Selasa, 23 Juni 2015

Dimensi dan Indikator-indikator Kinerja Guru

Sesuai dengan kerangka berpikir tentang kinerja guru, maka tolok ukurnya dilihat dari unjuk kerja guru dalam wujud pelayanan, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dalam satuan waktu tertentu. Untuk melihat sejauh mana mutu kinerja guru diperlukan penjelasan tentang dimensi, indikator, unsur dan kriteria yang menyatakan kinerja guru. Dimensi kinerja menyangkut masukan, proses dan keluaran atau produk. Input merujuk kepada pelaku, yakni guru, proses merujuk kepada cara pencapaian tujuan dan produk berkaitan dengan hasil yang dicapai.
Dimensi atau sub variabel kinerja guru dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikiran Mitchel, Terence. R, mengemukakan dalam suatu area of performance, tentang aspek-aspek performance yaitu; ”(a) kualitas hasil kerja (quality of work); (b) ketepatan waktu (promptness); (c) prakarsa/inisiatif (initiative);(d) kemampuan (capability); dan (e) komunikasi (communication)”, Kelima sub variabel kinerja guru tersebut dapat dijadikan patokan dalam mengkaji tingkat kinerja guru dalam suatu lembaga pendidikan.
Indikator-indikator kinerja guru dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikiran Mitchel, Terence. R. berikut;
a. Kualitas hasil kerja :
  • Kepuasan siswa
  • Pemahaman siswa
  • Prestasi siswa
b. Ketepatan waktu :
  • waktu kedatangan
  • waktu pulang.
c. Prakarsa/inisiatif :
  • Berpikir positif yang lebih baik
  • Mewujudkan kreatifitas
  • Pencapaian prestasi.
d. Kemampuan :
  • Penguasaan Materi
  • Penguasaan metode pengajaran
e. Komunikasi :
  • Mutu penyampaian materi
  • Penguasaan keadaan kelas
Di samping itu, kinerja guru juga perlu dilihat dari usaha-usaha yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan akademik dan profesionalnya melalui berbagai kegiatan yang berkesinambungan dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan dirinya sesuai dengan tuntutan tugas, antara lain: melanjutkan studi pada tingkat sarjana dan pascasarjana, mengikuti berbagai kegiatan ilmiah dan pengembangan pribadi lainnya. Oleh karena itu, pengukuran kinerja guru disamping berkaitan dengan tugas utamanya, juga perlu dilihat dari hasil ujian nasional dan pengembangan kompetensinya.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top