Jumat, 22 Mei 2015

Sikap Siswa Kepada Guru

Untuk mencapai pribadi yang matang, setiap individu memerlukan sejumlah kecapakan dan keterampilan tertentu yang harus dikembangkan melalui proses belajar mengajar. Proses belajar ini merupakan proses yang terjadi antara guru dengan peserta didik yang merupakan interaksi dua pokok pribadi, yaitu pribadi guru dan peserta didik. Maka diharapkan melalui proses ini, peserta didik memiliki sejumlah kepandaian dan kecakapan tertentu yang dapat membentuk pribadi yang cukup matang.
Hubungan tersebut pada dasarnya merupakan interaksi atau hubungan timbale balik antara guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan. Dalam pengertian interaksi, ada unsur memberi dan menerima, baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Proses semacam ini selalu ditandai dengan danya sejumlah unsur yaitu :
  1. Tujuan yang ingin dicapai
  2. Adanya guru dan peserta didik sebagai individu yang terlibat dalam proses interaksi
  3. Adanya bahan pelajaran
  4. Adanya metode sebagai alat (tool) untuk mencapai situasi belajar mengajar
Dalam proses belajar mengajar, pada prinsipnya sangat bergantung pad aguru dan peserta didik. Oleh karena itu, seorang guru dituntut memiliki kesabaran, keuletan dan dikap terbuka, disamping berkemampuan dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang aktif dan efektif. Demikian pula dari peserta didik dituntut adanya semangat dan dorongan untuk belajar kecenderungan untuk bertingkah laku lebih spesifik, maka dengan serta merta akan timbul suatu sikap.
Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa sikap dapat mendorong timbulnya tingkah laku, dan bagaimana individu mereaksi dan merespon terhadapa objek yang dihadapinya. Sikap siswa juga dapat merupakan suatu hal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan seorang anak terhadap lingkungannya. Jika sikap siswa baik terhadap pelajaran maka hasilnya pun akan baik pula hasil yang didapat, sebaliknya jika sikap siswa tidak suka terhadap pelajaran maka hasilnya pun akan buruk. Demikian seterusnya, jika sikap seorang anak pada lingkungannya, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, atau di lingkungan masyarakat, maka baik pulalah interaksi atau tingkah laku yang ditimbulkannya, begitu pula sebaliknya.
Kekuatan pengaruh suatu objek terhadap sikap siswa sangat ditentukan oleh kadar ketertarikan siswa terhadap objek tersebut, baik dalam arti positif maupun dalam arti negatif. Ketertarikan inilah yang melahirkan respon atau reaksi siswa yang selanjutnya menjelma menjadi sikap dan akhirnya melahirkan tingkah laku.
Dengan demikian, dari interaksi timbal balik antara suatu objek (misalnya lingkungan) dengan seseorang akan menimbulkan sifat saling mempengaruhi. Artinya suatu sikap lahir dan timbul akibat pengaruh dari objek tersebut, serta sebaliknya sikap seseorang mempengaruhi terhadap objek tersebut. Hal ini akan terlihat jelas dan nyata jika seorang siswa merespon dan bereaksi terhadap lingkungan, ia akan melahirkan sebuah sikap yang akhirnya menimbulkan tingkah laku sesuai dengan respon tersebut.
Adapun faktor yang paling dominant sekaligus sebagai indicator yang sangat penting adalah sikap. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, dan sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan. Pada umumnya rumusan-rumusan mengenai sikap mempunyai persamaan unsur, yaituaanya kesedian untuk melakukan respon pada situasi tertentu. Menurut Triandis (1971 : 123) beliau berkata :
"Sikap adalah ide yang berubah dalam bentuk emosi yang tercermin dalam perilaku komunitas yang besar dan bergeraj berubah ke dalam komunitas yang lebih kecil" (Triandis, 1972 : 123)

Rumusan di atas menyatakan bahwa sikap mengandung tiga komponen, yaitu komponen afektif, komponen kognitif dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu objek, dan sikap terhadap ini disertai dengan perasaan positif atau perasaan negative. Seseorang akan mempunyai sikap positif terhadap suatu objek yang diangapnya tidak berniali dalam pandangannya, dan ia akan bersikap negative terhadap objek yang dianggapnya tidak bernilai atau menurutnyaakan mengakibatkan kerugian. Sikap ini kemudian mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan yang satu sama lainnya saling berhubungan.
Adapun objek sikap dapat bermacam-macam dalam bentuk dan sifatnya. Walaupun demikian, seseorang hanya dapat mempunayi sikap terhadap hal-hal yang diketahuinya. Jadi dalam hal ini, sikap memerlukan adanya informasi bagi seseorang untuk mampu bersikap terhadap suatu objek. Oleh sebab itu, informasi merupakan kondisi pertama untuk timbulnya suatu sikap. Bila berdasarkan informasi tersebut timbul perasaan positif atau negatif.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top