerja ataupun hiburan kini kebanyakan dijalankan di browser dengan memanfaatkan jaringan internet. Secara singkat browser adalah alat untuk menjelajahi atau membuka konten-konten yang bertebaran di dunia maya. 
Pengertian Browser adalah suatu aplikasi atau program yang dijalankan pada perangkat komputer untuk melihat konten yang ada pada media World Wide Web (WWW) dengan memanfaatkan jaringan internet. Teknologi browser yang berkembang saat ini tidak hanya dapat menampilkan halaman yang berisi text atau tulisan saja, browser-browser populer sekarang dapat menampilkan gambar, musik, suara, video, file pdf dan data lainnya.

Berikutadalah browser populer di dunia beserta sedikit penjelasannya : 

1. Firefox
Mozilla Firefox (aslinya bernama Phoenix dan kemudian untuk sesaat dikenal sebagai Mozilla Firebird) adalahpenjelajah web antar-platform gratis yang dikembangkan olehYayasan Mozilla dan ratusan sukarelawan.
Versi 3.0 dirilis pada 17 Juni 2008.
2. Google Chrome
Google Chrome adalah sebuah penjelajah web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google dengan menggunakan mesin rendering WebKit.
Proyek sumber terbukanya sendiri dinamakan Chromium.
3. Internet Explorer
Internet Explorer, disingkat IE atau MSIE, adalah sebuah browser web proprieter yang gratis dari Microsoft.
4. Opera
Operaa dalah penjelajah web dan paket perangkat lunak Internet antar-platform.
Opera terdiri dari kumpulan perangkat lunak untuk Internet seperti penjelajah web, serta perangkat lunak untuk membaca dan mengirim surat elektronik.
5. Safari
Safari adalah sebuah penjelajah web buatan Apple Inc. yang awalnya ditujukan khusus bagi sistem operasi Mac OS.
Safari dibundel bersama Mac OS X dan merupakan penjelajah web default di sistem operasi tersebut sejak Mac OS X v10.3.
6. Maxthon
Maxthon adalah browser yang menggunakan engine milik IE, Trident, dan 100% kompatibel dengan IE, ditambah dengan berbagai fitur yang tidak dimiliki oleh IE.
7. Flock
Flock adalah sebuah penjelajah web yang berspesialisasi pada penyediaan fitur jaringan sosial dan fitur Web 2.0 lain pada tampilan antar mukanya.
Browser ini dibuat menggunakan codebase Mozilla’s Firefox Pada tanggal 16 Juni 2008, Flock 2 yang menggunakan Mozilla Firefox 3 sebagai basisnya, diluncurkan dengan status open beta.
8. Avant Browser
Avant Browser adalah browser yang cepat, stabil, user-friendly, dan merupakan multiwindow browser.
Memang engine yang dipakai adalah engine IE. Akan tetapi Avant Browser memiliki kelebihan dibandingkan IE.
9. Deepnet Explorer
Deepnet Explorer adalah sebuah penjelajah web, Deepnet Explorer sudah mendukung fitur tab browsing untuk halaman multiple
10. PhaseOut
Phase Outa dalah internet browser yang memungkinkan beberapa pencarian dengan mesin pencari utama hanya dengan satu klik.

Istilah-istilah internet lainnya yang sering kita temukan
  • Browsing adalah menelusur secara langsung buku tertentu pada kumpulan buku-buku yang dijajarkan di rak. Untuk dapat melakukan kegiatan ini dengan tepat dan cepat, pengguna harus memahami terlebih dahulu sistematika penyusunan koleksi perpustakaa 
  • Browser adalah singkatan untuk istilah Web Browser. Browser adalah sebuah program yang digunakan untuk mengakses World Wide Web (atau internet), dan fasilitas lainnya. Saat ini terdapat sejumlah browser yang populer, seperti Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, dan Mozilla 
  • chatting adalah suatu fasilitas dalam Internet untuk berkomunikasi sesama pemakai Internet yang sedang on-line. Komunikasi dapat berupa teks atau suara (chatting voice). 
  • Download adalah transfer data melalui jalur komunikasi digital dari sistem yang lebih besar atau pu sat (host atau server) ke sistem yang lebih kecil (client). kebalikan dari download adalah upload.
  • E-mail (electronic mail) adalah pesan elektronik yang dikirim dari komputer seorang pengguna ke komputer lainnya. E-mail dapat dikirimkan melalui local area network (LAN) atau Internet. Kalau dahulu, data yang dikirim hanya berupa teks, sekarang dengan e-mail dapat berisi gambar, suara, dan bahkan klip video.  
  • Spam merujuk kepada praktek pengiriman pesan komersial atau iklan kepada sejumlah besar news group atau email yang sebetulnya tidak berkeinginan atau tidak tertarik menerima pesan tersebut. 
  • Mailing List adalah Fasilitas E-mail Internet ,dimana pemakai dafat mendaftarkan diri ke suatu daftar pengiriman E-mail untuk suatu topik tertentu,sehingga pemakai akan secara otomatis mendapatkan kiriman E-mail setiap anggota Mailing_List Manager,. 
  • VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah nama lain internet telephony. Lihat internet telephony. 
  • E-coomerce (electronic commerce) adalah bisnis yang transaksinya dilakukan dengan bantuan jaringan komputer secara online. Transaksi tersebut adalah penjual dan pembelian barang dan jasa serta pembayaran yang dilakukan melewati komunikasi digital. Teknologi yang digunakan antara lain adalah Internet dan electronic data interchange (EDI). 
  • Teleconference adalah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dilakukan melewati telefon atau koneksi jaringan. Pertemuan tersebut hanya dapat menggunakan suara (audio conference) atau menggunakan video (video conference) yang memungkinkan peserta konferensi saling melihat. Dalam konferensi juga dimungkinkan menggunakan whiteboard yang sama dan setiap peserta mempunyai kontrol terhadapnya, juga berbagi aplikasi. Produk yang mendukung teleconference pertama melalui internet adalah NetMeeting yang dikeluarkan oleh Microsoft. 
  • ASP (Active Server Pages) adalah spesifikasi untuk membuat halaman Web dinamis menggunakan ActiveX script. Sewaktu browser membuka halaman ASP, server Web membuat halaman dengan kode HTML dan mengirimkannya kepada browser. 
  • FTP (file transfer protocol) adalah protokol Internet yang digunakan untuk menyalin file antarkomputer.
Demikianlah yang bisa kami sampaikan tentang browsing, semoga artikel tentang pengertian browsing dan manfaat browsing ini dapat benar-benar bermanfaat untuk anda.

Pengertian Ilmu atau Definisi Menurut Para Ahli

7/04/2018 01:14:00 AM 2 Comments
Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui, sementara itu secara istilah ilmu diartikan sebagai Idroku syai bi haqiqotih(mengetahui sesuatu secara hakiki). Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya  dipadankan  dengan  kata  science, sedang    pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science(berasal dari bahasa lati dari kata Scio, Scire yang berarti tahu) umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu pada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian :
  • Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (An English reader’s dictionary)
  • Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary)
  • Science is the complete and consistent description of facts and experience in the simplest possible term”(Karl Pearson)
  • Science  is the system of man’s knowledge on nature, society and thought. It reflect the world in concepts, categories and laws, the correctness and truth of which are verified by practical experience(V. Avanasyev)
  • Ilmu  adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu  dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
  • Science is a sistematized knowledge derives from observation, study, and experimentation carried on in order to determinethe nature or principles of what being studied” (Ashley Montagu)

sementara itu The Liang Gie menyatakan dilihat dari ruang lingkupnya pengertian ilmu adalah sebagai berikut :
  • Ilmu merupakan sebuah istilah umum untuk menyebutkan segenap pengetahuan ilmiah yang dipandang sebagai suatu kebulatan. Jadi ilmu mengacu pada ilmu seumumnya.
  • Ilmu menunjuk pada masing-masing bidang pengetahuan ilmiah yang mempelajari pokok soal tertentu, ilmu berarti cabang ilmu khusus 


sedangkan jika dilihat dari segi maknanya The Liang Gie mengemukakan tiga sudut pandang berkaitan dengan pemaknaan ilmu/ilmu pengetahuan yaitu :
  • Ilmu sebagai aktivitas,  artinya suatu aktivitas mempelajari sesuatu secara aktif, menggali, mencari, mengejar atau menyelidiki sampai pengetahuan itu diperoleh. Jadi ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (Study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt to find), atau pencarian (Search).
  • Ilmu sebagi metode, artinya ilmu pada dasarnya adalah suatu metode untuk menangani masalah-masalah, atau suatu kegiatan penelaahan atau proses penelitian yang mana ilmu itu mengandung prosedur, yakni serangkaian cara dan langkah tertentu yang mewujudkan pola tetap. Rangkaian cara dan langkah ini dalam dunia keilmuan dikenal sebagai metode
  • Ilmu sebagai pengetahuan, artinya ilmu adalah sesuatu kumpulan yang sistematis, atau sebagai kelompok pengetahuan teratur mengenai pokok soal atau subject matter. Dengan kata lain bahwa pengetahuan menunjuk pada sesuatu yang merupakan isi substantif yang terkandung dalam ilmu.
  • Harsoyo mendefinisikan ilmu dengan melihat pada sudut proses historis dan pendekatannya yaitu : a) Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematiskan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasikan b) Ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan atau suatu metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris, yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh pancaindra manusia.

dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang  mengandung arti pengetahuan, tapi bukan sembarang pengetahuan melainkan pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis, dan untuk mencapai hal itu diperlukan upaya mencari penjelasan atau keterangan, dalam hubungan ini Moh Hatta menyatakan bahwa Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu, dengan kata lain ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui upaya mencari keterangan atau penjelasan.
Lebih jauh dengan memperhatikan pengertian-pengertian  Ilmu sebabagaimana diungkapkan di atas, dapatlah ditarik beberapa kesimpulan berkaitan dengan pengertian ilmu yaitu :
  • Ilmu adalah sejenis pengetahuan
  • Tersusun atau disusun secara sistematis
  • Sistimatisasi dilakukan dengan menggunakan metode tertentu
  • Pemerolehannya dilakukan dengan cara studi, observasi, eksperimen.

Dengan demikian sesuatu yang bersifat pengetahuan biasa dapat menjadi suatu pengetahuan ilmiah bila telah disusun secara sistematis serta mempunyai metode berfikir yang jelas, karena pada dasarnya ilmu yang berkembang dewasa ini merupakan akumulasi dari pengalaman/pengetahuan manusia yang terus difikirkan, disistimatisasikan, serta diorganisir sehingga terbentuk menjadi suatu disiplin yang mempunyai kekhasan dalam objeknya

Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah rangkaian konsep-konsep atau kerangka konseptual yang digunakan, dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para sarjana dari generasi ke generasi untuk dapat memajukan kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan dikembangkan dengan menghasilkan suatu penemuan baru yang merupakan pengembagan atau pendalaman lebih khusus dari penemuan sebelumnya, mengacu pada dan mengunakan  konsep-konsep yang sudah ada yang relevan. Pengembangan ilmiah ini menghasilkan pembidangan sesuai dengan paradigma dan pendekatan yang mendasarinya mencitakan pembidangan keilmuan, dengan metodologi dan metode yang terkait yang dihasilkan dan digunakan dalam pengembangan ilmunya.  
Pembagian ilmu pengetahuan secara tradisional adalah ilmu-ilmu pengetahuan alam, ilmu-ilmu sosial dan humaniora (humanities). Masing-masing golongan memiliki sejumlah bidang-bidang ilmu pengetahuan (disiplin ilmu). Para ahli berkembang dan mengembangkan pengetahuannya didalam masing-masing bidang ilmu pengetahuan tersebut. Setiap bidang ilmu pengetahuan memiliki paradigmanya sendiri yang membedakannya dengan bidang ilmu pengetahuan lain yang memiliki paradigmanya sendiri yang dimilikinya. Pendapat yang berbeda antara Thomas Kuhn dan Karl Popper tentang perkembangan ilmu pengetahuan antara melalui proses revolusi dan proses evolusi berlandaskan paradigma-paradigma yang sudah ada.
Ilmu pengetahuan alam adalah kajian mengenai gejala-gejala alam yang bertujuan untuk menemukan hukum-hukum yang merupakan hakekat dari gejala-gejala alam dan keteraturan yang ada dalam hubungan yang terjadi diantara gejala-gejala. Tujuan kegiatan penelitiannya adalah pemecahan masalah yang muncul dari hubungan antara gejala-gejala alam. Sedangkan humaniora (humanities) adalah untuk memahami kelakuan manusia dan ekspresi-ekspresinya sehingga corak penelitian yang dibutuhkan adalah interpretif atau hermenetik. Paradigmanya adalah manusia adalah mahluk pemikir dan berperasaan maka manusia selalu melakukan interpretasi terhadap dirinya dan lingkungannya. Paradigma-paradigma yang interpretif disebut pos-positivisme atau konstruktivisme (Guba,1994) merupakan tantangan terhadap positivisme yang merupakan landasan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu-ilmu social yang berusaha menjadi ilmiah dalam sejarah perkembangannya. Perbedaan antara positivisme dan pos-positivisme adalah antara paradigma dan metodologinya; positivisme yaitu paradigma dan metodologi kuantitatif sedangkan pos-positivisme yaitu paradigma dan metodologi kualitatif (Denzin dan Lincoln,2002).
Perkembangan ilmu pengetahuan ditandai oleh bidang-bidang ilmu pengetahuan dimana dapat disebut sebagai satu bidang ilmu pengetahuan dengan memenuhi syarat-syarat: 
  • Komuniti ilmiah, yaitu sekumpulan ahli dalam bidang tersebut dan saling berkomunikasi. Komuniti ilmiah berupa asosiasi atau perkumpulan profesi.
  • Paradigma yang menjadi acuan dan membedakannya dengan paradigma bidang kajian lain.
  • Jurnal ilmiah, tempat dimana alumni dan ahli dapat saling mengkomunikasikan hasil-hasil kajian ilmiahnya.



Pengertian Pembelajaran serta Definisi Pembelajaran menurut para ahli dibidangnya

7/03/2018 03:18:00 AM 2 Comments
Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Belajar juga sebagai  karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar. Salah satu ciri dari aktivitas belajar menurut para ahli pendidikan dan psikologi adalah adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku itu biasanya berupa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang baru dipelajarinya, atau penguasaan terhadap keterampilan dan perubahan yang berupa sikap. Untuk mendapatkan perubahan tingkah laku tersebut, maka diperlukan tenaga pengajar yang memadai. Pengajar atau disebut juga dengan pendidik sangat berperan panting dalam proses pembelajaran. Pendidik yang baik akan mampu membawa peserta didiknya menjadi lebih baik.
Ilmu pembelajaran menaruh perhatian pada upaya untuk meningkatkan pemahaman dan memperbaiki proses pembelajaran. Untuk memperbaiki proses pembelajaran tersebut diperlukan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pembelajaran. Yang dimaksud dengan kondisi pembelajaran di sini adalah tujuan bidang studi, kendala bidang studi, dan karakteristik peserta didik yang berbeda memerlukan model pembelajaran yang berbeda pula.
Secara sederhana, istilah pembelajaran ( instruction  bermakna sebagai “upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effort) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan.
Pada dasarnya pembelajaran merupakan kegiatan terencana yang mengkondisikan/ merangsang seseorang agar bisa belajar dengan baik agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu kegiatan pembelajaran akan bermuara pada dua kegiatan pokok. Pertama, bagaimana orang melakukan tindakan perubahan tingkah laku melalui kegiatan belajar. Kedua, bagaimana orang melakukan tindakan penyampaian ilmu pengetahuan melalui kegiatan mengajar. Dengan demikian makna pembelajaran merupakan kondisi eksternal kegiatan belajar yang- antara lain – dilakukan oleh guru dalam mengkondisikan seseorang untuk belajar.

Beberapa ahli mengemukakan tentang pengertian pembelajaran, di antaranya :
  • Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik);
  • Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU SPN No. 20 tahun 2003);
  • Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Mohammad Surya);
  • Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu. Pembelajaran merupakan subjek khusus dari pendidikan (Corey, 1986);
  • Pembelajaran adalah rangkaian peristiwa (events) yang mempengaruhi pembelajaran sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan mudah (Gagne dan Brigga, 1979)

Belajar dan Pembelajaran
Belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya.Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Jadi dapat dikatakan Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar.

Proses Pembelajaran
Menurut Hilda Taba, proses pembelajaran merupakan aktivitas yang kompleks. Proses pembelajaran mencakup banyak variabel, yaitu variabel tujuan, guru, siswa, proses belajar, dan susunan pembelajaran. Untuk mengembangkan strategi pembelajaran, variabel-variabel penting tersebutdi atas, perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, Strategi pembelajaran menurut Hilda Taba adalah pola dan urutan tingkah laku guru untuk menampung semua variabel-variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis, (Suprihadi, 1993: 93). Strategi pembelajaran merupakan bagian dari keseluruhan komponen pembelajaran. Strategi pembelajaran berhubungan dengan cara-cara yang dipilih guru untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Cara-cara itu, mencakup sifat, ruang lingkup dan urutan kegiatan yang berwujud pengalamanbelajar bagi siswa.
Strategi  pembelajaran induktif adalah sebuah pembelajaran yang bersifat langsung tapi sangat efektif untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir kritis. Pada  pembelajaran induktif guru langsung memberikan presentasi informasi-informasi yang akan memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang topik yang akan dipelajari siswa, selanjutnya guru membimbing siswa untuk menemukan pola-pola tertentu dari ilustrasi-ilustrasi yang diberikan tadi.
Strategi pembelajaran induktif dirancang berlandaskan teori konstruktivisme dalam belajar. Pembelajaran ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya (questioning) dalam penerapannya. Melalui pertanyaan-pertanyaan inilah guru akan membimbing siswa membangun pemahaman terhadap materi pelajaran dengan cara berpikir dan membangun ide. Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.
Pada pendekatan induktif dimulai dengan memberikan bermacam-macam contoh. Dari contoh-contoh tersebut siswa mengerti keteraturan dan kemudian mengambil keputusan yang bersifat umum. Pendekatan induktif adalah suatu strategi yang direncanakan untuk membantu sisiwamengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kreatif melalui observasi, membandingkan, penemuan pola, dan menggeneralisasikannya. Guru biasanya menciptakan suasana aktif belajar dengan mendorong siswa mengadakan pengamatan dan memfokuskan pengamatan melalui pertanyaan-pertanyaan. Pada pendekatan induktif ini seorang siswa haruslebih aktif. Biasanya pembelajaran dilakukan dengan cara eksperimen, diskusi, dan demonstrasi.
Dengan Strategi Induktif materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang khusus (sifat, ciri atau atribut) ke yang umum, generalisasi atau rumusan.Strategi Induktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefinisi.
Struktur sosial dalam pembelajaran menjadi ciri lingkungan kelas yang sangat dibutuhkan untuk belajar melalui strategi pembelajaran induktif. pembelajaran induktif mensyaratkan sebuah lingkungan belajar yang mana di dalamnya siswa merasa bebas dan terlepas dari resiko takut dan malu saat memberikan pendapat, bertanya, membuat konklusi dan jawaban. Mereka harus bebas dari kritik tajam yang dapat menjatuhkan semangat belajar. strategi ini dikembangkan atas dasar beberapa postulat sebagai berikut :
  • Kemampuan berpikir dapat diajarkan.
  • Berpikir merupakan suatu transaksi aktif antara individu dengan data.Artinya, dalam seting kelas, bahan-bahan ajar merupakan sarana bagi siswa untuk mengembangkan operasi kognitif tertentu.
  • Proses berpikir merupakan suatu urutan tahapan yang beraturan (lawful). Artinya, agar dapat menguasai keterampilan berpikir tertentu, prasyarat tertentu harus dikuasai terlebih dahulu, dan urutan tahapan ini tidak bisa dibalik. Oleh karenanya, konsep tahapan beraturan ini memerlukan strategi pembelajaran tertentu agar dapat mengendalikan tahapan-tahapan tersebut.

Konsep Model Pembelajaran
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran biasanya menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengandung tujuan-tujuan dan tahapan-tahapan tertentu. 
Lena (2008: 4) mengemukakan bahwa model pembelajaran yaitu suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan untuk mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di dalam kelas atau mengatur tutorial dan untuk menentukan material/perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film-film, tipe-tipe program media computer. Setiap model mengarahkan pengajar untuk mendesain pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mencapai berbagai tujuan.
Model pembelajaran tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. Menurut Kardi dan Nur dalam Trianto (2007:6), ciri-ciri tersebut yaitu:
  • Rasional teoritik yang logis dan disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
  • Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan tercapai).
  • Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
  • Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Model pembelajaran sangat beragam. Menurut arends dalam Trianto (2007:9), ada enam model yang sering dan praktis digunakan guru dalam mengajar, yaitu:
  • Model presentasi
  • Model pengajaran langsung
  • Model pembelajaran konsep
  • Model pembelajaran kooperatif
  • Model pengajaran berdasarkan masalah
  • Model diskusi kelas
Teori Deskriptif Dan Teori Preskriptif
Menurut Bruner (dalam Degeng,1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan deskriptif. Preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan di antara variable-variabel yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi suatu proses belajar.
Teori pembelajaran yang deskriptif menempatkan kondisi dan metode pembelajaran sebagai given, dan memberikan hasil pembelajaran sebagai variable yang diamati. Atau, kondisi dan metode pembelajaran sebagai variable bebas dan hasil pembelajaran sebagai variable tergantung. Sedangkan teori pembelajran yang preskriptif, kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai given, dan metode yang optimal ditempatkan sebagai variable yang diamati, atau metode pembelajaran sebagi variable tergantung.
Teori preskriptif adalah goal oriented (untuk mencapai tujuan), sedangkan teori deskriptif adalah goal free (untuk memberikan hasil).Variabel yang diamati dalam pengembangan teori-teori pembeajaran yang preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan, sedangkan dalam pengembangan teori-teori pembelajaran deskriptif variable yang diamati adalah hasil sebagai efek dari interaksi antara metode dan kondisi.
Hasil pembelajaran yang diamati dalam pengembangan teori preskriptif adalah hasil pembelajaran yang diinginkan (desired outcomes) yang telah ditetapkan lebih dulu, sedangkan dalam pengembangan teori deskriptif, yang diamati adalah hasil pembelajaran yang nyata (actual outcomes), hasil pembelajaran yang mungkin muncul, dan bisa jadi bukan merupakan hasil pembelajaran yang diinginkan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa teori pembelajaran preskriptif berisi seperangkat preskripsi guna mengoptimalkan hasil pembelajaran yang diinginkan di bawah kondisi tettentu, sedangkan teori pembelajarn deskriptif berisi deskripsi mengenai hasil pembelajaran yang muncul sebagai akibat dari digunakannya metode tertentu di bawah kondisi tertentu.


Data dalam Statistik

7/02/2018 01:34:00 AM 2 Comments
Data adalah ukuran dari variabel. Data diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel (atau populasi). Data dapat diklasifikasikan menurut jenis, menurut dimensi waktu, dan menurut sumbernya. 
Menurut jenisnya, data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. 
A. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). Data kuantitatif dapat dibedakan menjadi: 

  • Data interval, yaitu data yang diukur dengan jarak di antara dua titik pada skala yang sudah diketahui. Sebagai contoh: IPK mahasiswa (interval 0 hingga 4); usia produktif (interval 15 hingga 55 tahun); suhu udara dalam Celcius (interval 0 hingga 100 derajat). 
  • Data rasio, yaitu data yang diukur dengan suatu proporsi. Sebagai contoh: persentase jumlah pengangguran di Propinsi Sumatera Utara; tingkat inflasi Indonesia pada tahun 2000; persentase penduduk miskin di Sumatera Utara; pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara 

B. Data kualitatif, adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik. Namun karena dalam statistik semua data harus dalam bentuk angka, maka data kualitatif umumnya dikuantifikasi agar dapat diproses. Kuantifikasi dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan data dalam bentuk kategori. Data kualitatif dapat dibedakan menjadi: 
a. Data nominal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori. Sebagai contoh, industri di Indonesia oleh Biro Pusat Statistik digolongkan menjadi: 

  • Industri rumah tangga, dengan jumlah tenaga kerjanya 1-4 orang, yang diberi kategori 1. 
  • Industri kecil, dengan jumlah tenaga 5-19 orang, yang diberi kategori 2. 
  • Industri menengah, dengan jumlah tenaga kerja 20-100 orang, yang diberi kategori 3. 
  • Industri besar, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang, yang diberi kategori 4. Angka yang menyatakan kategori ini menunjukkan bahwa posisi data sama derajatnya. Dalam contoh di atas, angka 4 tidak berarti industri besar nilainya lebih tinggi dibanding industri kecil yang angkanya 1. Angka ini sekedar menunjukkan kode kategori yang berbeda. 

b. Data ordinal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya karena dinyatakan dalam skala peringkat. Sebagai contoh, dalam skala likert.
Berdasarkan  cara  perolehannya  data  kuantitatif  dibedakan  menjadi  data diskrit dan data kontinu. Data-data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang termasuk dalam data diskrit, sedangkan data-data yang diperoleh  dari hasil mengukur termasuk dalam data kontinu.
Menurut sumbernya  kita  mengenal  data  intern  dan  data  ekstern.  Data  intern adalah data yang diperoleh dari perusahaan atau instansi yang bersangkutan. Sedangkan data ekstern diperoleh dari luar instansi atau perusahaan tersebut. Data ekstern dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikeluarkan oleh badan sejenis. Sedangkan data lainnya termasuk data sekunder. Semua data-data  yang beru dikumpulkan dan belum pernah diolah disebut sebagai data mentah.

Pengolahan data
Setelah data kuantitatif diperoleh, maka dilakukan pengolahan data dan pengujian beberapa hipotesis. Pengolahan data yang dilakukan adalah mencari ukuran pemusatan data, dalam hal ini adalah mean dan mencari ukuran penyebaran data dalam hal ini variance dan simpangan baku. Setelah itu, baru dilakukan pengujian normalitas, homogenitas dan uji hipotesis. Ketika data terdistribusi normal maka dapat dilakukan pengujian parametik dan sebaliknya ketika data tidak terdistribusi normal maka dapat dilakukan pengujian nonparametik

Penyajian Data
Suatu data yang telah diperoleh dan telah diolah, maka dilakukan interpretasi dan penyajian data tersebut. Secara garis besar ada dua macam cara penyajian data dalam statistika yaitu:
a. Tabel atau daftar yang dapat berbentuk:
- Daftar baris kolom
- Daftar kontingensi
- Daftar distribusi frekuensi
b. Grafik atau diagram yang terbagi menjadi:
- Diagram batang atau balok
- Diagram garis atau grafik
- Diagram lingkaran, dll 


Populasi dan sampel
Populasi adalah keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian kita baik yang berhingga maupun tak berhingga jumlahnya. Seringkali tidak praktis mengambil data dari keseluruhan populasi untuk menarik suatu kesimpulan. Untuk itu dilakukan pengambilan sampel yaitu sebagian atau himpinan bagian  dari populasi. Sampel yang diambil haris dapat  merepresentasikan  populasi  yang  ada.  Prosedur   pengambialan  sampel  yang menghasilkan kesimpulan yang konsisten terlalu tinggi atau terlalu  rendah mengenai suatu ciri populasi dikatakan berbias. Untuk menghindari kemungkinan bias ini perlu dilakukan pengambian contoh acak atau contoh acak sederhana. Contoh acak sederhana didefinisikan  sebagai contoh yang dipilih sedemikian rupa sehingga setiap himpunan bagian yang berukuran n dari populasi mempunyai peluang terpilih yang sama.

Pengertian Statistik serta Definisi Menurut Para Ahli

7/02/2018 01:28:00 AM 3 Comments
Statistik dapat mempermudah kita dalam melakukan penelitian biasa digunakan untuk menarik kesimpulan berdasarkan data yang sudah ada dan membuat keputusan. Statistik sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari khususnya di bidang ekonomi dan industri. Ilmu statistik sangat berguna dalam berbagai bidang, seperti industri manufaktur, farmasi, bisnis, pemasaran, dan lain sebagainya.
Secara umum pengertian Statistik adalah kumpulan angka yang sering disusun, diatur, atau disajikan ke dalam bentuk daftar/tabel, sering pula daftar atau tabel tersebut disertai dengan gambar-gambar yang biasa disebut diagram atau grafik.
Statistik (statistic) berasal dari kata state yang artinya negara. Mengapa disebut negara? Karena sejak dahulu kala statistik hanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan negara saja. Kepentingan negara itu meliputi berbagai bidang kehidupan dan penghidupan, sehingga lahirlah istilah statistik, yang pemakaiannya disesuaikan dengan lingkup datanya.


Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengan penghasilan orang Indonesia rata-rata Rp. 100.000,00 setiap bulan, tingkat inflasi rata-rata 9% setahun, bunga deposito rata-rata 12% setahun, penduduk Indonesia yang bermukim di pedesaan rata-rata 70%, penganut agama islam di setiap propinsi rata-rata 90%, dan seterusnya.


• Asal kata “Statistik”:

Statia     = catatan administrasi pemerintahan di US
Stochos = “anak panah” (bahasa Yunani), sesuatu yang mengandung ketidak pastian 

• Pengertian Statistik:
Dalam arti sempit     = Data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif)
Contoh : statistik Penduduk yaitu mengenai data atau ringkasan mengenai penduduk (jumlahnya, rata-rata umur, distribusinya, dsb)
Statistik personalia (jumlahnya, rata-rata masa kerja, rata-rata jumlah keluarga)

Dalam arti luas = Ilmu yang mempelajari  cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data serta penyajian data sehingga menjadi suatu informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan
Contoh : Seorang pemilik pabrik susu kaleng ingin mengetahui berapa kaleng rata-rata konsumsi susu perumah tangga per rumah tangga dari suatu kota tertentu. Di kota tersebut ada 1000 rumah tangga (N : 1000, yaitu banyaknya elemen populasi), untuk menghemat tenaga, biaya dan waktu maka hanya 100 rumah tangga yang akan di pilih sebagai sempel (n : 10, banyaknya elemen sempel). Dari 100 rumah tangga tersebut di peroleh rata-rata konsumsi antara 55 kaleng dan 65 kaleng. Oleh karena setiap rumah tangga tidak di selidiki, maka hasil penyelidikan ini merupakan suatu perkiraan atau pendugaan (estimate). Dari rata-rata berdasarkan sempel di simpulkan, bahwa rata-rata sebenarnya terletak antara 55-65 kaleng dengan tingkat keyakinan 95% misalnya. Keyakinan ini mengandung ketidakpastian, jadi bisa jadi salah. Kesalahan yang mungkin timbul disebabkan karena tidak semua rumah tangga di selidiki, dari contoh di atas tingkat kesalahan yang bisa di tolirir sebesar 5%.

Berikut beberapa pandangan pengertian statistik oleh para ahli:
  • (Stoel dan Torrie). Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif. 
  • (Anto dajan). Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table. 
  • (Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA). Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. 
  • (Prof.Dr.H.Agus Irianto). Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. 
  • (Suntoyo Yitnosumarto) Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang. 
  • (Ir.M.Iqbal hasan,MM). Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka. 

Pengertian Statistik berdasarkan sudut pandang.
  • Statistik Deskriptif. Statistik deskriptif merupakan susunan angka yang memberikan gambaran tentang data yang disajikan dalam bentuk-bentuk tabel, diagram, histogram, poligon frekuensi, ozaiv (ogive), ukuran penempatan (median, kuartil, desil dan persentil), ukuran gejala pusat (rata-rata hitung, rata-rata ukur, rata-rata harmonik, dan modus), simpangan baku, angka baku, kurva normal, korelasi dan regresi linier. Sebaliknya Statistik  dalam arti luas yaitu salah satu alat untuk mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan dan membuat keputusan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan tadi. Statistik dalam arti luas ini meliputi penyajian data yang meliputi statistik dalam arti sempit di atas tadi. Statistik dalam arti luas ini di sebut juga dengan istilah statistika (statistics, statistik inferesial, statistik induktif, statistik probabilitas). Contohnya ialah statistik parametrik dan nonparametrik.
  • Statistik inferensial yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensial terbagi lagi menjadi dua, yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik. Statistik parametrik membutuhkan banyak pemenuhan asumsi. Asumsi awal yang harus dipenuhi ialah sampel diambil secara acak dari populasi untuk perwakilan dari keseluruhan populasi. Asumsi lain juga diperlukan mengikuti alat analisis yang digunakan. Bila yang digunakan analisis regresi, maka asumsi data harus memenuhi asumsi analisis regresi. Metode yang digunakan dalam statistik inferensial ialah T-test, Anova, Anacova, analisis regresi, analisis jalur, Structural Equation Modelling (SEM), dan metode lainnya tergantung pada tujuan penelitian.


Selain istilah-istilah di atas, adapula istilah statistika matematis dan statistika praktis. Statistika matematis ialah ilmu yang mempelajari asal-usul atau penurunan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus serta dapat diwujudkan ke dalam model-model lain yang bersifat teoritis, sedangkan statistika praktis ialah penerapan statistika matematis kedalam berbagai bidang ilmu lainnya sehingga lahirlah istilah statistika kedokteran, statistika sosial, dan sebagainya. Bagi mereka yang ingin mendalami statistika praktis secara mendalam sebaiknya memperkuat dasar-dasar statistika matematis terlebih dahulu. Selanjutnya, ada pula ada istilah statistika parametrik dan nonparametrik.
Parametrik dapat digunakan apabila datanya memenuhi persyaratan berikut ini: (1) interval, (2) normal, (3) homogen, (4) dipilih secara acak (random), dan (5) linier. Contoh-contoh analisis statistik parametrik ini adalah: (a) pengujian hipotesis, (b) regresi (untuk menyimpulkan), (c) korelasi (untuk menyimpulkan), (d) uji t, (e) anova, dan (f) ancova.
Non parametrik dipakan apabila data kurang dari 30, atau tidak normal atau tidak linier.
Contoh adalah: Tes binomal, tes chi kuadrat, Kruskal-Wallis, Fredman, tes Kolmogorov-Smirnov, tes run, tes McNemar, tes tanda, tes wilcoxon, tes Walsh, tes Fisher, tes median tes U Mann-Whitney, tes run Wald-Wolfowitz, tes reaksi sitem Moses, tes Q Cohran, koofisien kontingensi, koofisien rank Sperman Brow, koofisien rank dari kendall, dan uji normalitas dari Lillieford. 
Tabel 1 dan 2   di bawah ini memberikan gambaran tentang Teknik Inferensial dan teknik statistik.

Tabel 1
Teknik Inferensial 
JENIS DATA
PARAMETRIK
NON PARAMETRIK
KATEGORIK
-
Chi Kuadrat
KUANTITATIF
Ancova
Uji Mann Whitney U
Anova
Kruskal-Wallis
Uji t
Uji Tanda Friedman
Tabel 1
Teknik Statistik

KATEGORIK
KUANTITATIF
DUA ATAU LEBIH


DIBEDAKAN
Deskriptif
%
Poligon
Batang
Mean
Pie
Sebaran (spread)
Tabel Kontingensi
Effect size
(Cross Break)

Inferensial
Chi-Kuadrat
Uji t
(Chi-Square)
Anova

Ancova

Mann Whitney

Kruskal Wallis

Uji Tanda

Friedman
KORELASI
Kontingensi
Pencar
Deskriptif

Reta
Inferensial
Chi-Kuadrat
t untuk r

Data dalam Statistik
Data adalah ukuran dari variabel. Data diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel (atau populasi). Data dapat diklasifikasikan menurut jenis, menurut dimensi waktu, dan menurut sumbernya. 
Menurut jenisnya, data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. 
a. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). 
b. Data kualitatif, adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik.
Kuantifikasi dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan data dalam bentuk kategori. Data kualitatif dapat dibedakan menjadi: 
Data nominal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori. 
Data ordinal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya karena dinyatakan dalam skala peringkat. termasuk dalam data kontinu.


STATISTIK DESKRIPTIF DAN STATISTIK INDUKTIF
Menurut tingkat pekerjaan yang dapat dilakukan Statistik di bagi menjadi dua bagian. Kedua bagian dari ilmu Statistik ialah Statistik deskriptif dan Statistik induktif.
1. Statistik Deskriptif
Adalah bagian dari Statistik yang membicarakan mengenai penyusunan data ke dalam daftar-daftar atau jadwal, pembuatan grafik-grafik dan lain-lain yang tidak menyangkut penarikan kesimpulan.
2. Statistik Induktif
Adalah bagian lain dari Statistika yaitu semua aturan-aturan dan cara-cara yang di pakai sebagai alat didalam mencoba menarik kesimpulan yang berlaku umum dari data yang sudah tersusun dan telah di olah sebelumnya.
Contoh : 
Misalkan seorang peneliti ingin mengetahui tingkat mahasiswa polsa yang mendapat nilai mata  pelajaran statistik. Tingkat tersebut di bagi menjadi golongan pagi dan golongan sore, yaitu mereka yang masuk golongan pagi dan sore hari. Misalkan peneliti tersebut mengambil 10 orang dari golongan pagi dan 10 orang dari golongan sore dan mengamati angka-angka ujian yang mereka peroleh, misalkan angka yang di peroleh sbb :

Golongan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Pagi
60
54
70
66
70
80
45
75
60
70
Sore
63
80
74
53
90
89
75
66
64
36

Catatan : angak di nyatakan dalam presentase, bahwa ujian di nilai dari 0 sampai 100
Dari angka tersebut dapat di dapat jumlah rata-rata dari 2 golongan tersebut, yaitu 65 untuk golongan pagi dan 69 untuk golongan sore. Jika peneliti tersebut menghentikan penyelidikannya dan perhitungannya sampai di sini, maka pekerjaanya masih di dalam bidang statistik Deskriptif.
Akan tetapi, bukanlah tidak mungkin peneliti tersebut ingin membandingkan kedua golongan mahasiswa tadi. Di atas telah kita ketahui bahwa angka ujian rata-rata golongan pagi adalah lebih rendah dari golongan sore, jika 10 orang mahasiswa itu dapat dianggap sebagai wakil dan gambaran yang representative dari golongan masing-masing. Maka peneliti tersebut dapat mengambil kesimpulan bahwa golongan sore lebih pandai dari golongan pagi. Jika peneliti menjawab pertanyaan memakai data yang di kumpulkan 20 orang mahasiswa tersebut di atas maka pekerjaan ini termasuk di dalam Statistik Induktif
Mahasiswa-mahasiswa yang nilainya di amati itu adalah anggota-anggota sample (sample). Sampel adalah sebagian dari anggota-anggota suatu golongan yang di pakai sebagai dasar untuk mendapatkan keterangan mengenai golongan tadi. Golongan yang lebih besar itu di namakan Populasi atau universe di dalam ilmu statistik. Dari contoh di atas population adalah sekumpulan dari seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah statistik, sedang sempel ialah gologan dari mahasiswa yang beberapa puluh orang itu, yang benar-benar di amati.
Nilai rata-rata yang di peroleh dari sempel itu di namakan statistik, tentu juga nilai rata-rata dari seluruh mahasiswa di dalam population di namakan parameter. Jika statistik merupakan bilangan yang menerangkan sifat dari sample, maka parameter adalah bilangan yang menerangkan sifat dari population.