Jumat, 22 Mei 2015

Masalah Umum yang Dihadapi Remaja

Masalah yang dihadapi remaja ditimbulkan oleh pertumbuhan jasmani dan perkembangan psikis remaja. Dengan pertumbuhan jasmani yang cepat pada remaja terjadilah perubahan-perubahan jasmani yang bertambah tinggi dan bertambah berat, disusul dengan matangnya organ-organ seks. Adapun perkembangan psikis meliputi perkembangan emosional, sosial, akhlak, kecerdasan, dan kepribadian.
Menurut Moh. Surya (1978 : 95) masalah yang dihadapi remaja yaitu cara memenuhi kebutuhan dirinya, baik jasmani, pribadi maupun sosial.
Masalah kebutuhan jasmani terutama yang berhubungan dengan perubahan-perubahan jasmani yang terjadi pada masa itu, masalah-masalah pribadi seperti : kesehatan pribadi, jaminan sendiri, falsafah hidup, minat, cita-cita kemerdekaan diri dan sebagainya. Dan masalah-masalah sosial yang lebih baik, hubungan orang tua, teman-teman, saudara-saudara, guru dan masalah-masalah yang berhubungan dengan keanggotaan dirinya dalam masyarakat. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1981 : 113) bahwa yang dihadapi remaja meliputi :

a. Masalah yang menyangkut jasmani
b. Masalah yang berhubungan dengan orang tua
c. Masalah agama
d. Masalah hari depan
e. Masalah sosial
f. Masalah akhlak

Lain lagi dengan pendapat Sofyan S. Willis (1986 : 43-57) bahwa masalah remaja meliputi :
a. Masalah penyelesaian diri
b. Masalah ekonomi dan mendapat pekerjaan
c. Masalah kesehatan
d. Masalah beragama
e. Masalah perkawinan dan hidup berumah tangga
f. Masalah ingin berperan di masyarakat
g. Masalah pendidikan
h. Masalah mengisi waktu yang lenggang

Dari pendapat-pendapat di atas, dapatlah disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi remaja berhubungan erat dengan pertumbuhan jasmani yang cepat dan perkembangan psikis remaja. Atas dasar inilah berkembang beberapa masalah yang dihadapi remaja seperti masalah yang menyangkut jasmani, masalah pribadi, masalah sosial, masalah hari depan, masalah akhlak dan masalah beragama. Karena masalah remaja itu kita bahas satu persatu, sedangkan masalah beragama akan dibahas secara terperinci dan terpisah.
a. Masalah yang menyangkut jasmani
Ada dua masalah pokok yang berhubungan dengan jasmani remaja yaitu masalah pertumbuhan jasmani yang cepat dan kematangan organ-organ seks. Dikemukakan oleh Zakiah Darajat (1982 : 113) bahwa kira-kira antara usia 13 sampai 16 tahun terjadi pertumbuhan jasmani cepat. Akhirnya remaja memerlukan makanan yang cukup dan bergizi agar tubuhnya tetap sehat.
Akibat pertumbuhan seks terjadi pula perubahan bagian tubuh seperti terjadinya menstruasi, mimpi, serta kecenderungan kepada jenis lain. Sebagai ekses dari pertumbuhan jasmani yang cepat dan berfungsinya organ-organ seks, lebih jauh digambarkan oleh Sofyan Willis (1986 : 20) dengan terjadinya perubahan tingkah laku remaja yang meliputi : perubahan minat, antara lain minat belajar berkurang, juga timbul minat terhadap jenis kelamin yang lain, juga minat terhadap kerja menurun, perubahan pada emosi, pandangan hidup, sikap dan sebagainya. Karena perubahan tingkah laku inilah maka jiwanya selalu gelisah. Digambarkan pula dengan sering terjadinya konflik dengan orangtua karena adanya perbedaan sikap dan pandangan hidup. Selain itu kadang-kadang juga bertentangan dengan lingkungan masyarakat, dikarenakan adanya perbedaan norma yang dianut dengan norma yang berlaku dalam lingkungan.
Begitulah gejolak jiwa remaja yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat dan matangnya organ-organ seksnya. Pada masa ini seperti masa lahirnya kembali yaitu lahirnya rasa ego yang kuat terjadi keakuan yang tinggi, namun dengan ketidak berdayaannya terjadi konflik batin seperti goncangnya perasaan jiwa, tidak puas, bingung dan cemas. Masih terdorong perasaan ego dan ketidakberdayaan remaja, maka berubahlah sikap dan pandangan hidup atau menyimpangkan norma susila yang berlaku di masyarakat akan terjadi. Akibatnya sering terjadi konflik dengan orang tua dan orang yang berada di sekitar remaja. Perubahan akibat pertumbuhannya akan mewarnai atas kebutuhan pribadi, sosial, hari depan, akhlak dan beragama.

b. Masalah pribadi
Masalah pribadi berhubungan dengan kebutuhan pribadi yang harus tercukupi, kebutuhan pribadi itu seperti disebutkan pada pembahasan di atas, yaitu kesehatan pribadi, jasmani, keamanan diri, falsafah hidup, minat, cita-cita, kemerdekaan diri dan sebagainya.
Masalah yang berhubungan dengan kesehatan pribadi yaitu bahwa remaja ingin sehat, cerdas, dan tangkas, sedangkan remaja putri ingin memiliki kulit yang halus, badan yang menarik dan sebagainya. Remaja yang kurang sehat jasmani disebabkan oleh suatu penyakit akan merasa rendah diri, sedangkan jika keadaan demikian itu berlarut-larut akan mengakibatkan gangguan pula terhadap kesehatan mentalnya.
Perasaan rendah diri dan ketidakpuasan akan terjadi pula disebabkan hilangnya rasa aman, merasa dinodai falsafah hidupnya sehingga cita-citanya merasa terhambat. Remaja akan frustasi dan terjadilah kelainan pada tingkah lakunya seperti kurang biasa menyesuaikan diri, melanggar susila dan melanggar orang tua.

c. Masalah sosial
Masalah sosial ini menyangkut baik dengan orang tua, saudara, teman dan pengakuan masyarakat. Selain itu remaja kritis terhadap masyarakat seperti masalah sosial, politik, dan masalah ekonomi masyarakat menyangkut hubungan dengan orang tua, sering remaja mengeluh karena ketidak mengertian orangtua terhadap remaja. Hal ini sebagaimana digambarkan oleh Zakiah Darajat (1982 : 32) bahwa sering orang tua salah dalam memperlakukan anaknya yang remaja, seperti anak yang berumur 13 sampai 15 tahun dianggap dan diperlakukan seperti anak usia 10 atau 12 tahun, juga sebaliknya, karena anak sudah besar selalu dianggap dewasa, di sini remaja tidak ingin diperintah lagi tetapi ingin melakukan apa yang diharapkan oleh orang tuanya.
Kehidupan sosial remaja yang paling dominant adalah keinginan bergaul dengan teman-temannya. Remaja sering berkelompok yang seolah-olah sudah senasib dan sepenanggungan. Hal ini disebabkan oleh perasaan ingin diakui atau termasuk ke dalam kelompok teman-temannya, sehingga ia sering meninggalkan kepentingan keluarga bahkan kepentingan dirinya sendiri demi kepentingan kelompoknya. B. Simanjuntak (1979 : 365) menyimpulkan bahwa tidak heran kalau pada kelakuan demikian konflik remaja dan orang tua sering terjadi.
Keinginan remaja adalah ingin berperan di masyarakat akan dipadukan dengan perhatiannya terhadap situasi yang berada di lingkungan hidupnya, seperti keadaan politik, sosial budaya dan ekonomi negara. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Zakiah Darajat (1982 : 116) beliau menerangkan bahwa :
Remaja, terutama yang telah ada pada bagian akhir masa remaja yaitu umur 17 sampai 21 tahun perhatiannya terhadap kedudukan dalam masyarakat lingkungannya terutama dikatakan remaja sangat besar. Ia ingin diterima oleh teman-temannya di samping itu perhatiannya terhadap masalah sosial, ekonomi dan politik dalam negara juga meningkat, karena kemampuan untuk berpikir logis rasionalis telah matang, pelajaran yang didapatinya di sekolah cukup kuat mendorong kepada lebih memperhatikan apa saja yang terjadi dalam masyarakat.

Dalam masalah perhatiannya terhadap masyarakat maka apabila terjadi hal-hal yang tidak serasi dalam masyarakat ia akan kecewa lalu menuduh masyarakat bertanggungjawab atas masalah itu. Akibat lain menuduh juga kepada Tuhan dan agama, sehingga remaja menjadi goncang.

d. Masalah hari depan
Masalah hari depan remaja meliputi masalah pendidikan ekonomi dan mendapat pekerjaan, perkawinan serta hidup berumah tangga. Menghadapi masalah pendidikan sebetulnya para remaja terdorong oleh motif ingin mengetahui dan menyelidiki hal-hal yang belum terungkap secara ilmiah, terbentur terhadap memasuki lembaga pendidikan yang memadai dan kesulitan ekonomi, akhirnya remaja tidak melanjutkan sekolah. Maka jadilah ia sebagai pengangguran atau melanjutkan pendidikan tanpa motivasi yang kuat.
Menyangkut masalah pekerjaan, dikemukakan oleh Sofyan Willis (1986 : 53) bahwa pada usia kelas II SMU keinginan untuk bekerja meningkat didorong oleh motif ingin melepaskan diri dari orang tua, untuk mencapai otonomi dalam bidang ekonomi dan keuangan. Akibat terpengaruh oleh masyarakat yang materialistis, maka motif belajar berkurang yang mengakibatkan peluang bagi putusnya sekolah. Tetapi akhirnya keinginan mendapat pekerjaan akan berkurang dengan anggapan bahwa ijazahpun dapat menghasilkan uang.
Adapun menyangkut masalah perkawinan dan hidup berumah tangga terdorong oleh dorongan seks, sehubungan dengan telah matangnya seks. Di sini hendaknya remaja diberi pandangan positif terhadap hidup berumah tangga agar pengaruh negatif budaya asing dapat terhindarkan.

e. Masalah akhlak
Akhlak remaja memang belakangan ini kita sering melihat dan mendengar yang bukan rahasia lagi, kelakuan remaja semakin memprihatinkan. Terdengar perkelahian antar sekolah, penyalahgunaan narkotika, minum-minuman keras, patah semangat dalam belajar dan tidak patuh terhadap orang tua serta peraturan yang lainnya. Menurut Zakiah Darajat (1982 : 117) bahwa keadaan seperti ini erat kaitannya dengan ketidaktenangan jiwa, kegoncangan jiwa akibat kekecewaan atau ketidakpuasan terhadap kehidupan yang sedang dilaluinya. Hal ini dapat menyebabkan kelakuan di atas, demi ketenangan jiwa dan mengembalikan kestabilan jiwanya.

Dengan pendapat di atas, maka kenakalan remaja atau akhlak remaja disebabkan oleh keadaan jiwa remaja yang goncang, gelisah, cemas, kecewa dan ketidakpuasan merupakan penyebab utama remaja berbuat nakal. Namun itu tidak selamanya demikian sebab yang membuat remaja nakal adalah banyaknya factor yang menyebabkan dan mendorongnya.
Dalam hal ini Y. Singgih D. Gunarso (1981 : 22) menyebutkan bahwa penyebab kenakalan itu antara lain :
1) Kemungkinan berpangkal pada si remaja sendiri, seperti kekurangan penampungan emosional, kelemahan dalam mengendalikan dorongan-dorongan dan kecenderungan-kecenderungan, kegagalan prestasi sekolah atau pergaulan dan kekurangan dalam pembentukan hati nurani.
2) Kemungkinan berpangkal dari lingkungan dan masyarakat seperti akibat perkembangan teknologi, faktor sosial politik, sosial ekonomi dengan kondisi mobilisasinya dan akibat kepadatan penduduk yang menimbulkan persoalan demografi.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top