Pengertian Modem serta Definisi Modem Menurut Para Ahli

Dalam perjalanannya, modem telah menjalani perkembangan yang pesat, baik dari segi teknologinya mulai dari dahulu hanya dipakai oleh perusahaan sampai sekarang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat karena penggunaannya sangatlah easy user. Modem  sangat mempengaruhi cara kita bersosialisasi dengan orang lain. Modem membantu kita dapat berinteraksi secara langsung dengan orang lain serta membantu kita melakasanakan sharing informasi dengan menembus segala keterbatasan. Karena internet yang sangat dibutuhkan saat ini sangat bergantung pada kinerja modem.

Pengertian Modem
Modem adalah dari singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut “modem”, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain-lain.

Cara Kerja Modem
Menggunakan Teknik Asynchronous.Asynchronous ini maksudnya bahwa ketika modem ini mengirimkan data tanpa menggunakan clock untuk menyinkronisasikan kegiatan dari kedua sistem yang terhubung. Data dikirim dalam 1 byte yang berada dalam sebuah frame pada satu waktu. Frame tersebut berisikan sebuah start bit, data, dan biasanya satu atau lebih stop bit. 
Start dan stop bit inilah yang memberitahukan kapan dan dimana data tersebut. Karena fungsi inilah, si penerima akan tahu mana yang data dan mana yang noise, sehingga dapat diketahui mana yang dapat diterima atau tidak.


Modem mengubah sinyal menjadi bentuk yang bisa dikirimkan melalui saluran telepon. Alat ini akan memodulasi (istilah modulasi ini bisa kamu bayangkan seperti membungkus atau mengubah) sinyal digital dari komputer menjadi sinyal analog, yang merupakan jenis sinyal yang bisa dikirimkan melelui saluran telepon.
Modem akan mengubah atau (melakukan demodulasi) sinyal tersebut kembali ke bentuk digital agar bisa dibaca oleh komputer.
Kebanyakan modem yang digunakan di PC atau laptop dewasa ini adalah dengan menggunakan teknik asynchronous. Asynchronous ini maksudnya bahwa ketika modem ini mengirimkan data tanpa menggunakan clock untuk menyinkronisasikan kegiatan dari kedua sistem yang terhubung. Data dikirim dalam 1 byte yang berada dalam sebuah frame pada satu waktu. Frame tersebut berisikan sebuah start bit, data, dan biasanya satu atau lebih stop bit. Start dan stop bit inilah yang memberitahukan kapan dan dimana data tersebut. Karena fungsi inilah, si penerima akan tahu mana yang data dan mana yang noise, sehingga dapat diketahui mana yang dapat diterima atau tidak. Modem ini juga bisa menggunakan parity sebagai error detection. Ada dua parity yang digunakan, odd dan even. Jenis modem yang menggunakan parity ini sudah jarang digunakan pada masa sekarang ini. StandarISASI Sistem Transmisi Untuk standarisasi sistem transmisi dari modem, maka dua badan dunia yaitu CCITT (Committee Consultative International Telegraphique et Telephonique) dan ITU (International Telecommunication Union), mengeluarkan sebuah standar yang dinamakan V-dot. Standar ini berhubungan dengan kecepatan kerja modem, tipe kompresi data dan penanganan kesalahan data. Misalnya, V22bis mengacu pada kecepatan modem 2,4 Kbps, V.32 yang diperkenalkan tahun 1984 mengacu pada kecepatan 9.6 Kbps, V.32bis pada tahun 1991 dengan kecepatan 14.4 Kbps. Standar V.34 pada tahun 1994 memperkenalkan kecepatan 28.8 Kbps, yang pada tahun 1996 diperbaharui dengan V.34+ dengan kecepatan 33.6 Kbps. Kemudian pada tahun 1998 dikembangkan V.90 dari ITU yang mempunyai kecepatan 42 kbps dan disempurnakan kecepatannya menjadi 55.6 Kbps. Penting dicacat bahwa batasan tersebut tidak berhubungan dengan kabel tembaga pada jaringan telepon umum, tetapi berhubungan dengan converter analog ke digital yang dipasang pada jaringan tersebut. Setiap kanal line telepon memiliki 4KHz bandwidth analog, yang setara dengan 64K bit/sec bandwidth digital. Dalam kondisi baik, sebuah line telepon, secara teori, mendukung 64K bit/sec.
Pemrosesan sinyal yang kuat pada modem V.90 yang memungkinkan 56K bit/sec pada kanal saat ini. Kecepatan operasi sebuah modem tergantung pada rintangan yang harus diatasinya. Ada tiga rintangan utama untuk mendapatkan kecepatan yang maksimal yaitu port serial, kondisi saluran telepon dan jenis modem yang terpasang. Rintangan pertama berhubungan dengan port serial yang diakibatkan karena keterbatasan chip UART (Universal Asynchronous Receiver/Transmitter), yaitu chip yang menghubungkan antara port serial dan sistem bus PC/laptop. Sistem bus PCI bekerja dalam blok 32 bit, sedangkan kabel serial hanya menyalurkan bit-bit dalam satu rangkaian. UART harus menangani semua lalu-lintas data yang terjadi dan menyesuaikannya dengan prot serial tanpa boleh terhadi kemacetan. Rintangan kedua berhubungan dengan saluran telepon. Walaupun saluran telepon menggunakan sistem digital, tetapi masih ada elemen analog yang tersisa. Saluran yang masuk ke rumah biasanya adalah analog, tetapi masih rentan dengan gangguan dan jenis kawat yang masih jelek. Selain itu, dalam media analog ini juga terdapat keterbatasan bandwidth. Sedangkan rintangan terakhir, kecepatan model berkomunikasi akan dibatasi oleh komponen yang paling lambat dalam rantai komunikasi. Misalnya, sebuah modem 55,6 Kbps harus bekerja pada 33.6 Kbps jika ia terhubung dengan modem yang memiliki kecepatan 33.6 Kbps. ISDN, DSL DAN CABLE MODEM Perkembangan kecepatan koneksi ke Internet semakin baik, hal itu dengan semakin berkembangnya jenis-jenis modem yang dapat mempercepat koneksi ke internet, misalnya ISDN (Integrated Services Digital Networking), DSL (Digital Subscriber Line) dan cable modem. Seperti ISDN, jaringan layanan digital terintegrasi ini sekarang tersedia dalam dua versi yaitu, Basic Rate ISDN (BRI atau ISDN-2) yang memiliki tiga saluran 64 Kbps, dua untuk transmisi data dan satu untuk informasi kontrol, yang kedua saluran ini dapat digunakan terpisah atau secara bersama sehingga menghasilkan satu saluran 128 Kbps dan Primary Rate ISDN (PRI atau ISDN-30) yang memiliki 30 saluran 64 Kbps. Cara kerjanya dengan mengaktifkan minimal enam saluran dan jika disatukan seluruhnya akan menghasilkan kecepatan sekitar 1.92 Mbps. Ada beberapa jenis modem DSL yang berkembang dewasa ini. Masing-masing memiliki kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan upstream (dari anda ke ISP) dan downstream (dari ISP ke anda). Misalnya IDSL (ISDN over DSL) yang mempunyai kecepatan 144 kbps baik upstream dan downstream. VSDL (Very-high-speed DSL) yang mempunyai kecepatan downstream hingga 52 MBps dan upstream 1.5 kbps. SDSL (symmetric DSL) yang menyediakan kecepatan downstream dan upstream sama besar sekitar 1.5 Mbps. ADSL (asymmetric DSL) yang terdiri dari full-rate ADSL dan ADSL-lite atau G.lite. ADSL menawarkan kecepatan downstream hingga 8 MBps dan upstream 2 Mbsp, rata rata kecepatan yang digunakan secara efektif adalah 256 kbps hingga 1.5 mbps. Pada dasarnya teknologi DSL lebih menguntungkan dibandingkan koneksi Internet dial-up seperti koneksi yang jauh lebih cepat, stabil, lebih aman dan dapat melewatkan data serta suara pada sebuah jalur kabel. Jika koneksi diberlakukan selama 24 jam terus menerus maka biayanya juga jauh lebih murah.
Misalnya, bila modem biasa dengan kecepatan 56kbps hanya dapat mendownload file 7 KB perdetik maka modem DSL mampu sekitar 1MB per detik. Adapun kelemahan DSL yaitu masalah jarak antara pengguna dengan sentral telepon. Semakin jauh jaraknya akan semakin lambat pula koneksinya, karena akan terjadi distorsi saat data lewat pada kabel telepon dan sinyal data akan banyak yang rusak. Karena itu, untuk memasang sebuah koneksi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan DSL ini yaitu pertama kita harus mengetahui apakah layanan tersebut ada di wilayah layanan DSL. Kedua, tentukan jenis modem DSL yang digunakan, hal ini berhubungan dengan jenis layanan DSL yang ditawarkan oleh ISP pilihan anda, beberapa perusahaan menyewakan modem tersebut dan termasuk dengan paket yang anda pilih, beberapa yang lain mungkin menjualkannya dengan harga promosi. Hal perlu diperhatikan, penggunaan modem eksternal memerlukan komputer yang dilengkapi dengan kartu Ethernet dan jika kita memilih paket full-rate, kita harus memasang splitter pada kabel telepon agar hubungan telepon tidak terganggu. Ketiga, biasanya perusahaan telepon bertindak sebagai penyedia jasa DSL dan ISP sekaligus, walaupun beberapa ISP yang menyediakan layanan DSL sendiri-sendiri, kita tetap membutuhkan jaringan telepon untuk mengaksesnya. Cable modem dewasa ini memiliki prospek yang cukup cerah, karena menawarkan kecepatan akses Internet yang lebih cepat dengan menggunakan jaringan TV kabel. Perangkat kabel modem ini berupa sebuah kotak eksternal yang disambungkan langsung ke PC memalui interface Ethernet.Cable modem tipe lama menggunakan fasilitas jaringan dari tv cable. Sementara tipe yang lebih baru menggunakan Hybrid Fibre-Coax (HFC). BEBERAPA TIPS PENTING Untuk menggunakan modem secara tepat dan aman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika anda masih menggunakan modem konvensional yang berbasis dial-up ke jaringan telepon, pastikan anda tidak sedang melakukan & lsquo;connection’ ketika terjadi hujan deras dan disertai petir, hal ini untuk menghindari kerusakan modem akibat sambaran petir, apalagi jika modem tersebut tidak menggunakan perangkat pelindung petir. Lebih baik putuskan sambungan kabel telepon anda dari modem tersebut. Selain itu, perhatikan budget pemakaian dan kecepatan modem ketika hendak membeli sebuah modem. Semua itu dihubungkan dengan kebutuhan kita akan hubungan dengan internet. Seorang yang bekerja dengan menggunakan internet hampir sepanjang hari, dengan aktifitas download dan pengiriman data yang besar dan banyak, tentu berbeda kebutuhannya dengan seseorang yang hanya menggunakan internet untuk mengirim dan mengechek e-mail biasa, sehingga membedakan akan kebutuhan modem dan jenis koneksi ke internet yang berbeda pula. Orang pertama tentu lebih menyukai fasiltas DSL atau cabel modem yang tentu memerlukan biaya koneksi yang mahal. Sedangkan orang kedua mungkin sudah cukup hanya dengan menggunakan modem konvensional 56 kbps yang berbasis dial-up dengan jaringan telepon biasa. Satu hal yang sangat perlu diperhatikan, gunakan modem yang tersedia dan banyak digunakan dipasaran. Jika fasilitas komputer dan prasarana disekeliling anda belum siap menggunakan teknologi seperti DSL dan cable modem, jangan dipaksakan, karena teknologi tersebut akan terbuang percuma karena tidak bekerja dengan maksimal.



Fungsi Modem
Fungsi Modem adalah merubah komunikasi dua arah dari sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya. Frekuensi sinyal digital yang dikirimkan dari komputer diubah menjadi sinyal analog terlebih dahulu oleh modem dan ditransmisi melalui kabel telepon untuk dihantarkan ke komputer lainnya dan sebaliknya.
Saat ini modem juga telah mengembangkan teknologi dengan menambah fasilitas voice modem yang dapat berfungsi sebagai saluran radio, percakapan melalui telepon maupun audio lainnya.
Untuk meminimalisir dari tingkat kesalahan yang terjadi ketika melakukan transmisi sinyal, modem juga akan melakukan pemeriksaan informasi yang diterima apakah rusak atau tidak dengan metode checksum jika terjadi kerusakan maka data tersebut akan dikirim kembali ke tempat asal.


Tipe-tipe Modem

  1. Modem Eksternal : Modem jenis ini biasanya dipasarkan dalam bentuk kotak dalam berbagai rupa. Ada yang segiempat, bulat, berbentuk telur dan macam-macam lagi. Modem jenis ini biasanya dihubungi melalui kabel ke port COM1, COM2 atau port lain yang sesuai di PC.  Kelebihan modem external adalah lebih mahal tapi tidak mudah disambar petir kalau dibandingkan dengan  modem internal dan lebih baik karena ia menggunakan perkakasannya sendiri untuk menjalankan modem fungsi modem tersebut tidak seperti software modem yang lain, lebih cepat dan  dibekalkan dengan fungsi lampu yang dapat menunjukkan proses perjalanan modem tersebut. 
  2. Modem Internal : Modem Internal yaitu modem berjenis kartu sirkit digunakan dengan memasang atau melekatkannya pada sirkuit PCI. Sirkuit PCI ini tersedia pada kebanyakan PC sekarang digunakan untuk menampung penambahan kartu pada PC seperti sound card, graphic card dan sebagainya. Biasanya, modern internal ini juga dikenal sebagai PCI modem. Kelebihan modem internal adalah lebih murah karena pembuatannya lebih singkat tanpa membutuhkan kotak dan dipasang tanpa memerlukan kabel.
  3. Modem Kabel : Modem Kabel adalah perangkat keras yang menghubungkan PC dengan sambungan TV. Jaringan TV kabel ini dapat dipakai untuk koneksi ke Internet dengan kecepatan maksimum 27Mbps downstream (kecepatan download ke pengguna) dan 2,5 Mbps upstream (kecepatan upload dari pengguna). Agar dapat menggunakan modem kabel, komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet (ethernet card). 
  4. Modem ADSL : Modem ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan internet dan menggunakan telepon analog secara bersama-sama.  ADSL diberikan sebuah alat yang disebut sebagai splitter atau pembagi line. Posisi splitter ditempatkan di depan ketika line telepon masuk tidak bisa mencabangkan line modem untuk ADSL dengan suara secara langsung. Alat splitter berguna untuk menghilangkan gangguan ketika anda sedang menggunakan ADSL modem. Dengan splitter keduanya dapat berjalan bersamaan, dimana anda dapat dapat menjawab dan menelpon seseorang dan tetap dapat terkoneksi dengan internet melalui ADSL modem.
  5. Modem Satelit : Modem Satelit adalah modem yang digunakan untuk menetapkan transfer data  menggunakan komunikasi satelit sebagai realay. Ada berbagai macam modem satelit dari akses internet untuk peralatan rumah multifungsi untuk digunakan perusahaan. Fungsi modem satelit adalah untuk mengubah sebuah bitstream masukan untuk sinyal radio dan sebaliknya. Perangkat ini digunakan dalam akses internet satelit dalam hal ini upload data ditransfer melalui konvensional PSTN modem atau ADSL modem.
  6. Wireless Modem : Wireless Modem adalah jenis modem yang menghubungkan ke jaringan nirkabel bukan pada sistem telepon. Bila pengguna internet menggunakan Wireless Modem maka mereka langsung melekat ke ISP nirkabel (Internet Service Provider) dan dapat mengakses internet.
Klasifikasi Jenis Modem Berdasarkan Hardware dan Area.
A. Hardware
Dilihat dari segi hardwarenya, ada 2 (dua) jenis :
1. Modem External

  • Jenis modem yang berada di luar PC
  • Dihubungkan melalui port COM atau USB
  • Memiliki kelebihan pada lampu lampu lednya yang berfungsi mengetahui status dari modem tersebut.
  • Tidak mengurangi daya dari power supply  

Arti Lampu indikator pada modem eksternal

  • OH : OffHook : Menunjukkan bahwa modem sedang bekerja. Kalau diumpamakan pesawat telepon, OH akan menyala saat gagang diangkat dan mati saat gagang diletakkan.
  • CD: Carrier Detect : Menunjukkan apakah ada carrier yang dikirim dari modem yang dihubungi atau tidak. Saat ada koneksi dengan modem lain, lampu CD akan menyala.
  • AA: Auto Answer : Fasilitas modem yang bisa menjawab secara otomatis panggilan dari modem lain. Apabila indikator AA menyala, modem bisa melakukan handshaking secara otomatis.
  • EC: Error Control : Fasilitas modem untuk koreksi error. Indikator EC yang menyala menunjukkan fasilitas koreksi error modem sedang aktif.
  • TD: Transmit Data : Indikator yang akan menyala saat modem sedang mengirimkan data.
  • RD: Receive Data : Indikator yang akan menyala saat modem menerima data.
  • DTR: Data Terminal Ready : Indikator yang menunjukkan modem siap digunakan untuk melakukan koneksi ke modem lain.

2. Modem Internal

  • Berada pada Slot-Slot MOBO di PC
  • Biasanya On-Board pada Notebook
  • Menggunakan daya Power Supply  

Modem yang bekerja secara hardware menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi-fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem, pekerjaan ini diambil alih oleh sebuah program driver.  Kecepatan koneksi juga sangat bergantung pada kualitas saluran telepon yang digunakan. Modem 56,6 kbps biasanya sangat jarang bisa mencapai kecepatan puncaknya. Umumnya koneksi tercepat yang bisa dicapai lewat saluran telepon konvensional adalah berkisar antara 45-50 kbps untuk downstream, tergantung jarak dari sentral saluran telepon yang digunakan (makin dekat tentunya makin baik), sedangkan untuk upstream maksimal hanya sebesar 33.6 kbps. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan saluran telepon yang memang pada dasarnya tidak dirancang untuk komunikasi data berkecepatan tinggi. 

B. Modem Area

  • MODEM LOKAL : Umumnya digunakan untuk jarak pendek dan berfungsi sebagai line driver, line receiver dan line transceiver dalam satu area yang kecil. Misalkan dalam satu gedung
  • MODEM SHARING UNIT : Digunakan secara bersama-sama oleh dua atau lebih unit PC (workstation) dalam satu area, dan umumnya digunakan secara bergantian.
  • MULTIPLEXED MODEM  : Digunakan untuk koneksi jarak jauh

Kecepatan transfer data banyak dipengaruhi oleh:

  • Kecepatan komputer anda
  • Perangkat keras dan lunak yang mengatur alur data antara jaringan dan internet
  • Kepadatan lalu-lintas internet yang melalui backbone internet dari penyedia jasa internet
  • Kemampuan dan kecepatan dari server di mana anda meminta/mengkases data
  • Jumlah pengguna yang mengakses suatu server pada saat yang bersamaan

Efisiensi Modem

  • Hanya Untuk Individual Workstation Saja, Dan Tidak Diperuntukan Untuk Jaringan Yang Lebih Luas
  • Sedangkan Untuk Koneksi Yang Lebih Banyak Lagi Dan Memiliki Skala Yang Besar Lebih Cocok Menggunakan Teknologi Wireless.

Perkembangan Modem
Perkembangan teknologi berkaitan dengan perkembangan teknologi chip dan komputer. Modem adalah salah satu bukti perangkat yang mengalami perubahan sebagai akibat perkembangan dari teknologi tersebut. Pada proses pengiriman informasi antara dua lokasi, pengirim dan yang dituju pada dasarnya memerlukan perangkat pengirim (transmitter), perangkat penerima (receiver) dan media transmisi sebagai jalan untuk informasi yang akan dikirim oleh trasmitter untuk kemudian diterima reciever.Perangkat pengirim harus mempunyai kemampuan untuk menerjemahkan informasi dari suatu bentuk "antar muka" baik berupa kata yang ditulis, suara yang diolah maupun objek gambar diam maupun bergerak. Ataupun gabungan dari beberapa gambar diam dan yang bergerak, dan gabungan. 
Dalam istilah komunikasi proses ini diistilahkan dengan proses modulasi. Proses modulasi dalam konteks modem diartikan sebagai proses pengubahan sinyal data digital menjadi sinyal analog untuk dapat dikirimkan melalui media transmisi (jaringan telepon / PSTN)[1]. 
Setelah diterima oleh perangkat penerima sinyal hasil modulasi tersebut dikembalikan lagi ke bentuk informasi yang semula untuk kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa manusia kembali. Proses ini dikenal dengan istilah demodulasi. Proses demodulasi adalah kebalikan dari proses modulasi yaitu mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital untuk dapat diteruskan ke parangkat digital. Maka perangkat modem adalah sepasang perangkat transmisi untuk mengirimkan informasi dengan modulasi dan mendemodulasi kembali informasi tersebut.