Jumat, 10 Juli 2015

Pengertian Malaria, Gejala Klinis dan Masa Inkubasi Malaria

A. Pengertian Malaria
Istilah malaria yang diperkenalkan oleh Dr. Francisco Totti dalam perkataan Itali bermaksud udara kotor. Malaria adalah suatu penyakit kawasan tropika yang biasa dan serius. Ia adalah suatu serangan protozoa yang dipindahkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk terutama pada waktu terbit dan terbenam matahari (Suara Medika, 2002).
Penyakit malaria dapat juga dikatakan sebagai penyakit yang muncul kembali (re-emerging disease). Dengan menipisnya lapisan ozon mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan, keterbatasan sumber air bersih, kerusakan rantai makanan di laut, musnahnya ekosistem terumbu karang dan sumber daya laut lainnya. Dampak berikutnya adalah terjadinya pemanasan global (global warming). Pemanasan global yang terjadi saat ini mengakibatkan penyebaran penyakit parasitik yang ditularkan melalui nyamuk dan serangga lainnya semakin mengganas. Perubahan temperatur, kelembaban nisbi, dan curah hujan yang ekstrim mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur sehingga vektor yang tularkan penyakit pun bertambah dan sebagai dampaknya muncul berbagai penyakit, diantaranya demam berdarah dan malaria (Ridad, 2003).


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria seperti gejala pada penderita influenza, bila tidak diobati maka akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian .
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.
Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.

B. Gejala Klinis Malaria dan Masa Inkubasi
Gejala klinis malaria meliputi keluhan dan tanda klinis merupakan petunjuk yang penting dalam diagnosa malaria. Gejala klinis ini dipengaruhi oleh jenis/strain Plasmodium, imunitas tubuh dan jumlah parasit yang menginfeksi. Waktu mulai terjadinya infeksi sampai timbulnya gejala klinis dikenal sebagai waktu inkubasi, sedangkan waktu antara terjadinya infeksi sampai ditemukannya parasit dalam darah disebut periode prepaten (Harijanto, 2000).

a) Gejala Klinis
Gejala klasik malaria yang biasanya terdiri dari tiga stadium (Trias Malaria), yaitu (Depkes, 2003) :
1. Periode dingin
Mulai menggigil, kulit dingin dan kering, penderita sering membungkus diri dengan selimut dan pada saat menggigil sering seluruh badan bergetar dan gigi saling terantuk, pucat sampai sianosis seperti orang kedinginan. Periode ini berlangsung 15 menit sampai 1 jam diikuti dengan meningkatnya temperatur.
2. Periode panas
Penderita muka merah, kulit panas dan kering, nadi cepat dan panas badan tetap tinggi dapat mencapai 40 0C atau lebih, respirasi meningkat, nyeri kepala, terkadang muntah-muntah, dan syok. Periode ini lebih lama dari fase dingin, dapat sampai 2 jam atau lebih diikuti dengan keadaan berkeringat.
3. Periode berkeringat
Periode berkeringat mulai dari temporal, diikuti seluruh tubuh, sampai basah, temperatur turun, lelah, dan sering tertidur. Bila penderita bangun akan merasa sehat dan dapat melaksanakan pekerjaan seperti biasa.
Di daerah dengan tingkat endemisitas malaria tinggi, sering kali orang dewasa tidak menunjukkan gejala klinis meskipun darahnya mengandung parasit malaria. Hal ini merupakan imunitas yang terjadi akibat infeksi yang berulang-ulang. Limpa biasanya membesar pada serangan pertama yang berat/setelah beberapa kali serangan dalam waktu yang lama. Bila dilakukan pengobatan secara baik maka limpa akan berangsur-angsur mengecil.
Keluhan utama malaria adalah demam, menggigil, dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal. Untuk penderita terangka malaria berat, dapat disertai satu atau lebih gejala berikut: gangguan kesadaran dalam berbagai derajat, kejang-kejang, panas sangat tinggi, mata atau tubuh kuning, perdarahan di hidung, gusi atau saluran pencernaan, nafas cepat, muntah terus-menerus, tidak dapat makan minum, warna air seni seperti teh tua sampai kehitaman serta jumlah air seni kurang sampai tidak ada (Depkes, 2003).

b) Masa Inkubasi
1. Masa Inkubasi pada Manusia (Ekstrinsik) (Harijanto, 2000)
Masa inkubasi bervariasi pada masing-masing Plasmodium. Masa inkubasi pada inokulasi darah lebih pendek dari infeksi sporozoit. Secara umum masa inkubasi Plasmodium falcifarum adalah 9 sampai 14 hari, Plasmodium vivax adalah 12 sampai 17 hari, Plasmodium ovale adalah 16 sampai 18 hari, sedangkan pada Plasmodium malariae bisa 18 sampai 40 hari. Infeksi melalui transfuse darah, masa inkubasinya tergantung pada jumlah parasit yang masuk dan biasanya bisa sampai kira-kira 2 bulan.
2. Masa Inkubasi pada Nyamuk (Intrinsik) (Harijanto, 2000)
Setelah darah masuk ke usus nyamuk maka protein eritrosit akan dicerna oleh enzim tripsin kemudian oleh enzim aminopeptidase dan selanjutnya karboksipeptidase, sedangkan komponen karbohidrat akan dicerna oleh glikosidase. Gametisot matang dalam darah akan segera keluar dari eritrosit selanjutnya akan mengalami proses pematangan dalam usus nyamuk untuk menjadi gamet (gametogenesis). Adapun masa inkubasi atau lamanya stadium sporogoni pada nyamuk adalah P vivax 8-10 hari, P palcifarum 9-10 hari, P ovale 12-14 hari dan P malariae 14-16 hari.

C. Penyebaran Malaria
Malaria adalah penyakit yang penyebarannya di dunia sangat luas, yakni antara garis bujur 600 di Utara dan 400 di Selatan yang meliputi lebih dari 100 negara yang beriklim tropis. Penduduk yang berisiko terhadap malaria berjumlah 2,3 miliar atau 41% dari penduduk dunia. Setiap kasus malaria berjumlah 300-500 juta dan mengakibatkan 1,5 sampai dengan 2,7 juta kematian, terutama di Afrika Sub-Sahara. Wilayah di dunia yang kini sudah bebas dari malaria adalah Eropa, Amerika Utara, sebagian besar Timur Tengah, sebagian besar Karabia, sebagian besar Amerika Selatan,Australia dan Cina (Harijanto, 2000). WHO mencatat setiap tahun tidak kurang dari 1 hingga 2 juta penduduk meninggal karena penyakit yang disebarluaskan nyamuk Anopheles itu (Ridad, 2003).
Di Indonesia saat ini, malaria juga masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. Rata-rata kasus malaria diperkirakan sebesar 15 juta kasus klinis pertahun. Penduduk yang terancam malaria adalah penduduk yang umumnya tinggal di daerah endemik malaria. Diperkirakan sebesar 85,1 juta dengan tingkat endemisitas dari rendah, sedang, dan tinggi (Achmadi, 2005).
Penyakit malaria ini menyebar cukup merata dan yang paling banyak dijumpai adalah di luar Jawa-Bali, bahkan di beberapa tempat dapat dikatakan sebagai daerah endemis malaria yang tinggi (High Incidence Area = HIA). Menurut hasil pemantauan program diperkirakan sekitar 35% penduduk Indonseia tinggal di daerah endemis malaria. Perkembangan penyakit malaria ini beberapa tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan di semua wilayah. Di Jawa-Bali ditandai dengan meningkatnya kasus insiden malaria dengan indikator API (Annual Parasite Incidece) sebesar 0,12 per 1000 penduduk pada tahun 1997, meningkat menjadi 0,62 per 1000 penduduk pada tahun 2001. Begitu juga dengan situasi yang terjadi di luar Jawa-Bali, dimana insiden malaria berdasarkan gejala klinis tanpa konfirmasi laboratorium cenderung meningkat, yakni dari 16,1 per 1000 penduduk tahun 1997 menjadi 26,2 per 1000 penduduk pada tahun 2001 (Pusdatin. Jurnal, 2003).
 

Facebook Twitter Google+

1 komentar:

nice informasi tentang penyakit malaria nya sob...
http://www.idmedis.com

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top