Sabtu, 16 Mei 2015

Pengertian Persepsi Guru Agama

Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. (http://id.wikipedia.org/wiki/Persepsi)
Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.
 
Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang kasar, penglihatan atas meja yang banyak coretan, dan kenangan di masa lalu saat memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.
Sedangkan menurut Abu Ahmadi (2003: 63), persepsi adalah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang.
 
Persepsi dapat juga diartikan sebagai keterampilan dalam menggunakan organ-organ indra untuk memperoleh petunjuk yang membimbing kegiatan motorik. (Ana Suryana, 2008: 57)
Sementara itu guru memiliki pengertian pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini, jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. (Ilam Maolani, 2008: 55)
 
Lebih lanjut Muhibbin Syah (Ilam Maolani 2008: 55) mengemukakan bahwa guru dalam bahasa Arab disebut mu'allim dan dalam bahasa Inggris guru disebut dengan teacher yang memiliki arti A person whose occupation is teaching others, yaitu seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.
Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, surau, mushala, rumah dan sebagainya. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000: 31).
 
Maka guru di jaman sekarang sudah mendapat arti yang luas lagi dalam masyarakat. Semua orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau kepandaian tertentu kepada seseorang atau sekelompok orang dapat disebut guru. (Ngalim Purwanto, 1988: 138)
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi guru agama adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna pendidik atau pengajar atas suatu informasi terhadap stimulus.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top