Senin, 25 Mei 2015

Ruang Lingkup Life Skills (kecakapan hidup)

Pengertian kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan untuk bekerja. Orang yang tidak bekerja, misalnya ibu rumah tangga atau orang yang pension, bahkan orang yang sudah menempuh pendidikan pun, tetap memerlukan kecakapan hidup, karena mereka tentu memiliki permasalahan masing-masing yang mereka temui dalam kehidupannya sehari-hari.
Berdasarkan versi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagaimana ditulis dalam Kurikulum 2004 SMP (Depdiknas, 2003), membagi kecakapan hidup menjadi 5 jenis :
1. Kecakapan mengenal diri/personal (personal skills); self awareness.
a. Penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warga negara.
b. Menyadari dan mensyukuri kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
2. Kecakapan berpikir rasional (thinking skills)
a. Kecakapan menggali dan menemukan informasi
b. Kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan
c. Kecakapan memecahkan masalah
3. Kecakapan sosial/kecakapan antar personal (social skill)
a. Kecakapan berkomunikasi dengan empati
b. Kecakapan bekerjasama

4. Kecakapan akademik/kemampuan berpikir ilmiah (academic skills)
a. Kecakapan mengindetifikasi variabel dan menjelaskan hubungan antar variabel tersebut
b. Kecakapan merumuskan hipotesis
c. Kecakapan merancang dan melaksanakan penelitian
5. Kecakapan vokasional/kemampuan kejuruan (vocational skills)
Kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat.
Secara garis besar kecakapan hidup (life skills) dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu kecakapan hidup yang bersifat umum (general life skills/GLS) dan kecakapan hidup yang bersifat khusus (specific life skills/SLS).
Berikut ini akan disampaikan penjelasan dari masing-masing jenis tersebut sebagaimana ditulis dalam Diktat Implementasi Kurikulum 2004, Depdiknas (2005) :
1. Kecakapan Hidup yang bersifat Umum (GLS)
Kecakapan ini diperlukan oleh siapapun, di manapun dan kapanpun. Baik bagi mereka yang bekerja, yang tidak bekerja, maupun yang sedang menempuh pendidikan.
General Life Skills meliputi kecakapan personal (personal skill) dan kecakapan sosial (social skill). Kecakapan personal mencakup kecakapan akan kesadaran diri atau memahami diri (self awareness) dan kecakapan berpikir (thinking skill), sedangkan kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerjasama (collaboration skill).
Kecakapan kesadaran diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warga negara, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, serta menjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
Sementara kecakapan berpikir rasional mencakup antara lain kecakapan menggali dan menemukan serta mengambil keputusan serta memecahkan secara kreatif.
Bagi bangsa Indonesia yang memiliki nilai religius, kecakapan hidup di atas harus ditambah lagi dengan satu hal yaitu, akhlak yang mulia. Akhlak harus menjadi kendali dari setiap tindakan seseorang. Kesadaran diri sebagai makhluk Tuhan harus mampu mengembangkan akhlak yang mulia tersebut, membentuk jati diri dan kepribadian guna menumbuh kembangkan penghayatan nilai-nilai etika-sosio-religius yang merupakan bagian integral dari pendidikan di semua jenis dan jenjang pendidikan.
2. Kecakapan Hidup yang bersifat Khusus (SLS)
Kecakapan hidup yang bersifat khusus adalah kecakapan untuk menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu. Kecakapan ini mencakup kecakapan akademik (academic skill) dan kecakapan vokasional (vocational skill).
Kecakapan akademik atau kemampuan berpikir ilmiah pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir rasional pada general life skills sebagai kecakapan hidup yang spesifik, kecakapan akademik penting bagi orang-orang yang akan menekuni pekerjaan yang menekankan pada kecakapan berpikir.
Kecakapan ini mencakup antara lain melakukan identifikasi variabel dan menjelaskan hubungannya pada suatu fenomena tertentu, merumuskan hipotesis, merancang dan melaksanakan penelitian. Dalam pembelajaran, tidak harus semua aspek dilaksanakan harus disesuaikan dengan tingkat pendidikannya, mungkin hanya sampai pada identifikasi variabel dan mempelajari hubungan antar variabel tersebut, mungkin juga sampai merumuskan hipotesis, tapi dapat sampai mencoba melakukan penelitian.
Kecakapan vokasional atau kecakapan hidup yang bersifat kejuruan diperlukan seseorang untuk menghadapi persoalan di bidang tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan vokasional memiliki dua bagian yaitu kecakapan vokasional dasar (basic vocational skills) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill). Kecakapan vokasional dasar menggunakan alat sederhana, kecakapan membaca gambar sederhana, dan sebagainya. Sedangkan kecakapan vokasional khusus, hanya diperlukan bagi mereka yang akan menekuni pekerjaan yang sesuai, misalnya menservis mobil bagi yang menekuni pekerjaan bidang otomotif, meracik bumbu bagi yang menekuni pekerjaan di bidang tata boga, dan sebagainya.
Dalam kehidupan nyata, semua jenis kecakapan tidak berfungsi secara terpisah, melainkan terjadi peleburan kecakapan menjadi sebuah tindakan yang melibatkan aspek fisik, mental emosional dan intelektual. Derajat kualitas tindakan seseorang dipengaruhi oleh kualitas kematangan berbagai aspek pendukung tersebut.

Berikut dapat dilihat bagan dari kecakapan hidup (life skills)
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top