Kamis, 23 April 2015

Aspek-aspek Kedisiplinan

Dalam melakukan pekerjaan atau tindakan, seseorang senantiasa dituntut untuk berdisiplin supaya mendapatkan hasil yang optimal. Hal ini sudah dibuktikan oleh masyarakat jepang yang terkenal dengan kedisiplinannya. Di mana jepang pada masa lalu pernah di bom oleh negara sekutu yang mengakibatkan lumpuhnya semua sektor sehingga mengalami kemiskinan, dan tertinggal oleh negara lain. Kini jepang sudah menjadi negara industri dengan teknologi yang serba modern. Hal tersebut tidak terlepas dari semangat disiplin masyarakat jepang.

Dari fenomena di atas, masalah kedisiplinan merupakan masalah yng sangat penting dalam mencapai suatu hasil yang optimal. Oleh karena itu agar mencapai hasil yang optimal kita harus menerapkan disiplin dalam diri. Menurut Slameto, ciri-ciri orang yang disiplin yaitu: orang yang selalu tepat waktu dan taat pada tata tertib.  Sedangkan menurut M. Hasibuan, orang yang disiplin adalah: orang yang selalu tepat dalam waktu dan tindakan, mengerjakan pekerjaan dengan baik dan mematuhi peraturan dan norma yang berlaku. Dari kedua pendapat di atas peneliti menyimpulkan bahwa orang yang disiplin mempunyai aspek-aspek antara lain: Ketepatan, Mengerjakan pekerjaan dengan baik, Mematuhi tata tertib .
a) Ketepatan
Kata “Tepat” dalam kamus umum bahasa indonesia diartikan dengan enam arti yaitu: 1). Betul atau lurus, berbetulan benar, 2). Kena benar, 3). Persis, tidak selisih sedikit pun, 4). Betul atau cocok, 5). Jitu, dan 6). Betul atau kena.
Ketepatan merupakan hal yang sangat signifikan dalam mencapai tujuan, karena dengan ketepatan, setiap apa yang dilakukan menjadi tidak sia-sia dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Ketepatan dalam hal ini bisa diartikan sebagai ketepatan dalam merencanakan dan ketepatan dalam bertindak.

b) Mengerjakan pekerjaan dengan baik
Pekerjaan merupakan rangkaian perbuatan tetap yang dilakukan oleh seseorang yang menghasilkan sesuatu yang dapat dinikmati, baik langsung maupun tidak langsung, baik hasil itu berupa jasa maupun barang.
Perbuatan di sini dapat diartikan sebagai gerakan teratur yang dilakukan dengan menggunakan anggota badan, panca indera, serta dikendalikan oleh pikiran, sehingga terdapat keserasian dalam gerakan, yaitu terdapatnya kodinasi yang tinggi pada anggota badan, panca indera dan pikiran. Perbuatan yang teratur merupakan suatu proses yang akan mewujudkan sesuatu yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

c) Mematuhi peraturan dan norma yang berlaku
Setiap wilayah atau tempat. Baik itu rumah, sekolah, tempat ibadah, tempat kerja, tempat hiburan dan sebagainya, pasti mempunyai aturan-turan tertentu yang harus dipatuhi oleh orang yang terlibat di dalamnya, hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang tertib demi kebaikan bersama.
Ketaatan terhadap setiap aturan, wajib dijalankan oleh setiap orang dan orang yang tidak taat di kategorikan menyimpang  dan amoral. Setiap tindakan yang menyalahi aturan akan menimbulkan konflik dan merugikan baik bagi dirinya maipun orang lain. Oleh karena itu kepatuhan terhadap aturan merupakan aspek penting dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.    

Pustaka.

Poerwadarminata, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakakarta : Depdikbud, 1976) 

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta : Rineka  Cipta, , 1992), 
Hasibuan, J.J, Dip. Ed, dan Moedjiono,       Proses Belajar Mengajar, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 1997),
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top