Selasa, 12 Mei 2015

Besarnya Retribusi Perbedaan Antara Pajak Daerah Dengan Retribusi Daerah

Besarnya retribusi yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa atau perizinan tertentu dihitung dengan cara mengalikan tarif retribusi dengan tingkat penggunaan jasa.
Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi jasa umum didasarkan pada kebijaksanaan daerah dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuan masyarakat, dan aspek keadilan. Dengan demikian daerah mempunyai kewenangan untuk menetapkan prinsip dan sasaran yang akan dicapai dalam menetapkan tarif retribusi jasa umum, seperti untuk menutup sebagian atau sama dengan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan dan membantu golongan masyarakat kurang mampu sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan.
Tarif retribusi adalah nilai rupiah atau presentase tertentu yang ditetapkan untuk menghitung besarnya retribusi yang terutang. Tarif dapat ditentukan seragam atau dapat diadakan pembedaan mengenai golongan tarif sesuai dengan prinsip dan sasaran tarif tertentu.
Jadi pada prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa umum dapat berbeda menurut jenis pelayanan dalam jasa yang bersangkutan dan golongan pengguna jasa. Sebagai contoh :
  1. Pembedaan retribusi tempat rekreasi antara anak dan dewasa; 
  2. Retribusi parkir antara sepeda motor dan mobil;
  3. Retribusi pasar antara kios dan los, dan;
  4. Retribusi sampah antara rumah tangga dan industri
Prinsip dan sasaran dalam penetapan besarnya tarif retribusi jasa usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis yang beroperasi secara efisien dan berorientasi pada harga pasar.
Sedangkan prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi perizinan tertentu didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruhnya biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan. Biaya penyelenggaraan izin ini meliputi penerbitan dokumen izin, pengawasan di lapangan, penegakan hukum, penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. Tarif retribusi di tinjau secara berkala dengan memperhatikan prinsip dan sasaran penetapan tarif. Kewenangan daerah untuk meninjau kembali tarif secara berkala dalam jangka waktu, dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan perekonomian daerah dan obyek retribusi yang bersangkutan. Tarif retribusi ditinjau kembali paling lama 5 tahun sekali.
1. Ciri-ciri retribusi daerah antara lain:
  • Retribusi dipungut oleh daerah.
  • Dalam pungutan retribusi terdapat prestasi yang diberikan daerah yang langsung dapat ditunjuk.
  • Retribusi dikenakan kepada siapa saja yang memanfaatkan atau mengeyam jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.
2. Azas pemungutan retribusi daerah
Dalam melaksanakan pemungutan retribusi daerah maka harus memenuhi azas atau norma-norma. Hal ini dimaksudkan agar pengguna jasa nantinya tidak keberatan dalam melakukan pembayaran atas jasa yang dilakukan. Azas pemungutan retribusi antara lain:
  • Retribusi tidak boleh merupakan rintangan keluar masuknya pengangkutan barang antar daerah.
  • Retribusi daerah tidak boleh diadakan perbedaan atau pemberian keistimewaan yang menguntungkan perseorangan golongan dan keagamaan.

Perbedaan Antara Pajak Daerah Dengan Retribusi Daerah
Hal mendasar yang membedakan pajak daerah dengan retribusi adalah pada pajak daerah pungutannya tanpa adanya imbalan secara langsung yang dapat ditunjuk dan penggunaannya untuk membiayai pengeluaran umum yang berhubungan dengan tugas pemerintah untuk menyelenggarakan pelayanan. Sedangkan retribusi adalah pungutan sebagai pembayaran atas pekerjaan jasa milik daerah dan jasa lainnya yang diberikan oleh daerah dan mendapatkan imbalan fasilitas secara langsung bagi pengguna jasa.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top