Senin, 04 Mei 2015

Tinjauan Umum Tentang Investasi

Indonesia adalah negara berkembang, sebagaimana negara-negara berkembang lainnya, senantiasa selalu berupaya secara terus menerus melaksanakan pembangunan di segala bidang. Berbagai upaya dalam melaksanakan pembangunan dewasa ini, bukanlah merupakan tugas ataupun pekerjaan mudah dan sederhana. Bahkan sebaliknya, merupakan beban dan tanggung jawab yang sangat berat. Berbagai kendala yang bersifat internal (dalam negeri) turut serta memberikan kontribusi yang mempersulit upaya pembangunan di Indonesia. Kendala internal sebagai faktor penghambat dalam melaksanakan upaya pembangunan dimaksud, yaitu belum pulihnya Indonesia dari kondisi krisis multi dimensi yang dialami sejak tahun 1997 yang berawal dari krisis ekonomi. Namun, semua kendala yang bersifat internal di atas tidaklah dapat dijadikan sebagai alasan untuk berhenti melaksanakan pembangunan, justru haruslah dijadikan sebagai semangat dan sekaligus motivasi dalam melakukan pembangunan, jika ingin keluar dari berbagai kesulitan menuju masa depan Indonesia yang lebih baik, sehingga krisis multi dimensi yang masih dirasakan bangsa Indonesia saat ini, perlu segera diatasi melalui reformasi disegala bidang, untuk memungkinkan Bangsa Indonesia bangkit kembali dan memperkokoh kepercayaan diri atas kemampuannya.

Pada hakekatnya pembangunan yang dilakukan oleh suatu bangsa haruslah dilaksanakan berdasarkan kemampuan dari seluruh potensi bangsa yang bersangkutan. Tidak terkecuali upaya-upaya pembangunan yang sedang dilaksanakan di Indonesia, haruslah didasarkan pada kemampuan dan seluruh potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri.

Masalah pokok yang dihadapi dalam pembangunan salah satunya adalah menjamin terlaksananya pembangunan yang berkesinambungan yaitu dengan mengusahakan tersedianya dana yang memadai. Modal berupa dana yang bersumber dari tabungan pemerintah dan masyarakat (modal domestik) yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan memegang peranan yang sangat penting, karena tanpa modal atau biaya yang memadai, jelas upaya pembangunan tidak mungkin dilaksanakan (kalaupun terlaksana tidak akan mencapai hasil yang baik). Sebagaimana dikatakan oleh Panji Anoraga dan Ninik Widiyanti, “Pembangunan suatu negara memerlukan dana investasi dalam jumlah yang tidak sedikit. Dalam pelaksanaannya diarahkan untuk berlandaskan kepada kemampuan diri sendiri, disamping memanfaatkan sumber lainnya sebagai pendukung. Sumber dari luar tidak mungkin selamanya diandalkan untuk pembangunan. Oleh karena itu perlu ada usaha yang sungguh sungguh untuk mengarahkan dana investasi yang bersumber dari dalam negeri, yaitu tabungan masyarakat, tabungan pemerintah dan penerimaan devisa”.

Tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan pembangunan nasional bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab dari seluruh komponen bangsa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yaitu kepada masyarakat dan dunia usaha (swasta) untuk berperan serta dalam usaha pembangunan, terutama sekali dalam memobilisasi dana dan sekaligus melaksanakan investasi.

Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Sondang P. Siagan “Di dalam melaksanakan pembangunan, pemerintah tidak mungkin melaksanakannya sendiri tanpa melibatkan masyarakat luas, baik itu individu maupun pihak swasta nasional ataupun swasta asing. Demikian juga dalam investasi untuk membiayai kegiatan pembangunan, Pemerintah tidak akan mampu menyediakan dana investasi sendiri tanpa adanya keterlibatan masyarakat”.

Kegiatan investasi dalam dunia usaha dapat dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah; Pihak swasta (swasta asing maupun swasta nasional) yang dilakukan baik secara perorangan maupun dengan bentuk suatu badan usaha; dapat dilakukan oleh suatu usaha dalam bentuk koperasi yang seluruh ataupun sebagian modalnya dimiliki oleh para anggota yang bersangkutan.

Pustaka,
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top