Selasa, 23 Juni 2015

Proses Penilaian Kinerja

Schuler, Randall S. dan Jackson, Susan E, berpendapat bahwa dalam penilaian kinerja terdiri dari tiga jenis kriteria kinerja, yaitu; “(1) kriteria berdasarkan sifat; (2) kriteria berdasarkan perilaku; dan (3) kriteria berdasarkan hasil”.
Dalam melakukan proses penilaian unjuk kerja menurut Marwansyah dan Mukaram mengemukakan ada lima langkah dalam proses Penilaian Unjuk Kerja (PUK), yaitu:
(1) mengidentifikasi tujuan spesifik penilaian unjuk kerja; (2) menentukan tugas-tugas yang harus dijalankan dalam suatu pekerjaan (analisis jabatan); (3) memeriksa tugas-tugas yang dijalani. Pada tahap ini, penilai memeriksa tugas- tugas yang dilaksankan oleh tiap-tiap pekerja, dengan berpedoman pada deskripsi jabatan; (4) menilai unjuk kerja; dan (5) membicarakan hasil penilaian dengan guru.

Penulis menyimpulkan penilai hendaknya menyampaikan dan mendiskusikan hasil penilaian kepada guru yang dinilai. Guru yang dinilai dapat mengklasifikasikan hasil penilaian dan, bila perlu, bisa mengajukan keberatan atas hasil penilaian. Kepentingan proses penilaian kinerja, seharusnya penilaian kinerja dilakukan oleh orang yang memiliki kesempatan untuk benar-benar mengamati perilaku secara langsung. Marwansyah dan Mukaram bahwa ada beberapa kemungkinan tentang siapa yang dapat melakukan penilaian kinerja, yaitu; atasan langsung, bawahan, rekan kerja, penilaian kelompok, penilaian oleh diri sendiri, dan kombinasi. Sedang menurut Schuler, Randall S. dan Jackson, Susan E, dalam Wuviani mengemukakan bahwa sumber-sumber data penilaian kinerja dapat diperoleh dari penyelia, guru sendiri (bersangkutan), rekan sejawat atau anggota tim, bawahan, pelanggan, dan melalui hasil pantauan komputer.
Berdasarkan pendapat tersebut bila diaplikasikan pada penilaian kualitas kinerja guru maka sumber-sumber yang merupakan data penilaian kinerja dapat diperoleh dari: “(1) kepala sekolah sebagai atasan; (2) guru yang bersangkutan; (3) guru dan staf lainnya yang ada di sekolah; (4) orangtua siswa dan siswa; dan (5) hasil pantauan melalui data (dokumentasi) yang bersangkutan”.
Penilaian kinerja sangat bermanfaat besar terutama untuk pencapaian tujuan suatu organisasi, dan penerapan waktu penilaiannya harus dilakukan sesuai dengan periode yang telah ditentukan. Schuler, Randall S. dan Jackson, Susan E. (2003) dalam Wuviani mengemukakan bahwa untuk pengukuran kinerja harus mencerminkan pertimbangan strategis. Sehingga penerapan waktu untuk penilaian kinerja ini dapat melalui dua aspek, yaitu menurut lamanya siklus dan tanggal penilaian. Adapun penerapan waktu penilaian berdasarkan siklus terdiri dari: (1) tipe siklus reguler; (2) periode evaluasi berdasarkan rentang waktu pekerjaan yang alami; dan (3) periode evaluasi berdasarkan tujuan penilaian.
Schuler, Randall S. dan Jackson, Susan E, mengemukakan untuk melakukan penilaian kinerja dapat dilakukan melalui format sebagai berikut; ”(1) penilaian yang mengacu pada norma; (2) format standar absolut; (3) format berdasarkan output; dan (4) format penilaian kinerja baru”.
Penilaian kinerja pada guru, kriteria utama dalam memilih metode penilaian kinerja adalah terpenuhinya kriteria reliabilitas dan validitas. Menurutnya kedua kriteria tersebut yang sangat penting yang harus terpenuhi untuk menjamin legalitas dari hasil penilaian. Untuk penggunaan metode dalam penilaian kinerja ini, ada beberapa metode yang bisa digunakan yaitu; ”(1) skala penilaian grafis (graphic rating scale), (2) metode pemangkatan (rangking methods), (3) cheklist yang dibobot (weighted checlists), dan (4) cerita yang menjelaskan (descriptive essays)”.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top