Rabu, 03 Juni 2015

Konsep Dasar Akuntansi Konvensional

Dalam menyusun suatu laporan keuangan, informasi yang diberikan harus dapat bermanfaat bagi para pemakainya. Untuk itu laporan keuangan harus dapat memenuhi karakteristik kualitatif. International Accounting Standard Committee (IASC) menetapkan karakterisik kualitatif pokok yang harus dipenuhi adalah : dapat dipahami, relevan, keandalan (mencakup kejujuran, substansi netralitas, prudensi dan kelengkapan) dan dapat dibandingkan.

Untuk memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan, IAI dalam PSAK No.1 mengakui asumsi dasar akuntansi sebagai berikut (IAI, PSAK, 1996):

1. Kelangsungan Usaha
Suatu entitas ekonomi diasumsikan terus melakukan usahanya secara berkesinambungan tanpa maksud untuk dibubarkan, kecuali bila ada bukti sebaliknya. Perusahaan dianggap akan melanjutkan usahanya untuk waktu mendatang yang dapat diduga, tidak bermaksud atau berkepentingan dengan likuidasi atau penutupan usaha.

2. Akrual
Pengukuran aktiva, kewajiban, pendapatan, beban serta perubahannya diakui pada saat terjadi, tidak pada saat uang diterima atau dibayarkan, dicatat dan berpengaruh pada laporan keuangan pada periode kejadian.
Konsep dasar akuntansi dijelaskan kembali dalam Intermediate Accounting (Smith & Skousen, 1984, 23) menurutnya model akuntansi tradisional dibentuk dari asumsi-asumsi dasar, yaitu :
  1. Perusahaan dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi yang berbeda dari pemilikan unit usaha lainnya.
  2. Perusahaan dianggap akan terus melanjutkan usaha, sehingga neraca melaporkan beban-beban berkaitan dengan kegiatan-kegiatan di masa depan dan tidak dilaporkan pada nilai realisasi jika perusahaan dilikuidasi.
  3. Kegiatan yang dicatat adalah transaksi dan kejadian yang telah lalu. Jadi perubahan nilai sumber-sumber dan modal tidak dibukukan sebelum terjadi.
  4. Akuntansi menganut prinsip penilaian beban. Jadi dasar pencatatan transaksi adalah jumlah uang atau nilai moneter dari akuntansi yang ditukarkan saat transaksi.
  5. Transaksi diakui dengan unit-unit moneter.
  6. Kesatuan usaha dibagi dalam periode akuntansi, sehingga dalam setiap periode, pengukuran penghasilan berdasarkan akrual. Beban dalam satu periode ditentukan dalam mengkaitkannya dengan pendapatan tertentu dalam periode waktu tertentu (matching concept).
  7. Konservatif, yaitu jika dalam pelaporan terdapat dua alternatif, perusahaan memilih alternatif yang mempunyai manfaat paling sedikit bagi modal pemilik.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top