Kamis, 02 April 2015

Pengertian Sampel

Adakalanya suatu penelitian yang dilakukan tidak bisa menjangkau seluruh populasi, karena banyak berbagai hal dan keterbatasan. Maka dalam menyiasatinya dilakukan unit pengambilan dari sebagian populasi yang dimaksud dalam penelitian (sebagai contoh). Unit yang terpilih tersebut dinamakan sampel. Dengan kata lain "Pengertian Sampel adalah bagian dari populasi yang terpilih menjadi sasaran penelitian. Atau pengertian lain sampel merupakan bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya". Dalam menentukan terpilihnya anggota populasi menjadi anggota sampel ini memerlukan ketelitian tersendiri, karena suatu sampel yang baik adalah sampel yang harus benar-benar mewakili seluruh karakteristik yang ada pada populasi (representatif). Untuk menentukan sampel yang representatif ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu :
  1. Derajat keseragaman (degree of homogenity) populasi. Populasi yang homogen cenderung memudahkan dalam penarikan suatu sampel, hingga menentukan besar kecil sampel yang dibutuhkan. Semakin homogen suatu populasi, maka semakin besar juga kemungkinan penggunaan sampel dalam jumlah yang relaitf kecil. Pada populasi heterogen, kecenderungan dalam menggunakan sampel, kemungkinan besar sulit untuk dihindari, karena sampel harus dipenuhi oleh wakil-wakil unit populasi. maka, semakin kompleks atau semakin tinggi derajat keberagaman maka semakin besar pula sampel penelitian yang diperoleh.
  2. Derajat kemampuan peneliti mengenai sifat-sifat khusus populasi. Selain mengenal derajat keberagaman populasi, peneliti juga harus mampu mengenal ciri-ciri khusus pada populasi yang sedang atau akan diteliti.
  3. Presisi (keseksamaan) yang dikehendaki penelitian. Faktor ketiga ini biasanya merupakan kebutuhan yang muncul pada penelitian survei atau penelitian kuantitatif lainnya. Populasi penelitian sangat besar, sehingga derajat kemampuan peneliti dalam mengenal karakteristik suatu populasi amat rendah. Untuk menghindari kebiasan sampel, maka dilakukan jalan pintas dengan cara menambah ukuran sampel. Karena itu, apabila suatu penelitian menghendaki derajat presisis yang tinggi, maka keharusan dari penelitian tersebut adalah menggunakan menggunakan sampel dengan ukuran yang besar, karena derajat presisi ini menentukan besar kecilnya ukuran suatu sampel. Pada permasalahan ini, presisi juga tergantung pada tenaga, biaya, dan waktu, karena untuk mencapai derajat presisi tinggi, harus juga mengeluarkan banyak tenaga, biaya maupun waktu untuk melayani sampel dengan ukuran yang besar tersebut.
  4. Penggunaan teknik sampling yang tepat. Penggunaan teknik sampling juga harus benar-benar diperhatikan kalau ingin mendapatkan sampel yang representatif. Salah dalam penggunaan teknik sampling, bisa berakibat salah pula dalam memperoleh sampel.

pengertian-sampel
Pustaka:
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top