Jumat, 22 Mei 2015

Remaja unsur yang penting dalam agama dan pembangunan

Sejarah dunia dari abad ke abad sudah menunjukkan bahwa para remaja merupakan unsur yang penting dan menentukan dalam usaha pembangunan sesuai dengan kaum atau bangsanya. Di zaman permulaan Islam, banyak pemuda yang dipersiapkan oleh Rasulullah yang kemudian mampu meneruskan misi yang terpikul di atas pundak beliau. Maka terkenal nama-nama seperti Ali bin Abi Thalib, Al Arkam bin Abi Arkam, Sa’ad bin bi Waqash dan lain-lain.
Dalam sejarah kebangkitan bangsa Indonesia, para pemuda bukan saja menjadi pelopor yang mampu mendobrak dan menghancurkan tembok-tembok tebal yang menghalangi proses kodrat alami, tetapi juga menjadi pelaku dalam pembangunan pada masa depan bangsa, yang disebut pendukung masa depan atau sebagai generasi penerus.
Berhasil atau tidaknya suatu usaha membentuk suatu angkatan generasi penerus, tergantung pada frekuensi kegiatan yang dilakukan dalam rangka membina para remaja, yang akan menentukan apakah estafet itu dapat bersambung atau tidak. Dalam hal ini Ki Hajar Dewantara yang dikutip oleh Yunan Nasution pada bulletin Dakwah adalah zaman sekarang dibentuk oleh zaman yang lampau, zaman yang akan datang ditentukan oleh keadaan masa sekarang.
Banyak unsur yang perlu dipersiapkan dalam rangka pembinaan generasi penerus itu, supaya siap apabila sudah datang saatnya terjun menghadapi beberapa masalah kemasyarakatan, salah satu persiapan-persiapan itu adalah pembinaan agama, dalam hal ini adalah agama Islam yang berfungsi sebagai landasan atau fondasi kehidupan. Dalam buku “ Pokok-pokok pikiran pembaharuan Nasional” yang disusun oleh komisi pembaharuan pendidikan Nasional yang dibentuk dengan SK mentri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 25 Agustus 1978 nomor 0283/ P/ 1978 antara lain :
Agama mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Agama merupakan pedoman, pembimbing, pendorong dalam diri manusia untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baikdan sempurna. Bagi bangsa Indonesia agama merupakan modal dasar yang merupakan tenaga penggerak yang tidak ternilai harganya bagi pengisian aspirasi-aspirasi bangsa.
Salah satu tujuan pendidikan Nasional adalah meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt, untuk mencapai tujuan tersebut maka pendidikan agama perlu diberikan kepada semua tingkat dan jenis sekolah dan dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah dari tingkat dasar sampai dengan tingkat tinggi. Pendidikan agama berkaitan erat dengan bidang pendidikan yang berkenaan dengan aspek sikap dan nilai, antara lain moral dan spiritual agama memberikan motivasi hidup dan kehidupan serta merupakan pengembangan dan pengendalian diri yang amat penting. Oleh karena itu agama perlu diketahui, dipahami, diyakini dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia agar dapat menjadi dasar kepribadian sehingga menjadi manusia yang utuh.

  • Peranan agama dalam kehidupan
Kepentingan dan peranan agama dalam kehidupan manusia termasuk didalamnya kehidupan remaja yang mengandung 4 faktor utama yaitu:
  1. Faktor kreatif, yaitu faktor yang mendorong juga merangsang manusia bukan saja untuk melakukan suatu pekerjaan yang produktif, malainkan juga kerja kreatif yang menciptakan karya inovatif yang mempunyai sasaran pembaharuan.
  2. Faktor sublimatif, yaitu yang meningkatkan dan mengkuduskan segala kegiatan manusia, bukan hanya dalam hal-hal yang bersifat keagamaan, malainkan juga yang bersifat keduniawian. Disinilah terletak hikmahnya sehingga seorang muslim mengucapkan dalam shalatnya: sesungguhnya hidup dan matiku adalah berbakti kepada Allah swt.
  3. Faktor motipatif, yaitu faktor yang mendorong melandasi cita-cita dan amal perbuatan dalam aspek kehidupan.
  4. Faktor integrative, yaitu memadukan segala aktivitas manusia, baik ia sebagai manusia pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Penghayatan terhadap agama menghindarkan manusia dari ketidakserasian dan perpecahan, dengan demikian mampu menghadapi bermacam-macam tantangan.
Dari keempat faktor tersebut jelaslah kemauan mendorong untuk kreatif dami meningkatkan, mengkuduskan segala ibadah kepada Allah swt. Penghayatan agama dapat menghindarkan manusia dari ketidakserasian dan perpecahan agama, dalam hal ini agama islam mempu menghadapi bermacam-macam tantangan.
c. Tiga bidang ajaran Islam yang perlu dihayati remaja
Dalam syariat Islam betapa banyak cabang ilmu, tetapi disini dibatasi hanya ada tiga hal dalam bidang agama yang perlu dihayati dalam kehidupan remaja yaitu:
1) Bidang aqidah
Masalah aqidah itu meliputi soal iman dan tauhid, yaitu kepercayaan yang bulat dan mutlak terhadap Allah swt baik eksistensi dan kekuasaan-Nya maupun ketentuan-ketentuan-Nya. Dalam kehidupan manusia lebih-lebih dalam kehidupan remaja iman dan tauhid merupakan pondasi bagi suatu bangunan. Kalau pondasi itu tidak kuat maka bangunan itu akan goyah dan mudah ambruk, apabila digoncangkan oleh gempa bumi yang kecil sekalipun.
Dalam Al-qur’an iman dan tauhid itu diibaratkan oleh Allah SWT laksana sebatang pohon, seperti dalam firman-Nya :

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ {}

Artinya : Tidaklah kamu perhatian bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (iman dan tauhid) itu laksana pohon yang baik akarnya, yang teguh dan cabangnya menjulang ke langit. (QS. Ibrahim
Iman dan tauhid itu membentuk manusia menjadi mantap, tenang dan teguh seperti dinyatakan dalam Al-qur’an :

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ {28}

Artinya : Orang-orang yang beriman hati mereka menjadi mantap/tenang dengan mengingat Allah. Ketahuilah, dengan selalu mengingat Allah, hati akan mantap/tenteram. (QS. Ar Ra’d [13] : 28)

Jaminan Allah itu merupakan suatu kepastian, bahwa manusia atau remaja yang jiwanya dipenuhi semangat iman, insya Allah dia akan mempunyai pendirian yang teguh, tidak mudah diseret atau digiring ke sana ke sini karena mempunyai pendirian yang teguh atau konsisten.

2) Bidang ibadah
Ibadah yang sudah digariskan baik ibadah shalat, maupun puasa, zakat dan lain-lain adalah merupakan jalur komunikasi antara makhluk dengan kholik sebagai pencipta, yang menyebabkan seseorang senantiasa merasa berada di bawah naungan rahman-rahim dan hidayah ilahi yang akan menunjukkan jalan kemenangan dan sukses dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak.
Dalam hal itu, ibadah sholat memusatkan perhatian kepada konsentrasi supaya terpusat menghadapi problem-problem hidup. Apalagi shalat itu mempunyai efek membendung manusia dari kemerosotan dan kehancuran, seperti dinyatakan dalam Al-qur’an.

إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ

Artinya : Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar. (Al Ankabut : 45)

3) Bidang Akhlak
Ajaran agama Islam mendorong manusia supaya mempunyai akhlak yang baik, akhlakul mahmudah, yang merupakan kembang atau mustika dalam kehidupan. Segala budi pekerti yang baik dan terpuji seperti sopan santun, saling menyayangi terhadap orang muda dan anak-anak, juga saling menghormati di antaranya dan lain-lain, yang termasuk rangkaian akhlak.
Mengenai akhlak ini disebutkan antara lain dalam Al-qur’an :

وَلاَتُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَتَمْشِ فِي اْلأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ {18}

Artinya : Janganlah kamu memalingkan muka dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Lukman [31] : 18)

Salah satu unsur akhlak yang penting menurut ajaran Islam, yang membuat manusia mantap dalam menghadapi situasi adalah sikap jiwa yang :
a) Bersyukur di waktu mendapat nikmat, jangan berlaku sombong, dholim dan seumpamanya.
b) Bersabar ketika ditimpa musibah bencana, jangan menyerah apalagi putus asa. Hadapilah bencana itu dengan tabah, sambil mawas diri tentang sebab-sebabnya dan mencari jalan keluarnya.
c) Bersikap ridho atau menerima kenyataan. Kalau hasil usaha belum sesuai dengan apa yang direncanakan atau diharapkan, tidak menggerutu tetapi terimalah dengan apa adanya dengan tetap berusaha.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top