Rabu, 15 Juli 2015

Konsep Peningkatan Pajak dan Retribusi Daerah

Secara umum konsep peningkatan pajak dan retribusi daerah dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu upaya ekstensifikasi dan intensifikasi.
1) Upaya Ekstensifikasi
Ekstesifikasi merupakan suatu kondisi yang menekankan pada upaya penjangkauan sesuatu secara lebih luas daripada yang telah ada. Sedangkan ekstensifikasi pajak menurut Soemitro (1988:384) adalah :
Perluasan pemungutan pajak dalam arti :
  1. Penambahan pajak baru dengan menemukan wajib objek pajak baru
  2. Menciptakan pajak-pajak baru, atau memperluas ruang lingkup pajak yang ada.
2) Upaya Intensifikasi
Intensifikasi memiliki makna penekanan dalam pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada. Adapun langkah-langkah intensifikasi, berdasarkan Sari Kajian Fiskal dan Moneter (1996:39) “dimaksudkan untuk mengefektifkan pemungutan pajak terhadap subjek dan objek pajak yang sudah dikenakan sebelumnya dengan memberikan kegiatan penerangan, penyuluhan dan sosialisasi pajak lainnya”.
Selanjutnya menurut Soemitro (1988:77) :
Sistem intensifikasi pajak maksudnya untuk meningkatkan pajak dengan mengintesifkan segi-segi:
  1. Intensifikasi perundang-undangannya
  2. Meningkatkan kepastian hukum
  3. Mengintensifkan peraturan pelaksanaan
  4. Meningkatkan mutu aparatur perpajakkan
  5. Meningkatkan fungsi dan menyesuaikan organ/struktur perpajakan sehingga sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi
  6. Memberantas pemalsuan pajak
  7. Meningkatkan pengawasan terhdap pelaksanaan dan pematuhan peraturan perpajakan dan meningkatkan pengawasan melekat.
Dari kedua upaya peningkatan pajak dan retribusi daerah di atas, penggunaannya harus mempertimbangkan potensi-potensi yang dimiliki maupun situasi dan kondisi yang dihadapi oleh organisasi. Sehingga sebelum kita membahas lebih lanjut tentang upaya peningkatan pajak dan retribusi daerah oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda), perlu dipahami terlebih dahulu tentang konsep organisasi.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top