Jumat, 15 Mei 2015

Hakekat dan Tujuan Belajar serta Faktor yang mempengaruhi Belajar

1. Hakekat Belajar
Bagi makhluk hidup, belajar merupakan proses kegiatan yang sangat bermakna. Belajar tidak hanya dialami oleh manusia, melainkan hewan juga mengalaminya. Namun demikian, belajar pada diri hewan, sangat dipengaruhi oleh naluri yang melekat pada mereka, sedangkan pada diri manusia, pengaruh naluri tadi direduksi oleh akal pikiran yang berkembang dan dapat dikembangkan. Makna belajar pada diri manusia sangat luas sesuai dengan kondisi, situasi, tantangan dan masalah yang dihadapi. (Sumaatmadja, 2002: 25)
Terdapat batasan-batasan yang beragam mengenai definisi belajar. Hal ini dikarenakan para ahli berbeda titik tolak dan pendirian dalam merumuskan suatu definisi. Namun jika ditelaah, batasan yang beragam itu bisa melahirkan suatu definisi yang terpadu. M. Surya (1991:32) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai suatu pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.
Pendapat diatas dilengkapi oleh Witherington (1991:2) yang menyebutkan bahwa:
“Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon, tingkah laku yang baru, yang nyata dalam perubahan keterampilan, kesanggupan, sikap dan kebiasaan.”

Definisi di atas di pertegas lagi oleh Abin Syamsudin Makmun (1999: 5) bahwa definisi belajar manapun mengacu pada konsep belajar yang menunjukkan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang terjadi pada individu merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon atau tingkah laku baru yang dapat di lihat dari perubahan keterampilan, kebiasaan, kesanggupan dan pemahaman. Sedangkan Sumaatmadja (2002: 27) berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang melekat pada diri kita masing-masing, dan juga sangat bermakna dalam kehidupan. Untuk lebih meningkatkan makna belajar, proses tersebut harus dilandasi oleh kesadaran yang mendalam, yang meliputi kesadaran emosional, intelektual, spiritual, sosial dan budaya.
Ahmadi (1982:20) mengemukakan pendapatnya mengenai belajar, yaitu “proses perubahan dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan, maka tidaklah dikatakan telah terjadi proses belajar”. Perubahan tingkah laku yang merupakan produk belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Terjadi secara sadar,
  2. Bersifat kontinyu dan fungsional, maksudnya berlangsung terus-menerus dan berguna bagi kehidupan,
  3. Bersifat aktif dan produktif, maksudnya perubahan merupakan hasil usaha individu dan perubahan tersebut senantiasa bertambah dan mengarah pada sesuatu yang lebih baik,
  4. Relatf menetap, maksudnya perubahan yang diperoleh bukan bersifat sementara,
  5. Bertujuan dan terarah, maksudnya perubahan yang dilakukan individu senantiasa terarah kepada tingkah laku atau tujuan yang ditetapkan, dan
  6. Mencakup seluruh aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas mengenai belajar, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang dalam hidupnya dan merupakan proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan untuk mencapai tujuan dan sasaran belajar.

2. Tujuan Belajar
Tujuan adalah hal yang sangat esensial, baik dalam rangka perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian. Tujuan memberikan petunjuk untuk memilih pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, memilih alat bantu pembelajaran serta menyediakan ukuran untuk mengukur prestasi belajar siswa. Adapun tujuan dari belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan kegiatan belajar, yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru. Tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar (Oemar, 1999: 73).
Menurut Hernowo dalam buku terjemahannya “Revolusi cara belajar”, belajar seharusnya memiliki tiga tujuan :
  1. Mempelajari keterampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran spesifik-dan dapat melakukannya dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih mudah.
  2. Mengembangkan konseptual umum-mampu belajar menerapkan konsep yang sama ataupun yang berkaitan dengan bidang-bidang lain.
  3. Mengembangkan kemampuan dan sikap pribadi yang secara mudah dapat digunakan dalam segala tindakan kita.
3. Unsur-unsur Dinamis Belajar
Oemar Hamalik (1999: 50-52) menyebutkan bahwa unsur-unsur yang terkait dalam proses belajar terdiri dari:
1. Motivasi siswa
Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan terjadi suatu perbuatan atau tindakan tertentu. Dorongan itu dapat timbul dari dalam diri subjek yang belajar yang bersumber dari kebutuhan tertentu yang ingin mendapat pemuasan; atau dorongan yang timbul karena rangsangan dari luar sehingga subjek melakukan kegiatan belajar.
2. Bahan belajar
Bahan belajar merupakan suatu unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Dengan bahan itu para siswa dapat mempelajari hal-hal yang diperlukan dalam upaya mencapai tujuan belajar. Oleh karena itu, bahan belajar harus berdasarkan tujuan yang hendak dicapai.
3. Alat bantu belajar
Alat bantu belajar disebut juga alat peraga atau media belajar. Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa melakukan kegiatan belajar, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan bantuan berbagai alat, maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi konkrit, mudah dipahami dan hasil belajar lebih bermakna.
4. Suasana belajar
Suasana belajar yang menyenangkan dapat menimbulkan gairah belajar, sedangkan suasana yang tidak tenang tentu tidak akan menunjang kegiatan belajar yang efektif. Oleh karena itu, guru dan siswa senantiasa dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang baik dan menyenangkan.
5. Kondisi subjek belajar
Kondisi subjek belajar (siswa) turut menentukan kegiatan dan keberhasilan belajar. Siswa dapat belajar secara efisien dan efektif apabila berbadan sehat, siap untuk melakukan kegiatan belajar, memiliki minat untuk belajar, serta pengalaman yang bertalian dengan pelajaran.


4. Syarat-syarat belajar
Ada beberapa syarat dalam proses belajar yang harus dipersiapkan, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Dapat mencapai tujuan belajar dalam waktu yang relatif singkat, karena ditunjang oleh pelaksanaan yang terencana sesuai dengan kurikulum.
  2. dapat melaksanakan PBM yang relatif efektif dan efisien karena ditunjang oleh materi/bahan pelajaran yang telah disiapkan sebelumnya.
  3. dengan latihan yang terarah oleh guru yang berpengalaman dalam dunia pendidikan akan menjamin hasil belajar yang lebih baik dan lebih efisien.
  4. dapat memakai alat bantu pengajaran dengan baik
  5. di kelas akan tercipta persaingan positif antar pelajar atau mereka akan dapat saling membantu/merangsang motivasi belajarnya.
5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Proses belajar menurut Soeman (1983:28) dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain, stimulasi yang terdiri dari bahan dan metode belajar, serta faktor individual yang meliputi pengalaman, intelegensi, dan motivasi.
M. Surya (1979:39-40) mengemukakan pandangannya dalam menyikapi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, antara lain terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis atau jasmani individu, baik yang bersifat bawaan/hereditas maupun yang diperoleh, misalnya penglihatan, pendengaran, struktur badan dan sebagainya. Faktor internal lain yaitu faktor psikologis, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, yang terdiri dari faktor intelektif (faktor potensial, yaitu intelegensi dan bakat serta faktor actual yaitu kecakapan yang nyata, seperti prestasi). Faktor psikologis lain yaitu faktor non intelektif yaitu komponen kepribadian tertentu seperti sikap, minat, kebiasaan, kebutuhan, motivasi, konsep diri, penyesuaian diri, emosional dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal meliputi sosial, lingkungan keluarga, sekolah, teman, masyarakat, budaya, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor lingkungan fisik contohnya fasilitas belajar di rumah, di sekolah, iklim dan faktor spiritual serta lingkungan keluarga. Faktor yang berasal dari dalam individu (internal), baik yang bersifat intelektual maupun non intelektual, mempunyai peranan penting dalam belajar. Karena belajar merupakan proses aktif, dimana individu tidak hanya menerima, tetapi dituntut pula untuk berolah fikir, rasa untuk memperoleh, memahami dan menguasai materi yang dipelajarinya.
Secara global, menurut Muhibbin Syah (2001: 132-139) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat kita bedakan menjadi tiga macam, yaitu:
  1. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan jasmani dan rohani siswa. Yaitu: aspek fisiologis (jasmani, mata dan telinga) dan aspek psikologis (intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa).
  2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Yaitu: lingkungan sosial (keluarga, guru, masyarakat, teman) dan lingkungan non-sosial (rumah, sekolah, peralatan, alam). 5.3. Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran, yang terdiri dari pendekatan tinggi, pendekatan sedang dan pendekatan rendah.
Pustaka.
-
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top