Selasa, 12 Mei 2015

Penggolongan Retribusi Daerah

Dalam rangka melaksanakan pasal 18 ayat 3 Undang-undang No. l8 Tahun 1997 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Selain itu juga, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah sebagai Peraturan Pelaksanaan, yang menetapkan golongan retribusi daerah sebagai berikut:
1. Retribusi Jasa Umum
  • Retribusi jasa umum bersifat bukan pajak dan bersifat bukan retribusi jasa usaha atau retribusi perizinan tertentu.
  • Jasa yang bersangkutan merupakan kewenangan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
  • Jasa tersebut memberi manfaat khusus bagi orang pribadi atau badan yang diharuskan membayar retribusi, disamping untuk melayani kepentingan dan kemanfaatan umum.
  • Jasa tersebut layak untuk dikenakan retribusi.
  • Retribusi tidak bertentangan dengan kebijakan nasional mengenai penyelenggaraannya.
  • Retribusi dapat dipungut secara efektif dan efisien, serta merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang potensial.
  • Pemungutan retribusi memugkinkan penyediaan jasa tersebut dengan tingkat dan/atau kualitas pelayanan yang baik.
2. Retribusi Jasa Usaha
  • Retribusi jasa usaha bersifat bukan pajak dan bersifat bukan retribusi jasa umum atau retribusi perizinan tertentu.
  • Jasa yang bersangkutan adalah jasa yang bersifat komersial yang seharusnya disediakan oleh sektor swasta tetapi belum memadai atau terdapatnya harta yang dimiliki atau dikuasai daerah yang belum dimanfaatkan secara penuh oleh Pemerintah Daerah.
3. Retribusi Perizinan Tertentu
  • Perizinan tersebut termasuk kewenangan pemerintah yang diserahkan kepada daerah dalam rangka asas desentralisasi.
  • Perizinan tersebut benar-benar diperlukan guna melindungi kepentingan umum.
  • Biaya yang menjadi beban daerah dalam penyelenggaraan izin tersebut dan biaya untuk menanggulangi dampak negatif dari pemberian izin tersebut cukup besar sehingga layak dibiayai dari retribusi perizinan.
Pustaka.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top