Kamis, 21 Mei 2015

Pengertian Tingkat Kemampuan

Tingkat kemampuan adalah tolak ukur keberhasilan peserta didik untuk mengingat (recall) atau mengenal kembali terhadap materi-materi yang pernah dipelajari dan disampaikan dalam ingatan (Winkel, 1996 : 245). Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan membaca adalah tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta didik dalam membaca secara baik dan benar (tartil) sesuai dengan kaidah ilmu yang telah disampaikan oleh guru. Kemampuan membaca meliputi mengenal huruf, mengenal tanda-tanda baca, melapalkan huruf dan memperbagus cara membacanya (Robbani, 2004 : 4).
Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar atau untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik, ideal meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar peserta didik. Namun demikian, pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid, sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu, yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik berdimensi cipta dan rasa maupun berdimensi karsa (Syah, 2002 : 150).
Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar atau ingin mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menerima serta memahami materi, maka guru dapat dilihat dari indikator-indikator (penunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang akan diukur. Dalam penelitian ini, penulis akan memaparkan indikator yang terdapat pada ranah cipta (kognitif), yang dikutip dari Syah dalam buku Psikologi Pendidikan.
  1. Pengamatan, pada tahapan ini guru dapat membandingkan sekaligus menghubungkan kemajuan-kemajuan siswa yang didapatnya selama mengajar.
  2. Ingatan, guru dapat menguji siswa dengan memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.
  3. Penerapan, guru dapat pula meminta siswa untuk menguraikan sekaligus meminta contoh yang benar berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.
  4. Analisis dan sintesis, pada tahap ini guru dapat melihat tingkat kemampuan siswa dalam mengklasifikasikan atau memilah-milih secara teliti dalam mengerjakan tugas, kemudian dapat menguraikan/menjelaskannya secara baik dan benar. Siswa juga mulai mencoba untuk menghubungkan dan menyimpulkan setiap kesulitan yang dihadapi, sehingga dapat menjelaskan kesulitan tersebut melalui materi yang sudah diperolehnya (Syah, 2002 : 151).
Semua jenis prestasi atau tingkat kemampuan siswa tersebut, dapat dilakukan melalui tes lisan, tertulis, observasi, dan pemberian tugas. Demikian pula yang diterapkan dalam pengajaran seperti membaca Al Quran. Guru juga akan melakukan tes serupa untuk mengetahui tingkat kemampuan siswanya sebelum, selama proses belajar dan sesudah belajar berlangsung. Hal ini penting dilakukan untuk memotivasi siswa agar belajar lebih baik lagi, serta sebagai bahan evaluasi bagi guru ketika proses belajar mengajar berlangsung.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top