Jumat, 15 Mei 2015

Pengertian Kesulitan Belajar Secara Umum

Belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, terkadang mengalami suatu hambatan atau gangguan dalam upaya pencapaian tujuannya. Hal tersebut telah di kenal dengan nama masalah belajar. Masalah belajar merupakan suatu kondisi tertentu yang di alami oleh seseorang siswa yang dapat menghambat kelancaran proses belajar. Kondisi ini biasanya berkenaan dengan keadaan dirinya (kelemahan-kelemahan yang dimilikinya) dan berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Menurut Dimyanti dan Mudjiono (1999: 239-253), berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar, yaitu:
a. Masalah-masalah intern belajar,
1. Sikap terhadap belajar.
Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu yang membawa diri dengan penilaian. Sikap belajar yang malas tentunya akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut.
2. Motivasi belajar.
Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar.
3. Konsentrasi belajar.
Konsenrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Konsentrasi seringkali terfokus karena beberapa hal, seperti tingkat kecerdasan rendah, kesehatan terganggu, mata dan telinga kurang berfungsi dengan baik, tidak menguasai cara-cara belajar yang baik.
4. Rasa percaya diri siswa.
Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat timbul dan berkat adanya pengakuan dari lingkungan.

b. Masalah-masalah ekstern belajar,
  • Guru sebagai pembimbing siswa belajar
  • Fasilitas belajar
  • Kebijakan penilaian
  • Lingkungan sosial siswa di sekolah
  • Lingkungan sosial siswa di rumah
  • Kurikulum sekolah
Selain itu, faktor-faktor kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh:
a. Faktor intern siswa,
  • Yang bersifat kognitif (rendahnya kapasitas intelektual/intelegensi siswa)
  • Yang bersifat afektif, yaitu labilnya emosi dan sikap
  • Yang bersifat psikomotorik, yaitu terganggunya mata (alat penglihatan) dan telinga (alat pendengaran).
b. Faktor ekstern siswa,
  • Lingkungan keluarga, misalnya ketidakharmonisan hubungan antar keluarga atau rendahnya perekonomian keluarga.
  • Lingkungan perkampungan, misalnya wilayah perkampungan kumuh atau teman dilingkungannya.
  • Lingkungan sekolah, misalnya kondisi dan letak sekolah yang buruk, seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah.
c. Faktor khusus,
Di antara faktor-faktor yang dapat di pandang sebagai faktor khusus adalah sindrom psikologi yang berupa learning disability (ketidakmampuan belajar). Sindrom yang berarti satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan psikis (Rebb, 1998) yang menimbulkan kesulitan belajar tersebut.
Abin Syamsuddin Makmun (1999: 217-219), menulis faktor-faktor yang terdapat di dalam diri siswa dan di luar diri siswa.
a. Faktor-faktor yang terdapat dalam diri siswa, antara lain:
  1. Kelemahan secara fisik, seperti cacat tubuh.
  2. Kelemahan secara mental yang sukar diatasi seperti kelemahan mental.
  3. Kelemahan emosional, seperti rasa tidak nyama, phobia.
  4. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap-sikap yang salah, seperti malas, tidak bernafsu untuk belajar.
  5. Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan, seperti ketidakmampuan membaca dan menghitung.
b. Faktor-faktor yang terletak di luar diri siswa antara lain:
  1. Kurikulum yang seragam, buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan dan perbedaan individu.
  2. Ketidaksesuaian standar adminitratif penilaian, pengolahan kegiatan dan pengalaman belajar-mengajar, dan sebagainya.
  3. Terlalu berat belajar.
  4. Terlalu besar populasi siswa dalam kelas.
  5. Terlalu sering pindah sekolah, tinggal kelas, dan sebagainya.
  6. Kelemahan dari sistem belajar-mengajar pada tingkat pendidikan sebelumnya.
  7. Kelemahan yang terdapat dalam kondisi rumah tangga dan sebagainya.
  8. Terlalu banyak kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.
  9. Kekurangan makan (gizi, kalori dan sebagainya).
Pustaka
-
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top