Sabtu, 09 Mei 2015

Fungsi Perseroan Terbatas

Fungsi dari Perseroan Terbatas adalah sebagaimana diamanatkan dalam penjelasan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Garis-Garis Besar Haluan Negara menegaskan bahwa “ sasaran Pembangunan Jangka Panjang Kedua adalah terciptanya kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri dalam suasana tenteram dan sejahtera lahir dan batin, dalam tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila, dalam suasana kehidupan bangsa Indonesia yang serba berkeseimbangan dan selaras dalam hubungan antara sesama manusia, manusia dengan masyarakat, masyarakat dengan alam dan lingkungannya, manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa”.
Dibidang ekonomi, sasaran umum Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas adalah Pembangunan, antara lain diarahkan kepada peningkatan kemakmuran rakyat yang makin merata. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan berbagai sarana penunjang antara lain tatanan hukum yang mendorong menggerakkan, dan mengendalikan berbagai kegiatan pembangunan di bidang ekonomi. Dengan ketentuan–ketentuan baru ini, diharapkan Perseroan Terbatas dapat menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional yang berasaskan kekeluargaan menurut dasar-dasar demokrasi ekonomi sebagai pengejawantahan dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.61
Bertolak dari nilai lebih yang dimiliki oleh PT pada umumnya, maka kemampuan mengembangkan diri sebagai badan usaha PT dapat nilai mempunyai potensi yang memberi harapan lebih. Oleh karena itu pilihan masyarakat terhadap bentuk usaha ini merupakan suatu pilihan yang sangat beralasan pula.
Kedudukan Perseroan Terbatas sebagai institusi adalah sebagai badan hukum, sehingga ia adalah subyek hukum, pelaku ekonomi mempunyai beberapa nilai lebih dibandingkan dengan organisasi ekonomi lainnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa PT mempunyai nilai lebih baik di tinjau dari aspek ekonomi sendiri maupun dari aspek yuridis.

Perseroan Terbatas (PT) sebagai organisasi ekonomi mempunyai kemampuan lebih besar untuk mengembangkan diri karena :
  1. mempunyai kemampuan menghimpun dana lebih dibandingkan dengan bentuk usaha lain tanpa mengganggu eksistensinya.
  2. mempunyai kemampuan mengembangkan diri tanpa mempengarui eksistensinya.
  3. dapat dirancang untuk mengadakan antisipasi jangka panjang pada usaha dengan skala besar baik lokal, nasional maupun internasional.
  4. PT mampu melakukan kerjasama antara perusahaan dengan tetap mempertahankan jati dirinya termasuk siapa saja sebagai pendukungnya (pemegang saham) tanpa memperdebatkan aspek hukum mengenai berdirinya maupun keberadaannya Perseroan Terbatas sebagai kesatuan modal yang kedudukannya sebagai badan hukum (apakah berdasarkan perjanjian atau karena teori badan hukum). PT dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Oleh karena itu khusus megenai modal, baik undang-undang yang lama (KUH Dagang) maupun Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroa Terbatas memberika rambu-rambu tertentu untuk menjaga keseimbangan setiap kepentingan yang ada di dalamnya.62
Lain halnya dengan Perusahaan perseroan (Persero) adalah perusahaan negara yang diatur dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1969 tentang Bentuk-bentuk usaha negara. Perusahaan Perseroan, untuk selanjutnya disebut Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BMN) yang dibentuk berdasarkan UU No. 9 tahun 1969 yang berbentuk Perseroan Terbatas, sebagaimana dimaksud dalam UU No. 1 Tahun 1995 yang seluruh atau paling sedikit 51% (lima puluh satu persen) saham yang dikeluarkannya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan modal secara langsung (Pasal 1 angka 2). Sebagai Perseroan Terbatas, maka terhadap persero berlaku prinsip-prinsip Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam UU No. 1 Tahun 1995 (Pasal 3).

Pustaka.
Sri Redjeki Hartono, 2000, Kapita Selekta Hukum Perusahaan, Mandar Maju, Bandung
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top