Jumat, 22 Mei 2015

Pengaruh Pembinaan Pendidikan Agama Islam Bagi Remaja

Masa remaja merupakan masa yang meliputi dengan kegoncangan, kegelisahan, kecemasan dan kurang perasaan sedih hinggap pada diri remaja. Pada saat itu kadang-kadang remaja kurang dapat menahan dirinya sehingga terjerumuslah dia kepada prilaku yang menyimpang dan tidak diharapkan, baik ditinjau dari segi etika maupun secara norma agama. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh yang datang dari luar maupun yang timbul dari dirinya sendiri, yang datang dari luar bersifat pengaruh kebudayaan, serta perkembangan pemahaman akibat tidak terkedalinya oleh nilai moral yang diyakininya.
Agama Islam merupakan system yang utuh dan lengkap, tatanan moral kemasyarakatan yang agung yang mengkaitkan berdasarkan alam rohaniah dan jasmaniah.
Muhammad As’ad (1981 : 11) menyebutkan Islam bukan hanya sikap spiritual, daripada jiwa yang dapat diterapkan pada berbagai bingkai kultur yang berbeda-beda, tetapi merupakan suatu orbit yang lengkap dan satu system kemasyarakatan dengan pandangan-pandangan yang mempunyai batasan yang terang. Dengan bahasan pendidikan agama Islam merupakan penangkal, pemelihara dan penyembuh akhlak agar tidak terjerumus pada kerusakan. Bahkan agama mempunyai jiwa inovatif, sehingga dengan itu manusia di dalamnya remaja dapat dibina, dibimbing dan dididik kepada prilaku yang terpuji dan positif.
Pembinaan agama pada gilirannya terjadi perubahan tingkah laku ke arah kedewasaan, baik tingkah laku kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Manifestasi keempat tingkah laku tersebut digambarkan oleh E. Usman Effendi (1986 : 111) yaitu :
  1. Pengetahuan
  2. Pengertian
  3. Kebiasaan
  4. Keterampilan (skill)
  5. Apresiasi
  6. Emosional
  7. Hubungan sosial
  8. Jasmani
  9. Ethis atau pekerti
  10. Sikap
Realisasi pembinaan pendidikan agama Islam bagi remaja akan terlukis seperti pendapat-pendapat berikut ini :
Y. Singgih D. Gunarsa (1981 : 162) bahwa dengan usaha pembinaan yang terarah kepada remaja akan mengembangkan dirinya dengan baik, sehingga keseimbangan diri akan tercipta hubungan yang serasi antara aspek rasio dan aspek emosi.
Pikiran yang sehat akan mengarahkan mereka kepada perbuatan yang pantas, sopan, bertanggungjawab dan dapat mengatasi masalah yang dihadapi mereka, selanjutnya Sofyan S. Willis (1986 : 51) menggambarkan bahwa agama, akan membawa kepada perubahan sikap dan tingkah laku remaja. Tingkah laku yang hanya dibuat atau motif mengharapkan ridho Allah SWT, remaja yang demikian akan nampak kesungguhan dan kegairahan beribadah dan bekerja, semangat berkorban, toleransi dan berkemauan yang keras.
Dengan demikian pembinaan agama Islam bagi remaja akan mampu mempengaruhi sikap dan prilaku yang harmonis, sehingga mampu membawa diri, remaja mampu mengatasi dirinya, membangun negara dan berjasa bagi bangsanya disertai syukur kepada Tuhannya.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top