Selasa, 23 Juni 2015

Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

Depdiknas, (2007 : 4) menyebutkan bahwa tahapan-tahapan perkembangan membaca pada anak usia dini, diantaranya yaitu :
a. Tahap pantasi (magical stage)
b. Tahap pembentukan konsep diri (self consep stage)
c. Tahap membaca gambar (bridging reading stage)
d. Tahap pengenalan bacaan( take-of reader stage)
e. Tahap membaca lancar (independen reader stage)
 
Berikut ini ada beberapa tips kreatif mengajarkan membaca huruf hijaiyah pada anak, usia dini antara lain:
1. Memberi nama pada semua benda yang ada di kelas/rumah, dengan kartu yang ditulis dengan spidol besar. Dengan seringnya anak melihat, di dalam otak anak akan terbentuk reaksi menghafal sedikit demi sedikit, dari nama benda secara utuh, dan kemudian secara detail perhuruf.
2. Bermain tebak kartu dengan mencocokkan kartu-kartu yang bergambar dengan kartu yang yang hanya berisikan tulisan. Misalnya kartu bergambar baju dengan kartu yang bertulisan baju. Untuk memudahkan bisa diberi petunjuk dengan warna-warna yang sama.
3. Jangan mengajarkan huruf terlebih dahulu, karena pada usia 2-6 tahun anak belum dapat menghafal symbol dan berfikir logis. Jika kita terburu-buru mengajak anak untuk menghafal abjad, maka masa bermain anak akan terlewatkan, sehingga hanya otak kiri saja yang berkembang, itupun tidak maksimal.
4. Tumbuhkan minat baca anak dengan kebiasaan membacakan buku cerita menjelang tidur, pilihlah buku yang bergambar menarik dan bertulisan besar-besar. Sisihkan 15-20 menit untuk membacakannya karena pada saat inilah daya ingat anak semakin kuat.
5. Akan lebih baik lagi bila anda mempunyai computer di rumah. Dengan adanya berbagai software yang tersedia di toko-toko buku, anda bisa mengajarkan anak membaca dan sekaligus mahir bermain komputer.
6. Bila minat baca anak mulai tumbuh dan usia yang tepat (dini), mulailah memperkenalkan huruf dimulai dari namanya sendiri, misalnya anak dilibatkan untuk menyusun huruf-huruf yang membentuk namanya. Ketika ia mulai lancar mengucapkan huruf-huruf pada namanya, tambahkan kata lain yang mudah dimengerti, misalnya mama, papa, dan seterusnya.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top