Jumat, 03 Juli 2015

Definisi Pengertian Ilmu Komunikasi

Secara etimologis, Onong U.Effendy memberikan pengertian komunikasi sebagai berikut : Istilah komunikasi dalam bahasa inggris yaitu “Communication” berasal dari bahasa latin yaitu “Communicatio” dan bersumber dari kata “Communis” yang berarti sama makna.
Komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Dalam menjalin hubungan dengan sesamanya, manusia secara sadar maupun tidak sadar telah terlibat di dalam suatu proses yang disebut komunikasi, baik secara verbal maupun non verbal.
Menurut Wilbur Schram yang dikutip Rusady Ruslan, Kampanye Public Relations, (1992 : 6) bahwa komunikasi merupakan :
“Faktor penting dalam komunikasi, karena apabila pengalaman komunikator atau penyampai pesan sama dengan komunikan atau penerima pesan, maka otomatis komunikasi akan berlangsung dengan lancar dan baik.”

Menurut uraian diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa obyek studi ilmu komunikasi yaitu bukan hanya dalam bidang pengalaman komunikator dan komunikan yang sama tetapi makna antara komunikator dan komunikan juga harus sama sehingga komunikasi yang terjadi akan berjalan baik dan lancar.
Komunikasi berlangsung melalui suatu proses, Onong U. Effendy (1994 : 11) mengemukakan bahwa proses komunikasi pada hakikatnya adalah :
“Proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul cari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemurahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.”

Kesimpulan yang dapat diambil mengenai komunikasi adalah komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan antara komunikator kepada komunikan yang berupa lambang atau kata-kata untuk mencapai hasil yang diinginkan oleh komunikator dengan tujuan mengubah sikap, prilaku dan pandangan.
Proses komunikasi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran tersebut bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lainnya yang muncul dari benaknya.
Dalam prakteknya diperlukan suatu alat perantara komunikasi atau saluran komunikasi agar proses penyampaian pesan dari komunikator berjalan secara efektif. Ada dua cara agar proses penyampaian berjalan secara efektif, cara yang pertama adalah dengan komunikasi tatap muka (face to face) dimana melibatkan seluruh panca indera.
Dalam teori komunikasi, community relations termasuk ke dalam komunikasi antar pribadi (Interpersonal Communication). Komunikasi antar pribadi ((Interpersonal Communication) dalam buku Teori-Teori Komunikasi adalah komunikasi antar perorangan dan bersifat baik yang terjadi secara langsung ataupun tidak langsung. (Jalaluddin Rakhmat, 1989 : 91).
Pada hakikatnya komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan komunikan. Komunikasi antar pribadi bersifat dialogis, artinya arus balik terjadi langsung. Komunikator dapat mengetahui tanggapan komunikan saat itu juga. Komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif, negative, berhasil atau tidak. Jika tidak berhasil, maka komunikator dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya. Komunikasi antar pribadi mempunyai peranan cukup besar untuk mengubah sikap. Hal itu karena komunikasi ini merupakan proses penggunaan informasi secara bersama (sharing process).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi yang dimaksud adalah bentuk komunikasi face to face yang disampaikan oleh perorangan (komunikator) di dalam suatu interaksi melalui perangsang berupa pesan dengan menggunakan lambang-lambang baik secara verbal (menggunakan kata-kata, lisan dan tulisan) maupun secara non verbal (ekspresi wajah, sikap, gambar dan warna)
yang ditujukan kepada orang lain (komunikan) berupa percakapan atau diskusi yang akhirnya terjadi umpan balik (feed back) antar komunikator dan komunikan.
Prinsip dasar dari komunikasi antar pribadi adalah bahwa setiap orang yang berkomunikasi akan membuat prediksi tentang efek atau perilaku komunikasinya, yaitu bagaimana pihak yang menerima pesan (komunikan) memberikan reaksi.
Komunikasi interpersonal, dianggap sebagai komunikasi yang paling ampuh dan efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku. Hal ini dinyatakan oleh Onong, yaitu :
“Komunikasi interpersonal karenanya situasinya tatap muka, oleh para ahli komunikasi dianggap sebagai jenis komunikasi efektif untuk mengubah sikap, pendapat, dan perilaku (attitude, opinion, and behaviour change) seseorang. Efektifnya komunikasi persuasive dalam situasi komunikasi seperti itu ialah karena terjadinya personal contact yang memungkinkan komunikator mengetahui, memahami, dan menguasai kondisi fisik dan mental komunikan sepenuhnya, suasana lingkungan, tanggapan komunikan secara langsung”. (Onong, 1997 : 125-126)

Dari penjelasan diatas, jika dikaitkan dengan penelitian ini maka, komunikasi antar pribadi (Interpersonal Communication) merupakan suatu komunikasi yang turut berpengaruh terhadap keluasan dan kedalaman informasi yang dikomunikasikan, sehingga memudahkan perubahan sikap yang terjadi dengan komunikan, dalam hal ini adalah komunitas.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top