Selasa, 30 Juni 2015

Hakekat Pariwisata atau Pengertian Pariwisata

Orang kebanyakan menyebut pariwisata atau piknik berarti kunjungan ke tempat-tempat yang dianggap dapat menyenangkan diri dan keluarganya. Jenis tempat wisata yang dikunjungi tergantung kesukaan orang yang bersangkutan, bisa pemandangan alam, gunung, danau, tempat hiburan, taman ria, museum dan lain-lain. Intinya tempat yang dinilai dapat dinikmati dan menjadikan suasana lain menambah kegairahan hidup. Lebih spesifik pengertian pariwisata menurut ahlinya seperti Hans Buchi (dalam Yoety, 1993:107), kepariwisataan adalah setiap peralihan tempat yang bersifat sementara dari seseorang atau beberapa orang dengan maksud memperoleh pelayanan yang diperuntukkan bagi kepariwisataan itu oleh lembaga-lembaga yang digunakan untuk maksud tersebut. Menurut Undang Undang No. 9 tahun 1990, menyebutkan bahwa pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek wisata dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yangterkait dibidang tersebut (pasal 1 ayat (3) UU No. 9/1990). Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata (pasal 1 ayat (4) UU No. 9/1990). Adapun wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata (pasal 1 ayat (1) UU No. 9 /1990). Orang yang melakukan kegiatan wisata disebut wisatawan.
Menurut pandangan ahli lain, pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain, bersifta sementara, dilakukan perorang atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial budaya, alam dan ilmu (Kodhyat dalam Spillane, 1994:21). Sedangkan menurut Wahab dalam Pemasaran Pariwisata (1992:5) berpendapat :
Dari definisi yang dikemukakan para pakar tersebut dapat diambil unsur-unsur dari pariwisata adalah :
  1. Adanya kegiatan mengunjungi suatu tempat
  2. Bersifat sementara
  3. Ada sesuatu yang ingin dilihat atau dinikmati
  4. Dilakukan perseorangan atau sekelompok orang
  5. Mencari kesenangan/ kebahagiaan
  6. Adanya fasilitas ditempat wisata
Untuk itu pariwisata merupakan kegiatan yang sifatnya dinamik, banyak memerlukan prasarana dan sarana untuk kemudahan. Karena sifatnya sementara, maka tiap waktu kemungkinan besar sering berganti pengunjung yang berbeda atau mungkin saja orang/ kelompok yang sama untuk menikmati kembali suasana wisata ditempat tersebut. Citra baik dari objek wisata adalah membuat rasa puas orang lain sehingga orang tersebut merasa ingin kembali pada objek wisata tersebut pada kesempatan lain. Bahkan terkadang suka mengajak teman atau kerabatnya ketempat wisata tersebut, agar dapat menikmati kesenangan yang sama ditempat tersebut. Suasana demikian yang dapat menumbuhkembangkan citra wisata daerah tersebut, membawa dampak terhadap kemajuan dan perkembangan lingkungan sekitar wisata tersebut. Dalam proses dinamika kepariwisataan timbul istilah Industri Pariwisata, dengan jangkauan ruang lingkup yang lebih luas untuk memperkaya output dari pariwisata. Pembangunan Pariwisata perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga memiliki manfaat :
  1. Memperbesar penerimaan devisa.
  2. Memperluas dan memeratakan kesempatan ussaha dan lapangan kerja.
  3. Mendorong pembangunan daerah.
  4. Meningkatkan kesejateraan masyarkat.
  5. Memperkaya kebudayaan nasional, tanpa menghilangkan ciri kepribadian bangsa, terpeliharanya nilai-nilai agama.
  6. Memupuk persaudaraan antar bangsa.
  7. Dapat memupuk kecintaan tanah air dan melestarikan lingkungan.
Klasifikasi Parawisata
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata. Termasuk obyek dan daya tarik wisata, serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996 tentang penyelenggaraan Kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan kedalam :
1. Usaha Jasa Pariwisata yang terdiri atas :
  • Jasa Biro Perjalanan Wisata;
  • Jasa Agen Perjalanan Wisata;
  • Jasa Pramuwisata;
  • Jasa Konvensi, Perjalanan Intensif dan Pameran;
  • Jasa Impresariat;
  • Jasa Konsultan Pariwisata;
  • Jasa informasi Pariwisata.
2. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata yang dikelompokkan dalam :
  • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam;
  • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya;
  • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.
3. Usaha Sarana Pariwisata yang terdiri dari :
  • Penyediaan Akomodasi;
  • Penyediaan Makan dan Minum;
  • Penyediaan Angkutan Wisata;
  • Penyediaan Sarana Wisata Tirta;
  • Kawasan Pariwisata.
3. Bentuk Badan Usaha
1. Usaha pariwisata dapat terbentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT), atau Koperasi atau usaha perseorangan serta maksud dan tujuannya bergerak dibidang usaha pariwisata sesuai debngan bidang usaha pariwisata sesuai bidang usaha yang akan dikelola.
2. Usaha perseorangan sebagai dimaksud angka 1, adalah usaha yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  • Tidak merupakan Badan Hukum atau persekutuan;
  • Diurus, dijalankan atau dikelola oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarganya;
  • Keuntungan usaha hanya memenuhi keperluan nafkah hidup sehari-hari pemiliknya.
3. Pemerintah Daerah dapat menbetapkan jenis usaha pariwisata tertentu yang diselenggarakan oleh peseorangan yang tidak memiliki izin usaha.

4. Lingkup Kegiatan Usaha
Berdasarkan penggolongan usaha pariwisata, secara garis besar lingkup kegiatan usaha dari masing-masing bidang usaha pariwisata adalah :
 
1. Usaha Jasa Pariwisata yang terdiri dari :
  1. Jasa Biri Perjalanan Wisata merupakan kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata.
  2. Jasa Agen Perjalanan Wisata merupakan kegiatan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai pelantara didalam menjual dan atau mengurus jasa untuk melakukan perjalanan.
  3. Usaha Jasa Pariwisata merupakan kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga pramiwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok yang melakukan perjalanan wisata.
  4. Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran merupakan usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendikiawan, dsb.) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
  5. Jasa Impresariat merupakan kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan baik yang merupakan mendatangkan, mengirimkan maupun mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis hiburan.
  6. Jasa Konsultan Pariwisata merupakan jasa yang memberikan jasa berupa saran dan anasehat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul mulai penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya yang disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli yang profesional.
  7. Jasa Informasi Pariwisata merupakan usaha penyediaan informasi, penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.
2. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata
  1. Pengusahaan byek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha pemanfaatan sumberdaya alam dan tata lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata.
  2. Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan usaha pemanfaatan seni dan budaya bangsa untuk dijadikan sasaran wisata.
  3. Pengusahaan dan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha pemanfaatan sumberdaya alam dan atau potensi seni budaya bangsa untuk menimbulkan dayatarik dan minat khusus sebagai sasaran wisata.
3. Usaha Sarana Wisata
  1. Usaha penyediaan akomodasi merupakan penyediaan kamar dan fasilitas lain saerta pelayanan yang diperlukan.
  2. Usaha penyediaan makan dan minum merupakan usaha pengolahan. Penyediaan, penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang dapat dilakukan sebagai akomodasi ataupun sebagai usaha yang berdiri sendiri.
  3. Usaha penyediaan angkutan wisata merupakan usaha khusus atau sebagian dari usaha dalam rangka menyediakan angkutan umumnya yaitu angkutan khusus wisata atau angkutan umum yang menyediakan angkutan wisata.
  4. Usaha penyediaan sarana wisata tirta merupakan usaha menyediakan dan mengelola prasarana dana sarana serta jasa yang berkaitan dengan kegiatan wisata tirta (dapat dilakukan dilaut, sungai, danau, rawa dan waduk), dermaga serta fasilitas olah raga air untuk keperluan olahraga ski air, selancar angin, berlayar, menyelam dan memancing.
  5. Usaha kawasan pariwisata merupakan usaha yang kegiatannya membangun atau mengelola kawasan dengan luas tertentu untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.

Facebook Twitter Google+

1 komentar:

Baru dari selltiket.com,
untuk semua agen selain anda
bisa menjual tiket pesawat dan tiket kereta api
sekarang anda juga dapat melakukan pembayaran :
PLN, Pembelian pulsa, Pembayaran Telkom,
pembayaran multifinance ADIRA, BAF, MAF, MEGA WOM.
Gabung sekarang juga di http://agen.selltiket.com

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top