Selasa, 23 Juni 2015

Pentingnya Do’a Harian Bagi Anak Usia Dini

Do’a artinya permohonan atau harapan, permintaan, pujian kepada tuhan. Sedangkan berdo’a yaitu mengucapkan atau memanjatkan do’a kepada Tuhan. (KBBI, 2003 : 270)
Membiasakan diri melatih anak mengucapkan do’a / lapadz/-lapadz bacaan sholat seperti yang dilakukanoleh Hambali kepada anaknya merupakan langkah awal untuk menanamkan rasa cinta terhadap Allah swt bagi anak, juga merupakan salah satu cara untuk membentuk tauhidbagi anak usia dini.
Menanamkan tauhid kepada anak sebenarnya bisa dimulai sejak usia 0-2 tahun. Untuk menanamkan tauhid pada amsa ini, rasululah telah memberikan contoh mengumandangkan adzan ke telinga cucunya Hasan yang baru lahir. (Imam Musbikin, 2003 : 413)
Menyampaikan materi hapalan kepada anak usia Taman Kanak-Kanak tidak dapat disampaikan secara langsung dan cepat, terlebih-lebih untuk materi hapan yang panjang seperti hapalan do’a harian. Termasuk dalam penyampaiannya sukar untuk mempergunakan media pembelajaran seperti gambar dan yang lain sebagainya. Untuk itu, penyampaian materi hapalan do’a hendaknya disampaikan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Jelaskan mengenai do’a dan isi yang terkandung dalam do’a hapalan yang akan disampaikan.
b. Lakukan Tanya jawab mengenai materi yang djelaskan,
c. Bacakan do’a yang akan disampaikan secara keseluruhan oleh guru, dan anak hanya mendengarkan,
d. Kemudian, guru membacakan satu ayat-satu ayat perlahan-lahan,
e. Kemudian guru menyuruh anak untuk menghapalnya dengan cara mengucapkannya satu kata-satu kata sampai anak menghapal satu ayat,
f. Sebelum anak hapal satu ayat, jangan dilanjutkan ke ayat berikutnya.
g. Lakukan secara berulang-ulang sampai anak hapal satu ayat, setelah itu baru dilanjutkan ke ayat berikutnya,
h. Beri pujian pada anak yang sudah hapal serta beri motivasi.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top