Senin, 29 Juni 2015

Pengertian dan Konsep Teori Uang Quasi

Uang Quasi Merupakan jenis uang yang tidak dapat dipakai setiap saat dalam pembayarannya karena keterikatan waktu, yaitu deposito berjangka dan tabungan, dalam rupiah dan valuta asing serta giro valuta asing milik penduduk. Menurut Bank Indonesia (www.Bi.go.id), uang kuasi terdiri dari:
  1. Deposito berjangka dan sertifikat deposito dalam rupiah (merupakan uang yang kehilangan untuk sementara fungsinya sebagai alat tukar menukar)
  2. Tabungan (yaitu uang yang tidak sepenuhnya likuid)
  3. Rekening giro dalam valuta asing (aktiva yang dapat memenuhi fungsinya sebagai alat tukar tetapi diterima hanya dilingkungan terbatas)
  4. Deposito berjangka dalam valuta asing (aktiva yang hanya dapat memenuhi fungsi uang sebagai penyimpan daya beli)
  5. Tabungan dalam valuta asing (aktiva yang sifat likuidnya lebih rendah dari uang kartal dan uang giral)
Jadi uang kuasi merupakan aktiva milik sektor swasta domestik yang hanya dapat dipakai memenuhi sebagian saja dari fungsi uang. Fungsi uang yang tidak terpenuhi adalah sebagai media pertukaran (medium of exchange). Selain itu uang kuasi dapat pula merupakan uang yang untuk sementara kehilangan sebagian dari fungsinya atau uang yang tidak seluruhnya likuid. Kekayaan keuangan yang mempunyai tingkat “mudah tunai” yang hampir sama tingginya dengan uang yaitu ia dapat dengan cepat menjadi uang. (Sukirno, 2003:207)
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang kuasi di Indonesia. Menurut penelitian Boorman (dalam Azis, 2002:13) permintaan uang kuasi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan riil, suku bunga domestik,suku bunga internasional dan nilai tukar dollar terhadap rupiah (kurs). (www.Google.co.id).
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top