Selasa, 21 April 2015

Kegiatan Bermain Air (Konsep Pendidikan)

a.  Bermain Air
Bermain adalah melakukan sesuatu untuk bersenang-senang, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2003:698), kata bermain ditambah satu kata air menjadi bermain air berarti melakukan permainan air untuk bersenang-senang. Pada anak usia TK bermain air sangat disenangi, karena disamping menyenangkan bermain air juga bisa dijadikan pembelajaran.
M. Hariwijaya (2009:88) menjelaskan berbagai macam mainan dengan air, antara lain :
1. Panci   
2. Botol   
3. Gelas plastik   
4. Kocokan telor
5. Sikat gigi
6. Pipet

Kegiatan yang dapat dilakukan :
1.    Permainan menakar air
2.    Permainan mengisi botol dan mengosongkan botol
3.    Permainan memompa air
4.    Permainan mencuci piring
5.    Permainan menyikat dinding lantai

Pada dasarnya ketertarikan anak pada air adalah wujud dari fase eksplorasi atau fase ujicoba. Hal-hal yang dirasa baru oleh anak akan membuatnya penasaran dan terus berkeinginan mencari jawaban. Air yang dingin, mengalir, dan jernih bisa jadi sangat menarik perhatian anak. Apalagi pada usia ini ia belum mengenal rasa takut.
Tidak ada patokan air seperti apa yang disukai anak. Apakah itu air mengalir seperti yang terdapat di sungai, air yang menggenang seperti di kolam, air yang turun dari langit seperti hujan, maupun air yang mengucur keluar dari kran. Namun, sensasi yang dirasakan anak bisa jadi berbeda-beda. Kalau menadahkan tangan saat hujan rasanya akan berbeda dengan mencuci tangan di kran, dan beda lagi dengan mengobok-obok air kolam.
Intinya, anak menyukai air karena air adalah bentuk permainan baru. Walaupun bisa jadi dari bayi mereka sudah akrab dengan air untuk mandi, tapi dalam bentuk permainan, baru mereka dapatkan saat itu.
Pada kondisi seperti ini, orang tua bisa memanfaatkan kegemaran anak main air untuk hal positif, Seperti mengajarkan anak berenang, menanamkan pengertian akan manfaat air, dan sebagainya.
Pada saat anak sudah senang main air, orang tua dengan mudah dapat mengajak anak ke kolam renang, mengajarinya beradaptasi dengan air, dan menumbuhkan keberaniannya untuk mengapung dan berenang.
Pendek kata, dengan bermain air anak diajari untuk tidak takut terhadap semua aktivitas yang mengandung unsur ini. Misalnya, anak umur 3 tahun sering jadi rewel kalau harus keramas. Hal ini bisa dicegah kalau selama itu anak biasa main dengan air. Keberanian ini juga akan terlihat saat anak diajak ke kolam renang, ke pantai, atau ke sungai.
 
Menanamkan nilai akan pentingnya air dalam kehidupan manusia pun sudah bisa dilakukan di saat yang sama. Ketika anak asyik main air, orang tua bisa menyelipkan pesan moral seperti, "Ade, airnya jangan dibuang-buang, dong. Coba kalau air di rumah kita sampai habis, Ade tidak bisa mandi, Mama tidak bisa memasak, bunga di halaman juga akan mati karena tidak disiram."

b. Tempat Favorit untuk Main Air
Beberapa anak yang memang sangat suka main air bisa jadi tidak pandang tempat. Di mana ada air, di situ dia akan memuaskan kesenangannya. Di mana sajakah tempat itu?
1.    Kran
Kran terdapat di mana-mana di tiap sudut rumah, di wastafel, di tempat cuci piring, di taman dan sebagainya. Saat menghidupkan kran, yang menarik perhatian anak adalah sensasi air yang tersembur keluar. Biasanya anak akan mengulurkan tangannya supaya terperciki air.
Bila anak suka memainkan kran, sebaiknya orang tua menegurnya dengan lembut tapi tetap tegas. Tanamkan pengertian bahwa air yang digunakan untuk main-main itu harus dibayar. Apalagi kalau sedang musim kemarau, banyak orang kesulitan mendapatkan air, jadi sebaiknya air tidak di buang-buang seperti itu.

2.    Kamar mandi
Ada beberapa anak yang saking sukanya bermain air, saat berada di kamar mandi dia akan berlama-lama. Tidak hanya di rumah, tapi ketika diajak bertamu pun dia selalu minta ke kamar mandi hanya untuk main air. Bermain air di kamar mandi memang menyenangkan, anak bisa membayangkan bak mandi sebagai kolam renang, shower, sebagai air hujan dan sebagainya.
Kala bermain air di kamar mandi, anak sebaiknya selalu didampingi orang tua. Lantainya yang basah bisa jadi sangat licin. Jika anak berumur 3 tahun terpeleset di situ akan fatal akibatnya. Terutama, kalau kepalanya sampai terbentur.
Sebaiknya orang tua juga menanamkan pengertian pada anak, bahwa kamar mandi adalah tempat yang kotor. Sebagai tempat buang air besar dan kecil, tentu tempat itu menjadi sarang bakteri dan jamur. Jadi sebaiknya, anak-anak tidak bermain di dalamnya. Kalaupun ke kamar mandi, tujuannya hanya untuk mandi dan buang air besar maupun kecil.

3.    Kolam ikan
Anak kecil umumnya menyukai kolam ikan. Disamping memandangi ikan yang bersliweran, anak juga suka menyelupkan tangan ke dalam kolam untuk bermain kapal kertas atau sekadar mencari sensasi basah.
Orang tua harus mengawasi anak saat bermain di sekitar kolam ikan. Seringkali terjadi karena terlalu asyik bermain, anak sampai terjengkang ke dalam kolam. Walaupun biasanya kolam ikan tidak dalam, bukan tak mungkin anak mengalami benturan dengan dinding atau dasarnya.

3.    Kolam renang
Pada usia ini, umumnya anak menyukai aktivitas di kolam renang. Biasanya anak akan menepuk-nepuk air di sekitarnya hingga badannya terpercik air. Sensasi air yang mengenai badan dan mukanya ini yang membuatnya gembira.
Orang tua harus memastikan di mana posisi anak dalam kolam tersebut. Kalau permukaan air kolam tidak sampai melewati dada anak, itu artinya masih aman. Yang berbahaya adalah bila kolam itu tidak menunjukkan batas antara kolam yang dangkal dengan yang dalam. Bisa jadi awalnya anak hanya bermain di kolam yang dangkal, tapi kemudian sampai ke bagian dalam tanpa diketahui orang dewasa di sekitarnya.

4.    Pantai
Anak akan senang sekali diajak bermain di pantai. Melihat air dalam jumlah yang sangat banyak, ditambah deburan ombak dan angin pantai akan membuat imajinasinya berkembang.
Saat bermain di pantai, anak umur di bawah 3 tahun harus selalu didampingi orang dewasa, walaupun dia hanya berdiri di bibir pantai. Pasir pantai yang tersapu ombak bisa membuat kaki anak terbenam dan kemudian terseret bersama buih yang pecah. Ini berbahaya, karena tanpa disadari anak bisa terbawa arus sampai ke tengah ketika sedang asyik bermain, apalagi banyak orang pecahan obak tidak akan terasa.

5.    Selokan
Anak-anak yang tumbuh di kompleks perumahan di kota besar, bisa jadi sudah jarang bermain-main mencari ikan kecil di selokan. Namun, mungkin saja satu dua anak masih melakukannya. Apalagi, kalau ia pernah melihat temannya melakukan aktivitas tersebut dan berhasil mendapat ikan-ikan kecil. Ada dorongan untuk melakukan hal sama.
Tak perlu melarang anak dengan keras kalau memergokinya. Semakin dilarang, anak akan semakin penasaran. Tanamkan pengertian bahwa selokan adalah tempat kotor karena merupakan tempat pembuangan limbah dari rumah-rumah. Kalau pun tetap melakukan, pastikan sesudahnya anak mandi bersih, sehingga kotoran yang menempel di badannya terbilas.

6.    Genangan air setelah hujan
Bermain genangan air sehabis hujan adalah aktivitas yang menyenangkan. Sepertinya semua anak kecil pernah melewati masa-masa ini. Cipratan-cipratan air yang timbul dari hentakan kakinya terasa sangat menggembirakan. Orang tua sebaiknya memberikan pengertian kepada anak, bahwa air genangan hujan itu kotor. Di dalamnya mungkin saja tersisa kotoran hewan maupun sampah. Jika terkena kulit bisa menyebabkan gatal-gatal.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top