Kamis, 23 April 2015

Faktor Ekstern yang Mempengaruhi Kedisiplinan

Terjadinya disiplin itu karena ada dua unsur, unsur dari dalam (Faktor intern) dan unsur dari luar (Faktor ekstern), Adapun unsur dari luar Faktor Ekstern yang Mempengaruhi Kedisiplinan diri seseorang adalah menyangkut lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
1).    Lingkungan Keluarga
Di dalam keluarga, setip anak dibimbing untuk mengenal hidupnya, mengenal baik dan buruk serta benar dan salah. Orang tua dalam keluarga adalah pendidik utama dan pertama yang mendidik dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Berdasarkan pernyataan ini keluarga mempunyai peran yng sangat penting dalam membina kedisiplinan anak.
Keluarga mempunyai pengaruh yang baik terhadap keberhasilan belajar siswa, apabila orang tua bersifat merangsang, mendorong dan membimbing aktivitas anaknya. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama. Keluarga yang sehat besar artinya untuk pendidikan dalam ukuran kecil, tetapi bersifat menentu untuk pendidikan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia.”
Keluarga dilihat dari sudut pendidikan, merupakan lembaga pertama dan utama. Dikatakan lembaga pertama karena lingkungan keluargalah pertama kali anak mengenal berbagai hal. Juga dikatakan sebagai yang utama karena asalnya tugas dan tanggung jawab mendidik anak terletak pada orang tuanya, karena perasaannya yang tumbuh dari dalam, bukan karena tugas apalagi paksaan dari orang lain. Dengan demikian, kebiasaan-kebiasaan dalam lingkungan keluarga dari berbagai seginya turut mempengaruhi pada sikap disiplin atau tidak disiplinnya seseorang dalam belajar.

2).    Lingkungan Sekolah
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan, di dalamnya melibatkan berbagai unsur yang dapat mempengaruhi disiplin belajar atau sebaliknya. Unsur-unsur tersebut diantaranya guru, materi pelajaran, metode mengajar, sarana dan alat belajar serta lingkungan.
Nana Sudjana, “Dunia pendidikan berpacu pada perilaku disiplin yang memunculkan kepatuhan, tetapi itu sendiri hendaknya tidak sepihak-sepihak. Kepatuhan itu sebaliknya terjadi secara timbal balik diantara semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, baik peserta didik, pendidik kurikulum maupun pasilitas pendidikan.”  Dalam proses belajar mengajar di kelas guru memiliki pearan sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekseditor, perencana, supervisor, motivator dan konselor.  Dengan perannya tersebut, guru mengharapkan proses belajar mengajar secara tertib, teratur dan efektif dalam pencapaian tujuan belajar.
Selain unsur guru, materi dan metode, sarana dan alat belajarpun dipandang mempengaruhi terhadap disiplin belajar. Sarana yang dimaksud adalah segala sesuatu yang digunakan untuk melangsungkan proses belajar. Dan yang dapat mempengaruhi disiplin belajar juga adalah lingkungan baik dilihat dari letak geografis, jarak dan suasana lingkungan sekitarnya.

3).    Lingkungan Masyarakat
Dalam belajar kerap kali keadaan tertentu yang tidak menjadi tanggung jawab guru dan siswa, tetapi berkaitan erat dengan corak kehidupan. Lingkungan masyarakat tempat seseorang tinggal, memberikan corak tertentu pada dirinya.
Jika lingkungan itu terbiasa dengan memelihara sikap disiplin maka diharapkan seseorang yang tinggal di lingkungan tersebut akan bersikap disiplin pula dalam belajar. Lingkungan social, baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. untuk itu perlu untuk mengusahakan lingkungan yang  baik agar dapat memberi pengaruh yang baik bagi siswa untuk lebih belajar yang lebih giat. dengan demikian lingkungan sosial jika dikaitkan dengan masalah disiplin belajar memiliki kemungkinan untuk mendisiplinkan dan tidak mendisiplinkan seseoranng yang terdapat di dalamnya.

Pustaka.
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Al-Gesindo, 2002)
Muhamad Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung, Rosdakarya, 1990),

Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top