Jumat, 01 Januari 2016

Pengertian Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik

Beberapa definisi motivasi yang telah diuraikan mengacu pada faktor-faktor personal, seperti kebutuhan, minat, kuriositas, dan kesenangan. Sementara itu beberapa definisi yang lain menunjuk kepada faktor-faktor lingkungan atau faktor-faktor eksternal, seperti hadiah, pujian, tekanan sosial, atau hukuman. Motivasi yang muncul dari faktor-faktor seperti minat, atau kuriositas dinamakan motivasi intrinsik, sedangkan motivasi yang timbul dari keinginan untuk mendapatkan pujian atau hadiah dan menghindari hukuman dinamakan motivasi ekstrinsik (Woolfolk, 1993: 337).
Bila individu secara intrinsik termotivasi maka individu tersebut tidak membutuhkan insentif atau perangsang atau hukuman untuk membuatnya beraktivitas karena akrivitas itu sendiri sudah merupakan hadiah. Sebaliknya individu yang melakukan aktivitas karena motivasi ekstrinsik maka individu tersebut beraktivitas hanya untuk mendapatkan hadiah, menghindari hukuman, menyenangkan guru, atau demi beberapa alasan lain yang memiliki kaitan sedikit sekali dengan aktivitas yang dilakukan. Sesungguhnya tidak ada rasa tertarik yang muncul dari dalam diri individu tersebut untuk melakukan aktivitas yang sedang dikerjakan.
Sesuai dengan teori atribusi, persepsi individu terhadap penyebab perilakunya mempengaruhi cara kerjanya di masa depan (Dimyati dan Mudjiono, 2001: 75). Apabila individu bekerja karena motivasi eksternal maka disimpulkan bahwa minatnya kurang, sebaliknya apabila individu bekerja tanpa motivasi eksternal maka disimpulkan bahwa individu tersebut tertarik secara intrinsik terhadap pekerjaan yang dilakukan. Dengan demikian penguatan ekstrinsik dapat menurunkan motivasi intrinsik. Terkait dengan kondisi ini. Good dan Brophy (1990: 367) menyatakan bahwa motivasi intrinsik tergantung pada persepsi bahwa perilaku seseorang lebih banyak muncul dari penyebab-penyebab internal daripada tekanan eksternal dan bahwa motivasi instrinsik akan menurun jika perasaan kompetensi dan self-detenninasi seseorang berkurang. Lebih lanjut dikatakan bahwa akibat-akibat tindakan, termasuk umpan balik dan ganjaran terdiri dari dua bagian yakni elemen yang mengontrol (controlling elements) dan elemen-elemen infornasional. Selanjutnya Good dan Brophy mengidentifikasikan perilaku-perilaku yang termotivasi secara intrinsik, yaitu: pertama, terjadi bila orang merasa senang tetapi bosan sehingga termotivasi menemukan rangsangan yang baru, dan yang kedua mencakup penguasaan tantangan terhadap diri sendiri sehingga mengurangi disonansi atau ketidakjelasan.
Hasil meta analisis Soedomo (2001: 81) menemukan bahwa anak-anak yang dijanjikan hadiah untuk melakukan suatu kegiatan dapat menyelesaikan kegiatan tersebut dalam waktu yang lebih singkat daripada anak-anak yang diberikan hadiah tanpa pemberitahuan atau tanpa hadiah sama sekali. Artinya, motivasi ekstrinsik masih diperlukan umuk mendorong individu dalam beraktivitas. Nur et al. (2001: 124) mempertegas bahwa tergantung kepada aktivitas yang dilakukah dan cara pemberiannya, motivasi ekstrinsik dapat meningkatkan minat, menurunkan minat, atau tidak memiliki pengaruh sama sekali.
Selanjutnya Winkel (1984: 27) menjelaskan bahwa motivasi belajar terbagi atas dua bentuk yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik merupakan bentuk motivasi yang di dalamnya terkadang aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Contoh siswa rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan kepadanya oleh orang tuanya. Motivasi intrinsik merupakan bentuk motivasi yang di dalamnya mengandung aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Contoh siswa belajar karena ingin mengetahui seluk-beluk suatu masalah selengkap-lengkapnya.

Untuk memperjelas uraian ini maka berikut ini dikemukakan dimensi dan indikator motivasi berdasarkan teori motivasi belajar dari Good & Brophy (1990: 418) sebagai berikut:
  1. dimensi intrinsik dengan indikatomya: dorongan untuk teriibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, dorongan untuk mencari tahu hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran, dorongan untuk belajar secara mandiri, dan
  2. dimensi ekstrinsik dengan indikatomya dorongan untuk menghindari hukuman guru, dorongan untuk mendapatkan pujian dari guru, dorongan untuk menyenangi hati orang tua, dorongan untuk mendapatkan nilai yang bagus dan dorongan untuk mendapatkan pengakuan dari teman-teman.
Kegiatan belajar di sekolah memerlukan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Woolfolk: 1993: 337). Beberapa aktivitas belajar memang dapat menarik minat siswa. Guru dapat membangkitkan motivasi intrinsik siswa dengan memacu kuriositas dan membuatnya merasa memerlukan apa yang dipelajari. Akan tetapi motivasi intrinsik tidak dapat diharapkan sepenuhnya mendukung kegiatan belajar. Terdapat situasi di mana hadiah dan dorongan eksternal lainnya diperlukan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Guru harus mendorong dan memelihara motivasi intrinsik sambil menyiapkan motivasi ekstrinsik dengan tepat.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top