Selasa, 19 Mei 2015

Indikator Motivasi Siswi untuk Memakai Jilbab

Sebagaimana telah disebutkan terdahulu, bahwa motivasi merupakan kekuatan, dorongan setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap individu, maka untuk mengukur motivasi seseorang tidaklah mudah, tetapi terlebih dahulu perlu diidentifikasi gejala-gejala yang nampak dalam kegiatan yang dilakukannya.
Menurut Abin Syamsudin (2002 : 40), meskipun motivasi merupakan suatu kekuatan, namun tidak menentukan suatu substansi yang dapat diamati secara langsung. Yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi beberapa indikator berikut ini :
  1. Durasi kegiatan (berapa lama kemampuan penggunaan waktunya untuk melakukan kegiatan).
  2. Frekuensi kegiatan (berapa sering tidaknya kegiatan dilakukan dalam periode waktu tertentu).
  3. Persistensinya (ketetapan dan kelekatannya) dalam pencapaian tujuan kegiatan
  4. Ketabahan, keuletan dan kemampuannya dalam menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai tujuan.
  5. Devosi (pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, pikiran, bahkan jiwanya) untuk mencapai tujuan.
  6. Tingkatan inspirasinya (maksud, rencana, cita-cita, sasaran atau target, dan idolanya) yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukannya.
  7. Tingkat kualifikasi prestasi atau produk atau output yang dicapai dari kegiatannya (beberapa banyak memadai atau tidak, memuaskan atau tidak).
  8. Arah sikapnya terhadap kegiatan (like or dislike, positif atau negatif) untuk berbuat mencapai tujuan.
Untuk mengukur kuat tidaknya motivasi seseorang, dapat diukur dengan indikator-indikator tersebut. Namun untuk mengukur motivasi siswi dalam hal memakai jilbab, indikator-indikator tersebut tidak akan digunakan seluruhnya. Adapun yang akan dijadikan indikator dalam mengukur motivasi siswi untuk memakai jilbab adalah :
a) Durasi kegiatan, indikator ini akan mencoba mengungkapkan berapa lama siswi mampu mengembangkan jilbab dalam waktu tertentu, baik di sekolah ataupun di luar sekolah.
b) Frekuensi kegiatan, indikator yang akan dijadikan alat pengungkap berapa kali ia menggunakan jilbab dalam periode waktu tertentu.
c) Ketabahan dan keuletan, indikator ini akan menggunakan ketabahan dan keuletan siswi dalam memakai jilbab. Bagaimana motivasi siswi apabila ada hambatan yang datang dari lingkungan sekitarnya. Misalnya siswi mendapat cemoohan, ejekan atau dikucilkan dari kelompoknya.
d) Devosi (pengabdian) dan pengorbanan, dengan indikator ini akan terungkap seberapa besar pengabdian siswi pada ajaran agama, dan seberapa besar pengorbanan yang dilakukan siswi dalam usahanya untuk menggunakan jilbab, pengorbanan ini bisa berupa uang, harta, tenaga bahkan nyawa.
e) Arah sikap terhadap sasaran kegiatan, yaitu itu indikator yang mengungkapkan dan mengetahui tujuan siswi memakai jilbab, artinya apakah siswi memakai jilbab karena orang lain atau karena perintah Allah SWT dan ingin menjalankan ajaran agama?
Dengan menggunakan indikator di atas, diharapkan data yang diharapkan tentang motivasi siswi untuk memakai jilbab dapat terungkap dengan jelas.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top