Jumat, 03 Juli 2015

Model Komunikasi

Model interaksional ini merujuk pada model komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial yang menggunakan perspektif interaksi simbolik dengan tokoh utamanya George Herbert Mead dengan salah seorang muridnya Herbert Blumer.
Menurut model interaksi simbolik, orang-orang sebagai peserta komunikasi (komunikator) bersifat aktif, reflektif, dan kreatif, menafsirkan, menampilkan perilaku yang rumit dan sulit diramalkan.
Dalam konteks ini, Blumer mengemukakan tiga premis, yaitu :
  1. Manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan individu terhadap lingkungan sosialnya (simbol verbal, simbol nonverbal, lingkungan fisik).
  2. Makna itu berhubungan langsung dengan interaksi sosial yang dilakukan individu dengan lingkungan sosialnya.
  3. Makna diciptakan, dipertahankan, dan diubah lewat proses penafsiran yang dilakukan individu dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.


Sumber : B. Aubrey Fisher. Teori-Teori Komunikasi. Penerj. Soejono Trimo. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1986, hlm. 242.
                                 
Menurut model gambar diatas para peserta komunikasi yang terdapat didalamnya merupakan orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain (Role Taking).
Diri (Self) berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan lingkungan terdekatnya seperti keluarga (significant others) dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan (play stage) dan terus berlanjut hingga ke lingkungan luas (generalized others) dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan (game stage). Dalam interaksi itu, individu selalu melihat dirinya melalui perspektif (peran) orang lain. Maka konsep diri pun tumbuh berdasarkan bagaimana orang lain memandang diri individu tersebut.
 
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top