Sabtu, 20 Juni 2015

Pentingnya Pembelajaran Berhitung Anak Usia Dini | Prinsip Permainan Berhitung

Dalam kegiatan transaksi sehari-hari, kita mengenal berbagai macam jenis angka sebagai alat untuk menghitung. Diantarannya yaitu : angka arab, angka romawi, dan angka latin. Ketiganya sama sebagai lambang bilangan, yang membedakannya hanya cara penulisannya. Lembang bilangan tersebut terdiri dari angka 0 sampai dengan 9. angka tersebut digunakan untuk menghitung atau membilang suatu jumlah benda. Yang nilainya tak terhingga.
 
Prinsip Permainan Berhitung
Dalam pembelajaran berhitung Anak Usia Dini, menurut Depdiknas Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (2007 : 2) ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu :
  1. Permainan berhitung diberikan secara bertahap, diawali dengan menghitung benda-benda atau peristiwa pengalaman konkrit yang dialami melalui pengamatan terhadap alam sekitarnya.
  2. Pengetahuan dan keterampilan pada permainan berhitung diberikan secara bertahap menurut tingkat kesukarannya, misalnya dari konkrit ke abstrak, mudah ke sukar, dan dari sederhana ke yang lebih komplek.
  3. Permainan berhitung akan berhasil jika anak-anak diberi kesempatan berpartisipasi dan dirangsang untuk menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri.
  4. Permainan berhitung membutuhkan suasana yang menyenangkan dan rasa aman serta kebebasan bagi anak. Untuk itu diperlukan alat peraga/media yang sesuai dengan benda sebenarnya (tiruan), menarik dan bervariasi, mudah digunakan dan tidak membahayakan.
  5. Bahasa yang digunakan dalam pengenalan konsep berhitung seyogyanya bahasa yang sederhana dan jika memungkinkan mengambil contoh yang terdapat di lingkungan sekitar anak.
  6. Dalam permainan berhitung anak dapat dikelompokkan sesuai tahap penguasaannya yaitu tahap konsep, masa transisi dan lambang.
  7. Dalam mengevaluasi hasil perkembangan anak harus dimulai dari awal sampai akhir kegiatan.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top