Senin, 11 Mei 2015

Rukun dan Syarat Wakaf

A. Rukun Wakaf
Ulama Mazhab Hanafi mengatakan bahwa rukun Wakaf itu hanya satu yakni akad yang berupa ijab (pernyataan mewakafkan harta dari Wakif). Sedangkan kabul (pernyataan menerima Wakaf) tidak termasuk rukun bagi ulama Mahzab Hanafi, karena menurut mereka akad Wakif tidak, bersifat mengikat. Artinya, apabila seseorang mengatakan "saya wakafkan harta saya pada anda", maka akad itu sah dengan sendirinya dan orang yang diberi Wakaf berhak atas manfaat harta itu.
Jumhur ulama mengatakan bahwa rukun Wakaf ada empat, yaitu: orang yang berwakaf, harta yang diwakafkan, penerima Wakaf, dan akad Wakaf. Untuk orang yang berwakaf disyaratkan :
1. orang merdeka;
2. harta itu milik sempurna dari orang yang berwakaf;
3. balig dan berakal; dan
4. cerdas.
Apabila harta itu terkait utang, ulama Mahzab lianafi merinci hukumnya sebagai berikut :
a. jika utang itu tidak mencakup seluruh harta, maka mewakafkan sisa harta yang tidak terkait utang hukumnya sah; dan
b. apabila utang itu mencakup seluruh harta Wakaf, maka akad wakafnya dianggap mau (ditangguhkan) sampai ada izin dari para-para piutang, jika mereka izinkan, maka wakafnya sah dan apabila tidak mereka izinkan, maka wakafnya batal.

B. Syarat Wakaf
Terhadap syarat-syarat harta yang diwakafkan terdapat perbedaan ulama. Ulama Mahzab Hanafi mensyaratkan harta yang diwakafkan itu:
a. harus bernilai harta menurut syarak dan merupakan benda tidak bergerak. Oleh sebab itu, minuman keras tidak bisa diwakafkan, karena minuman dan sejenisnya tidak tergolong harta dalam pandangan syarak;
b. tertentu dan jelas;
c. milik sah Wakif, ketika berlangsung akad tidak terkait hak orang lain pada harta itu.

Pustaka.
Ensiklopedi,
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top