Jumat, 03 Juli 2015

Definisi Pengertian Humas

Menurut F. Rachmadi, Public Relations dalam Teori dan Praktek (1992 :7), menyebutkan bahwa Humas adalah :
“Usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara satu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui suatu proses komunikasi timbal balik atau dua arah. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adanya mutual understanding, mutual confidence dan image yang baik. Ini semua merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Humas untuk mencapai hubungan yang harmonis”

Dari uraian diatas jelas disebutkan bahwa Humas adalah suatu proses untuk menciptakan hubungan baik dan harmonis antara perusahaan atau organisasi dengan publik sehingga dapat menciptakan image baik dan positif tentang perusahaan atau organisasinya.
Sedangkan menurut J.C Seidel yang dikutip oleh Abdurrachman, Dasar-Dasar Public Relations (1995 : 25), bahwa public relations adalah :
“Public relations adalah suatu proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh good will dan pengertian dari para langganannya, pegawai-pegawainya dan publik pada umumnya. Ke dalam, mengadakan analisa dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri. Ke luar, dengan mengadakan pernyataan-pernyataan.“

Dari uraian diatas bahwa humas adalah proses untuk menjalin hubungan dengan publiknya untuk menumbuhkan saling pengertian dan memperoleh good will dengan mengadakan kegiatan ke dalam dan ke luar.
Jadi dari semua definisi dapat ditarik kesimpulan bahwa humas adalah suatu kegiatan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya agar tercapai sikap saling pengertian dan tentunya menciptakan citra atau image baik dan positif perusahaan.
Humas dapat memberikan kontribusi dalam proses strategi management melalui 2 cara, menurut Kasali (1994:44), yaitu :
“Pertama melakukan tugasnya sebagai bagian dari strategi manajemen keseluruhan organisasi dengan melakukan survey atas lingkungannya dan membantu mendefinisikan misi, sasaran dan objectives organisasi/perusahaan. Keterlibatan PR dalam proses menyeluruh ini akan memberi manfaat yang besar bagi perusahaan dan sekaligus bagian PR itu sendiri. Khususnya pada level korporet, tanpa keterlibatan itu PR akan melakukan kegiatan secara membabi buta. Ia hendaknya menjadi penghias perusahaan yang menghabiskan uang dengan sia-sia.”

Dari uraian diatas menjelaskan bahwa dalam proses strategi managemennya, humas melakukan survey dan membantu perusahaan dalam mencapai sasarannya agar perusahaan mendapat keuntungan dari adanya keterlibatan humas sepenuhnya.
Menurut Ruslan Rosady dalam bukunya Manajemen PR dan Media Komunikasi (2005:22), seorang humas dituntut untuk memiliki 4 kemampuan, yaitu :
  1. Memiliki kemampuan mengamati dan menganalisis suatu persoalan berdasarkan fakta lapangan, perencanaan kerja, komunikasi dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya.
  2. Kemampuan untuk menarik perhatian melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif, inovatif, dinamis dan menarik bagi public dan target sasaran.
  3. Mampu untuk mempengaruhi pendapat umum, melalui kekuatan humas (power of the PR) dalam merekayasa pandangan yang searah dengan kebijakan organisasi atau instansi yang diwakilinya itu dalam posisi yang saling menguntungkan.
  4. Kemampuan humas menjalin suasana percaya, toleransi saling menghargai, good will dan lain sebagainya dengan berbagai pihak.”
Dengan demikian maka pendukung program kerja dan peran pokok humas adalah demi kepentingan umum dapat memelihara komunikasi yang baik dengan pihak dalam (intern) maupun di luar (ekstern) organisasi tersebut.
Fungsi pokok Humas menurut Canfield and Moore (Muhammad Fauzi, 1997:3) dalam Hakekat dan Peran PR adalah sebagai berikut :
a. Menafsirkan opini publik kepada pimpinan dan mengumpulkan informasi tentang tingkah laku masyarakat.
b. Mengingatkan pimpinan akan arah pemikiran politik, social dan ekonomi.
c. Memperhatikan unsur-unsur manajemen dalam melaksanakan kegiatan yang menguntungkan diri kepada hubungan antara perusahaan dengan masyarakat.
d. Menyarankan langkah-langkah kebijaksanaan yang harus ditempuh untuk menanggulangi hubungan tersebut agar tetap terjalin hubungan yang harmonis.
Pada dasarnya, humas (Public Relations) merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang non komersial. Karena humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. Arti penting humas sebagai sumber informasi terpercaya kian terasa pada era globalisasi dan “banjir informasi” seperti saat ini.
Dalam kegiatannya, menurut Onong U.Effendy, Ilmu Komunikasi, Teori, dan Praktek (1993:137) bahwa publik humas dibagi dalam dua kegiatan yang ditujukan pada khalayak yang berbeda, yaitu :
1. Publik Internal
adalah Orang-orang yang berada didalam atau tercakup oleh organisasi, seluruh pegawai mulai dari staf sampai karyawan bawahan dalam perusahaan juga termasuk didalamnya para pemegang saham.
Yang termasuk publik internal adalah :
a. Hubungan dengan publik karyawan (employee relations)
b. Hubungan dengan publik buruh (labour relations)
c. Hubungan dengan publik pemegang saham (stockholder relations)
d. Hubungan dengan para manager (manager relations)
e. Hubungan insani (human relations)

2. Publik Eksternal
adalah Orang-orang yang berada diluar organisasi yang ada hubungannya dan yang diharapkan ada hubungannya dengan organisasi atau perusahaan.
Yang termasuk publik eksternal adalah :
a. Hubungan dengan pers (press relations)
b. Hubungan dengan pemerintah (government relations)
c. Hubungan dengan pelanggan (customer relations)
d. Hubungan dengan konsumen (consumer relations)
e. Hubungan dengan masyarakat sekitar (community relations)
f. Hubungan dengan bidang pendidikan (educational relations)
g. Hubungan dengan masyarakat umum (general relations)
h. Hubungan dengan pemasok (supplier relations)

Dalam kaitannya dalam hal ini, Jefkins yang diterjemahkan oleh Munandar, Public Relations (1995 : 172) menyatakan bahwa :
“Internal public relations sama pentingnya dengan eksternal public relations, karena ke dua bentuk hubungan tersebut diumpamakan sebagai dua sisi mata uang yang mempunyai arti yang sama dan saling terkait satu sama lain.”

Jika dikaitkan dengan definisi yang ada maka kegiatan humas tak lepas dari kegiatan internal dan eksternal dengan menggunakan komunikasi dua arah, terutama dalam menyebarluaskan informasi tentang berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan kualitas pelayanan jasa telekomunikasi. Hal ini berdasar pada fungsi humas PT Telkom yaitu “sebagai pembentuk citra (image marker), jembatan informasi dan “bemper” bagi pimpinan perusahaan”.
(Telkom, 2000 : 8)
Jika dikaitkan dengan penelitian ini Humas merupakan bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dalam hubungannya dengan komunitas, peran Humas disini adalah menimbulkan pemahaman akan pentingnya arti komunitas dikalangan manajer perusahaan. Selain dapat memelihara dan membina hubungan baik dengan komunitas juga dapat menciptakan image baik bagi perusahaan itu sendiri.
Kegiatan yang dilakukan Humas dengan community relations adalah untuk menciptakan hubungan timbal balik diantara keduanya, karena perusahaan atau organisasi tidak luput dari publiknya sendiri seperti masyarakat yang berada disekitar perusahaan atau organisasi tersebut
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top