Rabu, 20 Mei 2015

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Proses Belajar Mengajar

Dalam buku Psikologi Pendidikan karya Syah faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan proses belajar mengajar secara global dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal, faktor yang berasal dari dalam diri siswa, seperti keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor lainnya adalah faktor eksternal atau faktor dari luar siswa, yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Sedangkan faktor berikutnya faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

Faktor-faktor tersebut dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Seorang siswa yang bersikap conserving terhadap ilmu pengetahuan atau bermotif ekstrinsik (faktor eksternal umpamanya, biasanya cenderung mengambil pendekatan belajar yang sederhana dan tidak mendalam). Sebaliknya, seorang siswa yang berinteligensia tinggi (faktor internal), mungkin akan memilih pendekatan belajar yang lebih mementingkan kualitas hasil pembelajaran. Jadi, karena pengaruh faktor-faktor tersebut, muncul siswa-siswa yang high-achievers (berprestasi tinggi) dan under-achievers (berprestasi rendah) atau gagal sama sekali. Dalam hal ini seorang guru yang kompeten dan professional diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan munculnya kelompok siswa yang menunjukkan gejala kegagalan dengan berusaha mengetahui dan mengatasi faktor yang menghambat proses belajar siswa.
Berikut akan dijelaskan faktor yang dapat mempengaruhi belajar siswa.
a. Pengaruh karakteristik siswa
Faktor yang berasal dari dalam diri siswa merupakan faktor yang dapat mempengaruhi belajar. Dalam hal ini pengaruh karakteristik siswa baik secara internal maupun eksternal. Faktor internal siswa meliputi dua aspek yakni aspek fisiologis yang bersifat jasmaniah dan aspek psikologis yang bersifat rohaniah.

b. Pengaruh karakteristik guru
Kepribadian merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pembimbing sumber daya manusia. Di samping ia berperan sebagai pembimbing dan pembantu, guru juga berperan sebagai panutan. Oleh karena itu, setiap calon guru dan guru professional sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan para siswanya.

c. Pengaruh interaksi dari metode
Dalam setiap proses belajar mengajar di sekolah sekurang-kurangnya melibatkan empat komponen pokok yaitu individu siswa, guru, ruang kelas dan kelompok siswa. Semua komponen ini sudah barang tentu memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang unik dan berpengaruh terhadap jalannya proses belajar mengajar.
Melalui interaksi antara guru dengan siswa dan interaksi antara sesama siswa (komunikasi dua arah dan multiarah) dalam proses belajar mengajar akan menimbulkan perubahan perilaku siswa baik yang berdimensi ranah cipta, ranah rasa, maupun yang berdimensi ranah karsa. Oleh karena itu, dalam komunikasi intruksional yang direkayasa guru pengelola proses belajar mengajar seyogianya diterapkan sebuah metode yang relevan dengan kebutuhan. Sebab, apabila metode mengajar yang digunakan guru dalam mengelola proses belajar mengajar tepat, maka peluang memperoleh hasil pembelajaran para siswa yang sesuai dengan harapan pun akan lebih besar.

d. Pengaruh karakteristik kelompok
Kesatuan yang terdiri atas siswa dalam sebuah kelas disebut kelompok. Kesatuan siswa ini memiliki karakteristik tertentu dan turut pula mempengaruhi hasil pembelajaran setiap siswa dalam kelas itu. Karakteristik kesatuan siswa yang dapat mempengaruhi jalannya proses belajar mengajar dan hasil pembelajaran siswa itu, ialah jumlah anggota kelompok, struktur kelompok (jenis kelamin dan usia anggota), sikap kelompok, kekompakan anggota kelompok dan kepemimpinan kelompok.
Karakteristik kelompok yang perlu dipahami sebaik-baiknya oleh guru untuk dimanfaatkan dalam mengatur pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar dan proses pembelajaran siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok. Selain itu, pembentukan kelompok khusus di luar kelompok kelas, seperti kelompok diskusi dan kelompok belajar yang kompak dan harmonis juga amat berpengaruh terhadap hasil proses belajar mengajar khususnya dalam hal penyelesaian tugas-tugas bersama.

e. Pengaruh fasilitas fisik
Fasilitas (kemudahan) fisik yang mempengaruhi jalannya proses belajar mengajar dan hasil-hasil yang akan dicapai adalah, kemudahan fisik yang ada di sekolah, seperti kondisi ruang belajar/kelas, bangku, papan tulis, laboratorium, perpustakaan dan perangkat fisik lainnya yang berhubungan dengan kepentingan proses belajar mengajar. Selain itu kemudahan fisik yang ada di rumah siswa seperti ruang dan meja belajar, lampu, rak buku dan isinya, alat-alat tulis, ventilasi, dan sebagainya.

f. Pengaruh mata pelajaran
Tingkat kesukaran, keluasan dan kedalaman makna yang terkandung dalam bahan pelajaran akan turut mempengaruhi sikap dan minat belajar para siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, setiap bahan pelajaran, seyogianya ditata sedemikian rupa hingga memenuhi syarat psikologis-pedagogis.

g. Pengaruh lingkungan luar
Faktor lingkungan luar (kondisi lingkungan) yang mendorong kelancaran atau kemacetan proses belajar mengajar meliputi, lingkungan sekitar seperti keadaan lingkungan gedung sekolah, kondisi masyarakat sekitar sekolah, situasi kultural sekitar sekolah, juga sistem pendidikan dan organisasi serta administrasi sekolah. Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar rumah siswa, seperti tetangga, fasilitas/sarana umum, strata sosial masyarakat, situasi kultural, dan sebagainya.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top