Kamis, 28 Mei 2015

Pengaruh Kurikulum Berbasis Kompetsni (KBK) Dalam Hasil Belajar Siswa

Berpijak dari proses penilaian yang diterapkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan penilaian sejak permulaan pembelajaran (pre test), penilaian proses, post test, porto polio dan laporan hasil karya, maka dengan penilaian-penilian, tersebut akan menggugah dan memotivasi siswa/peserta didik untuk belajar, mengembangkan keaktifan dan kreativitas mereka melalui ide-ide individualnya.
Disamping itu dilakukan pula penilaian kelas dengan ulangan harian, ulangan umum semester dan ujian akhir. Untuk ulangan harian dan ulangan umum semester dimaksudkan untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan dalam satu semester. Sedang ujian akhir dilakukan pada akhir program pendidikan yang merupakan ketentuan kelulusan bagi setiap peserta didik, layak tidaknya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat diatasnya.
 
Juga berpijak pada target yang akan dicapai dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi bukan target kurikulum yang hendak dicapai, tetapi untuk mencapai kompetensi siswa. Yang dalam sistem penilaian ketercapaian kompetensi ini KBK mengetrapkan sistem penilaian lanjutan dengan melalui program Remedial dan program pengayaan yang mencakup aspek kognetif, efektif dan psikomotor. Program Ramedial dan program pengayaan akan memotivasi peserta didik untuk belajar sungguh-sungguh dengan lebih baik karena didorong dengan adanya suatu keinginan menguasai apa yang dipelajarinya.
 
Dalam pendekatan kompetensi merupakan pendekatan pengembangan kurikulum yang menfokuskan pada penguasaan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap peserta didik. Dimana peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari aspek kepribadiannya, sebagai pengembangan terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan.
Setiap peserta didik memiliki potensi bawaan sendiri-sendiri meskipun aspek perkembangannya sama tetapi tingkatannya berbeda-beda. Oleh karena itu guru diharapkan dapat mengenali dan memahami potensi-potensi, terutama potensi-potensi tinggi yang dimiliki peserta didiknya. Yang mana dengan pemahaman itu diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik sehingga dapat berkembang secara optimal.
 
Dengan demikian guru tidak hanya menekankan pada peserta didik untuk menguasai pengetahuan atau transfer pengetahuan saja, tetapi peserta didik merupakan subjek belajar, dan proses belajar yang berlangung secara alamiah dalam bentuk bekerja dan mengalami berdasarkan standar kompetensi tertentu. Penguasaan ilmu pengetahuan dan keahlian tertentu dalam suatu pekerjaan, kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta pengembangan aspek-aspek kepribadian dikembangkan secara optimal berdasarkan standar kompetensi tertentu pula.
Demikian pula dalam bidang studi atau mata pelajaran tertentu digunakan pendekatan kompetensi terutama bidang studi yang berkaitan dengan ketrampilan.
Maka dengan kurikulum seperti perangkat-perangkat tersebut diatas sangat besar pengaruhnya dalam memotivasi belajar peserta didik untuk memperoleh hasil belajar/prestasi secara optimal.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top