Rabu, 03 Juni 2015

Dasar Pengukuran Laba Operasi Pembiayaan Murabahah

Dalam operasi pembiayaan murabahah sang murabih dan pemesan pembelian harus setuju dengan laba pada awal pembiayaan murabahah. Tetapi menyadari bahwa laba berbeda dari satu murabih ke lainnya khususnya jika pembiayaan murabahah berbentuk kredit, yang akan dibayar di masa depan atau akan dibayar secara angsuran selama periode keuangan mendatang. Dalam kasus-kasus tersebut ada empat alternatif :
  1. Mengakui laba pada saat penjualan sehingga efeknya dicerminkan dalam periode keuangan saat itu.
  2. Mengakui laba pada saat menerima kas sehingga efeknya dicerminkan dalam periode keuangan di masa depan.
  3. Mengalokasikan laba pada periode finansial pada saat transaksi.
  4. Mengakui laba pada saat pemulihan biaya total.
Menurut studi fikih ada pandangan-pandangan yang berbeda dari para ahli mengenai waktu pengakuan laba. Alternatif pertama (1) direkomendasikan, karena pembiayaan murabahah berakhir ketika barang dikirimkan. Karena ada pemisahan antara operasi pembiayaan murabahah dengan operasi penagihan piutang murabahah yang dianggap sebagai tugas manajemen. FAO-IBFI menyatakan bahwa laba dari penjualan kredit yang ditetapkan dalam satu pembayaran selama periode finansial di masa depan akan dialokasikan selama periode finansial dari transaksi penjualan. Meskipun badan dari FAO-IBFI memberikan preferensi terhadap alternatif untuk mengalokasikan laba selama periode finansial masa depan dari transaksi penjualan, badan tersebut juga mempertimbangkan pengakuan laba pada saat menerima angsuran sebagai suatu metode yang bisa diterima. Ini adalah pada kasus penjualan kredit, yang dibayar secara angsuran selama periode finansial masa depan, dengan anggapan penggunaan metode ini oleh bank Islam didukung dan diperkuat oleh Badan Pengawas Syariah dari bank Islam.
Dalam pandangan ahli, bank Islam dapat memakai salah satu dari metode-metode yang bisa diterima jika didukung oleh Badan Pengawas Syariah dari bank Islam. Tetapi metode ini juga harus diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan bank Islam, karena mempengaruhi nilai laba dari tahun keuangan bank Islam.
Laba operasi pembiayaan murabahah dalam bank Islam dikalkulasikan sebagai rasio dari biaya operasi pembiayaan murabahah, karena seperti yang disebutkan sebelumnya laba operasi pembiayaan murabahah harus diketahui oleh pembeli atau pemesan pembelian. Pengukuran laba memiliki dua sisi : dasar dari pengukuran laba dan rasio laba.
 
Pengukuran laba operasi pembiayaan murabahah harus berdasar pada biaya-biaya operasi murabahah, yaitu jenis biaya awal atau biaya akhir. Ada dua pandangan ahli mengenai dasar pengukuran laba tersebut. Madhab Al-Maliki menyatakan bahwa biaya awal operasi pembiayaan murabahah adalah dasar dari pengukuran laba (Al-Daswki, tanpa tanggal, 160-161). Tetapi ahli lain berargumen bahwa biaya akhir operasi (biaya awal ditambah biaya-biaya lain yang terkait dengan biaya awal) pembiayaan murabahah adalah dasar dari pengukuran laba (Al-Galaf, 1996, 35-36). Contoh berikut menggambarkan kedua poin yang berbeda. Misalnya biaya awal operasi pembiayaan murabahah adalah Rp 20.000, rasio laba untuk pembiayaan murabahah adalah 8% dan murabih (bank Islam) telah membayar pengeluaran-pengeluaran berikut:
  • biaya transportasi Rp 750
  • biaya ganti rugi transportasi Rp 150
  • biaya pabean Rp 250
  • biaya langsung lain yang dibayar oleh bank Islam Rp 250
Dalam kasus ini menurut madhab Al Maliki:
  • labanya adalah Rp 1600 (20000x8%)
  • harganya adalah Rp 23000 ([20000+750+150+250+250]+1600)
  • Tetapi menurut madhab lainnya:
  • labanya adalah Rp1712 ([20000+750+150+250+250]x8%)
  • harganya adalah Rp 23112 ([20000+750+150+250+250]+1712)
Sebagai hasilnya bank Islam harus menerapkan pendapat dari ahli-ahli lain, karena merupakan pendapat yang mayoritas. Dan dalam kasus bahwa bank Islam yang mengikuti madhab Al-Maliki, bank Islam ini harus mengungkap pilihannya dalam laporan keuangan tahunan karena dia telah memilih pendapat yang lebih inferior.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top