Selasa, 23 Juni 2015

Pengertian Metode Bernyanyi

Menyanyi adalah satu halyang tak terpisahkan dari dunia anak-anak. Menyenandungkan lagu atau nyanyian, apalagi yang berirama riang, sungguh kegiatan yang mereka gandrungi. Hal ini tidaklah mengherankan, karena lagu atau nyanyian pada dasarnya adalah suatu bentuk dari bahasa nada (melodi), yaitu bentuk harmoni dari tinggi rendahnya suara. (Katri Hari Sukarsih, 2002 : 117).
Demikian menurut fitrahnya manusia, yang menyukai keindahan. Dalam soal suara, anak pasti akan lebih menyukai nada-nada suara yang indah, mengandung harmoni, sehingga enak didengar. Bentuk harmoni yang indah itu kemudian diusahakan agar dapat diulang kembali, diperdengarkan lagi, ditirukan, bahkan disebarluaskan.

Ada beberapa fungsi nyanyian bagi anak menurut Katri Hari Sukarsih (2002 : 119), yaitu
a. Pendidikan emosi
Sebagaimana bermain, bernyanyi amat bermakna bagi anak-anak.melalui kegiatan bernyanyi anak-anak akan menemukan dunia sejatinya yang khas, yaitu dunia yang menyenangkan,dunia yang memberikan kebebasan berekspresi. Nyanyian atau lagu biasanya telah diciptakan dengan membawa satu jiwa emosi tertentu. Misalnya ada lagu gembira, lgu penuh semangat, lagu sedih, dan sebagainya.

b. Pendidikan motorik
Lagu atau nyanyian memang mempunyai efek lain, yaitu efek penggerakan tubuh. Setiap lagu tidak akan terlepas adari adanya ketukan, yang mempengaruhi cepat atau lambatnya nada. Hal inilah yang kemudian merangsang tubuh untuk mengikutinya, sehingga terjadi gerakan ritmis sesuai dengan ketukan-ketukan lagu.

c. Pengembangan daya imajinasi
Sebuah lagu selalu memiliki tema tertentu. Ada pula lagu yang memang mempunyai “jalan cerita” tersendiri. Ada lagu tentang profil seorang tukang pos, keindahan hidup di desa, lagu tentang perasaan seorang anak yang menjadi anak yatim, dan sebagainya. Lagu-lagu semacam ini sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk mengembangkan daya fantasinya. Bahkan bila kita perhatikan, penulis lagu anak-anak yang memiliki jiwa kependidikan yang tinggi, memberi tempat pada unsur imajinatif dari lagu-lagunya. Di dalam lirik lagu Bintang Kecil misalnya, terdapat kalimat-kalimat yang amat imajinatif khas anak-anak : “Aku ingin terbang dan menari. Jauh tinggi ke tempat kau berada … “ Seolah anak-anak bisa terbang dan menari-nari di angkasa. Perhatikan pula lirik lagu: “Ambilkan bulan Bu … ambilkan bulan Bu…” lirik lagu ini membuat anak-anak berfantasi seolah-olah bulan bisa dipetik seperti mangga. Demikian pula dengan lagu doa : “ ditangan ini doa. Di mulut ini ada doa , di hati ini ada doa… “. Dari kalimat-kalimat itu seolah teergambar bahwa doa adalah sebuah benda kongkret yang bisa nangkring di tangan, di mulut, di hati.

d. Peneguhan eksistensi diri
e. Pengembangan kemampuan berbahasa
f. Pengembangan daya intlektual
Lagu atau nyanyian akan membawa pengetahuan barubagi anak. Banyak lagu khusus diciptakan untuk menambah wawasan anak-anak mengenai berbagai hal. Bisa memperkenalkan nama-nama tumbuhan, binatang, benda-benda langit, profesi, macam-macam rasa, warna, bilangan, dan lain sebagainya.lagu juga bisa digunakan sebagai metode untuk memperkenalkan sebuah bentuk dan benda.
Dalam kaitannya dengan kegiatan menggambar, anak akan lebih mudah menuangkan goresan tangan dari pengenalan bentuk dan nama benda yang ia dengan lewat nyanyian. Bentuk dan benda yang anak dengan akan menyusunnya menjadi sebuah gambar.

g. Pengembangan kekayaan rohani dan nilai-nilai agama
Menyanyi adalah keterampilan yang berbasis pada memori otot. Ini merupakan perpanjangan dari proses berbicara. Untuk menjadi penyanyi yang baik, maka seseorang harus mampu bernafas dengan benar, bernyanyi dengan kuat (resonansi) dan menyanyi sesuai nada.

Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top