Selasa, 23 Juni 2015

Menilai Kinerja Guru

Penilaian kinerja guru merupakan proses dimana kinerja guru dinilai dan dievaluasi pada satu periode tertentu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru. Penilaian kinerja bermanfaat untuk memacu semangat guru untuk terus meningkatkan kualitasnya, sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya : Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan Barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka Dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)” (QS. Al-An’am: 160).

Dari ayat di atas, menjelaskan bahwa lipat sepuluh akan diberikan kepada setiap orang yang melakukan kebaikan, sedang kelipatan-kelipatan yang lebih dari itu, dan semua akan sesuai dengan kehendak Allah berkaitan dengan keadaan- keadaan orang yang berbuat baik, yang Allah ketahui. Begitu pula sebaliknya, barang siapa melakukan perbuatan buruk yang menjadi tabiat kekafiran dan diliputi oleh kekejian dan kemungkaran, maka takkan diberi balasan kecuali hukuman yang buruk.
Bardasarkan pengertian diatas penilaian kinerja guru sangatlah penting. Seorang guru haruslah melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Jika seorang guru melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan kepadanya dengan baik niscaya Allah akan memberikan balasan yang baik sesuai dengan amal yang dikerjakan, tapi jika seorang guru tersebut tidak melaksanakannya dengan baik, Allah pun akan memberikan balasan yang setimpal.
Karakteristik penilaian kinerja guru bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan dan system penilaian.
Dikarenakan seorang guru berada dalam posisi penting dalam mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran siswanya, tidak mengherankan apabila semua pihak baik dari pemerintah, orangtua siswa, serta yang lainnya sangat memperhatikan terhadap mutu pendidikan yang harus mengarah pada kemampuan seorang guru.
John L. Hradesky memberikan kriteria individu-individu yang berorientasi pada kinerja. Berikut adalah definisi kriteria kinerja yang sangat berguna, yaitu; (1) kemampuan intelektual; (2) ketegasan; (3) semangat antusisme; (4) berorientasi pada hasil; (5) kedewasaan; (6) assertif, suatu kemampuan untuk mengambil alih tanggung-jawab; (7) keterampilan interpersonal; (8) keterbukaan; (9) keingintahuan; (10) proaktif; (11) pemberdayaan kemampuan; dan (12) teknis. 
 
Bob Powers  dalam Sartika menyatakan  bidang-bidang yang menjadi tanggung jawab guru adalah tiga bidang pokok yaitu; ”(1) mempersiapkan pengajaran; (2) melaksanakan pengajaran; (3) menilai hasil- hasil pengajaran tersebut”.  
Dari pendapat tersebut disimpulkan bahwa guru dalam proses belajar  mengajar bertanggung jawab dalam aspek-aspek antara lain menyiapkan pelajaran untuk mengajar, melaksanakan pengajaran sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan dan mengevaluasi siswa sesuai dengan hasil yang dicapainya. 
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top