Senin, 29 Juni 2015

Pengertian Disparitas Pendapatan Antar Daerah

Aspek “keadilan dan pemerataan” dapat ditinjau berdasarkan hubungan interpersonal, tetapi juga dapat ditinjau menurut antardaerah. Secara interpersonal, menunjukkan apakah pendapatan antar individu atau kelompok anggota masyarakat sudah adil dan merata. Sementara itu antar daerah menunjukkan pemerataan yang terjadi antar daerah, baik antar propinsi maupun antar kabupaten/kota.
Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) yang terbaru (neraca SNSE), terlihat bahwa kesenjangan antar daerah terlihat makin memburuk, baik ditinjau dari berbagai indikator seperti pendapatan perkapita antar daerah, konsumsi per kapita antar daerah, maupun banyaknya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Distribusi pendapatan menguraikan bagaimana tingkat pendapatan masyarakat pada suatu negara ditinjau dari tiga segi, yaitu :
  1. Pembagian pendapatan antar golongan pendapatan (Size distribution of income) atau ketimpangan pendapatan secara relatif.
  2. Pembagian pendapatan antar daerah perkotaan dan pedesaan (Urban rural income disparities).
  3. Pembagian pendapatan antar daerah (regional income disparities).
Jadi pada prinsipnya distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Secara umum terdapat berbagai kriteria atau tolak ukur untuk menilai tingkat distribusi yang dimaksud, yaitu :
  1. Kurva Lorenz
  2. Indeks Gini
  3. Kriteria bank dunia
Kurva Lorenz akan menggambarkan distribusi kumulatif pendapatan nasional di kalangan lapisan-lapisan penduduknya secara kumulatif pula. Kurva ini terletak di dalam sebuah bujur sangkar yang sisi tegaknya melambangkan persentase kumulatif pendapatan nasional, sedangkan sisi datarnya mewakili persentase kumulatif penduduk.
Kurva Lorenz yang semakin dekat ke diagonal (semakin lurus) menyiratkan distribusi pendapatan nasional yang semakin merata, sebaliknya jika kurva Lorens semakin jauh dari diagonal (semakin lengkung) maka mencerminkan keadaan yang semakin buruk, distribusi pendapatan nasional semakin timpang atau tidak merata

Indeks Gini adalah suatu koefisien yang yang berkisar dari angka 0 hingga 1, menjelaskan kadar kemerataan (ketimpangan) distribusi pendapatan nasional.  Semakin kecil (Semakin mendekati nol) koefisiennya, pertanda semakin baik atau merata distribusi.  Di lain pihak, koefisien yang kian besar (semakin mendekati satu) mengisyaratkan distribusi yang kian timpang.  Angka rasio Gini dapat ditaksir secara visual langsung dari kurva Lorenz, yaitu perbandingan luas area yang terletak diantara kurva lorenz dan diagonal terhadap luas area segitiga OBC, semakin melengkung kurva Lorenz, akan semakin luas area yang dibagi, rasio Gininya akan semakin besar, menyiratkan distribusi pendapatan yang kian timpang.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top