Rabu, 20 Mei 2015

Teknik Mengajar Pola Narasi

Metode-metode yang lazim digunakan adalah metode dengan teknik pengajaran narasi. Metode penyampaian materi pelajaran dalam proses belajar mengajar melalui prosedur didaktis yang tercakup dalam istilah memberikan ulasan seperti menyampaikan informasi memberikan penjelasan dan uraian, ceramah, diskusi serta pembagian tugas. Kontak metode pengajaran di sini adalah mengajar melalui teknik pengajaran narasi secara tatap muka yang dilakukan secara langsung dan timbal balik (Winkel, 1996 : 274).
Dalam teknik narasi, salah satunya menggunakan metode ceramah. Melalui metode inilah peserta didik diajak untuk mengetahui dan memahami serta mendalami kronologis materi yang disampaikan oleh guru. Proses belajar mengajar terutama yang bersifat verbal, sehingga peserta didik harus mendengarkan, meskipun digunakan berbagai media audiovisual untuk menunjang ulasan verbal, seperti : papan tulis, modul, gambar dan sebagainya.
Teknik narasi dianggap paling sesuai, mengingat budaya mendengar masih sangat kental di masyarakat (Winkel, 1996 : 275). Namun sebelum melaksanakan proses mengajar seorang guru haruslah merencanakan program kegiatan pengajaran tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam merencanakan program kegiatan mengajar, yaitu :
  1. Menjabarkan materi pelajaran. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan minat dan memusatkan perhatian peserta didik. Mereka tidak selalu siap dan terpokus perhatiannya pada proses belajar mengajar. Karena itu guru perlu menimbulkan minat dan perhatian melalui mengemukakan/memaparkan sesuatu yang baru yang dapat menarik minat peserta didik (Irawan, dkk, 1997 : 50).
  2. Menentukan alokasi waktu yang diperlukan dalam pengajaran. Bobot mata pelajaran harus pula disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia. Jangan sampai waktu yang pendek kemudian dipaksakan untuk membahas semua materi yang ada.
  3. Menyusun satuan pelajaran secara definitif. Langkah ini diambil untuk mempermudah proses belajar mengajar, karena dengan membuat satuan atau silabus, maka materi akan lebih terarah, sehingga target dan tujuan (goals) tercapai dengan baik.
  4. Intensitas mengajar, dimaksudkan untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan dalam setiap kali pertemuan.
  5. Evaluasi hasil belajar, untuk mengetahui hasil belajar mengajar yang telah dilakukan. Sampai di mana materi telah dapat diterima dan dipahami peserta didik, dan apa kendala yang terjadi selama proses belajar mengajar. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi guru mendatang. Evaluasi dapat dilakukan dalam bentuk tes baik tertulis maupun lisan, serta penugasan dalam bentuk lainnya.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top