Senin, 29 Juni 2015

Definsi atau Pengertian Uang Menurut Ahli dan Fungsinya

Dilihat dari esensinya dapat dijelaskan bahwa uang adalah alat yang paling penting dalam segala aktivitas. Terutama dalam aktivitas ekonomi, yaitu sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat produksi, harga, keuangan dan perdagangan internasional. Secara luas uang adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat pembayaran hutang atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa.

Beberapa pengertian uang yang dikutip dari berbagai pendapat para ahli, berikut ulasannya :
  1. Menurut Mankiw (2003:74) uang adalah : Persediaan aset yang bisa dengan segera digunakan untuk melakukan transaksi. Selain itu, uang merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai atau diterima untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa maupun hutang Uang mempunyai satu tujuan fundamental dalam sistem ekonomi, memudahkan pertukaran barang dan jasa, mempersingkat waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perdagangan. 
  2. Menurut Albert Gailort Hart: Dalam bukunya yang berjudul Money Debt and Economic Activity, ia mendefinisikan uang sebagai suatu kekayaan yang dimiliki untuk dapat melunasi utang dalam jumlah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.
  3. Menurut A. C. Pigou: Dalam bukunya yang berjudul The Veil of Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar.
  4. Menurut H. Robertson: Dalam bukunya yang berjudul Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang dan jasa.
  5. Menurut R. S. Sayers: Dalam bukunya Modern Banking, ia menyebutkan uang sebagai segala sesuatu yang umum diterima bagi pembayaran utang.
  6. Menurut Rollin G. Thomas: Dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary System, ia menyebutkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang tersedia dan umumnya diterima umum sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, serta untuk pelunasan utang.
  7. Menurut Walker: Ia mendefinisikan uang dengan mengatakan: “Money is what money does”. Artinya, uang adalah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu. Dengan kata lain, uang adalah uang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi- fungsi yang lain.
  8. Menurut hukum, uang adalah benda yang merupakan alat pembayaran yang sah. Secara fungsional uang adalah suatu benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Bila dilihat dari nilainya, uang adalah satuan hitung untuk menyatakan nilai.
  9. Menurut Ensiklopedi Indonesia, uang adalah segala sesuatu yang biasanya digunakan dan diterima secara umum sebagai alat penukar atau standar pengukur nilai, yaitu standar daya beli, standar uang, dan garansi menanggung utang.
Fungsi dari Uang
Menurut (Kasmir, 2005:17) fungsi dari uang adalah:
  1. Alat Tukar Menukar, Dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa.
  2. Satuan Hitung, Sebagai satuan hitung menunjukkan nilai dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli. Besar kecilnya nilai yang dijadikan sebagai satuan hitung dalam menentukan harga barang dan jasa secara mudah.
  3. Penimbun Kekayaan, Dengan menyimpan uang berarti kita menyimpan atau menimbun kekayaan sejumlah uang yang disimpan, karena nilai uang tersebut tidak akan berubah.
  4. Standar Pencicilan Hutang, Dengan adanya uang akan mempermudah menentukan standar pencicilan hutang piutang secara tepat dan cepat, baik secara tunai maupun angsuran.Jumlah Uang Beredar
Jumlah uang yang beredar (JUB) dapat diartikan sebagai berikut: Nopirin (dalam, www.Google.co.id)
1. Uang beredar dalam arti sempit (Narrow Money) M1 merupakan kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang kartal dan uang giral
M1 = C + D .................................................................................(1)
Dimana:
C = Currency (uang kartal)
D = Demand deposit (uang giral) yaitu saldo rekening koran/giro yang dimiliki oleh masyarakat pada bank-bank umum.
Pengertian lain mengenai uang beredar didasarkan atas anggapan bahwa sebenarnya bukan hanya uang tunai dan saldo giro (cek) saja yang bisa digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya (untuk tujuan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi). Uang milik masyarakat yang disimpan dibank dalam bentuk deposito berjangka (Time Deposits) atau tabungan juga mempunyai ciri yang mendekati uang tunai.
Kedua simpanan ini dapat diubah (tanpa banyak kesulitan) menjadi uang tunai untuk pembayaran transaksi tersebut. Jadi misalnya, deposito berjangka bisa diuangkan sewaktu-waktu meskipun dengan kehilangan bunga dan si pemilik harus pula datang sendiri ke bank untuk menguangkannya. Demikian pula tabungan bisa sewaktu-waktu diambil dengan cara yang sama.
2. Uang beredar dalam arti luas (Broad Money) M2 merupakan kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang kartal, uang giral dan uang kuasi.
M2 = C + D + QM ......................................................................(2)
Dimana:
C = Currency (uang kartal)
D = Demand deposit (uang giral) yaitu saldo rekening koran/giro yang dimiliki oleh masyarakat pada bank-bank umum.
QM = Quasi Money (uang kuasi) yaitu giro, deposito berjangka dan tabungan baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing.
Tanpa mempersoalkan hubungan dengan uang inti yang terdiri dari uang kartal dan uang giral. Perilaku seperti berlandaskan pada analisa penentuan Jumlah uang beredar secara mekanis, dimana jumlah uang beredar dihubungkan dengan rasio cadangan perbankan dan rasio antara uang kartal dan uang giral.
Dengan menganggap bahwa kedua perbandingan (rasio) tersebut konstan untuk suatu periode itu, maka penguasaan moneter bisa mengendalikan jumlah uang beredar secara langsung dengan menentukan cadangan perbankan. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu, jumlah uang beredar pada suatu periode merupakan hasil perilaku penguasaan moneter yang dalam hal ini adalah bank sentral.
Dalam perekonomian modern pada umumnya jumlah uang beredar (JUB) bisa ditentukan secara langsung oleh penguasa moneter. Tindakan yang bisa dilakukan oleh bank sentral adalah mempengaruhi besarnya jumlah uang beredar melalui angka pengganda yang merupakan hasil bersih perilaku masyarakat dalam memegang uang kartal dan perilaku perbankan dalam menentukan cadangannya.

Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top