Selasa, 19 Mei 2015

Definisi atau Pengertian Motivasi serta Fungsi dan Faktor yang mempengaruhi Motivasi

Motivasi hampir sama pengertiannya dengan motive, drives dan needs. Menurut Filmore H Sanford yang dikutip oleh Usman Efendi dan Juhaya S (1993 : 60) mengatakan bahwa motivasi akar katanya motif. Motif dapat diartikan sebagai kondisi (kekuatan/dorongan) yang menggerakkan organisme (individu) untuk mencapai tujuan atau beberapa tujuan Uzer Usman (1999 : 28) berpendapat bahwa motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan, sedangkan motif menurut Slameto (1995 :58) adalah menunjukkan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak untuk melakukan sesuatu.
Dari beberapa pengertian motif di atas dapat diambil kesimpulan bahwa motif adalah suatu tenaga atau daya penggerak dari dalam diri individu, yang mendorong dan mempengaruhi seseorang untuk memulai serangkaian tingkah laku/tindakan. Motif ini memerlukan proses dan usaha untuk menggiatkan daya penggerak yang ada dalam diri individu. Dari proses untuk menggiatkan daya penggerak dalam diri individu dinamakan motivasi.
Hal ini senada dengan Uzer Usman (1999 : 28) bahwa motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan/tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan yang ada dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Sementara menurut Muhibbin Syah (1995 : 136) motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Dan motivasi menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sudirman AM (1996 : 73) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap sesuatu.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu proses atau usaha yang disadari untuk menggerakkan daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk bertindak atau bertingkah laku dalam rangka mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan. Bila dikaitkan dengan tanggapan siswi, motivasi memegang peranan penting sebab dengan motivasi akan terjadi perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan menyenangi dalam suatu objek.
Fungsi Motivasi
Motivasi mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. Demikian halnya bahwa motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar siswi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, baik dalam hal mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru atau memecahkan persoalan-persoalan pribadi.
Dan dapat diketahui bahwa motivasi mempunyai fungsi sebagai penggerak bagi seseorang untuk melakukan kegiatan. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengemukakan fungsi motivasi menurut para ahli. Menurut Oemar Hamalik (2000 :175) menjelaskan bahwa suatu proses motivasi mempunyai fungsi yaitu :
  1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, artinya tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan.
  2. Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan.
  3. Sebagai penggerak, artinya besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan.

Adapun fungsi motivasi dalam hal menumbuhkan kesadaran siswi untuk memakai jilbab dalam aktivitas di sekolah, dapat di amati dari penjelasan Sardiman AM (1996 : 85) sebagai berikut :
1) Motivasi mendorong manusia untuk berbuat, yakni sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Bagi siswi, motivasi untuk memakai jilbab akan mendorong siswi untuk senantiasa menjalankan ajaran dan tuntutan agama Islam dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah atau di rumah. Itu semua sebagai bukti keberhasilan proses pendidikan dalam segi pendidikan agama Islam, yang pada akhirnya merupakan pencapaian dari Tujuan Pendidikan Nasional.

2) Motivasi menentukan arah perbuatan kearah tujuan yang akan dicapai. Telah dijelaskan di atas bahwa tujuan pendidikan di Indonesia di antaranya adalah terbentuknya manusia yang beriman dan bertaqwa. Dengan demikian motivasi untuk memakai jilbab berkaitan erat dengan pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa, dan menjalankan ajaran agama merupakan bukti ketaqwaan.

3) Motivasi penting artinya dalam menyeleksi suatu perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan dan tepat untuk mencapai tujuan. Dengan motivasi untuk memakai jilbab, akan mengarahkan langkahnya untuk berlaku sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan tidak akan melakukan hal-hal menyimpang dari kegiatan tersebut bahkan akan terhindar dari perbuatan yang akan menghambat tercapainya tujuan.
Dengan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat berguna untuk menggerakkan, mengarahkan, dan mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Dan sesuai dengan penjelasan terdahulu, bahwa di dalam diri siswi ada dua jenis motivasi yang dominan, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik. Sedangkan untuk menumbuhkan motivasi agar siswi mau memakai jilbab, hendaknya ditumbuhkan motivasi instrinsik sebab dengan motivasi ini akan lebih melekat dalam diri siswi atau tidak akan mudah digoyahkan oleh pengaruh luar dan akan lebih tegar dalam menghadapi tantangan dan hambatan.

Faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi
Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sardiman AM (1996 : 793) ada tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi yaitu :
  • Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi di dalam diri manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan dalam diri manusia yaitu neuriphysiological yang ada pada organisme manusia, dan penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
  • Motivasi ditandai dengan munculnya perasaan/feeling, bawaan, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Sedangkan berkenaan dengan perasaan Agus Sujanto (1993 : 75) menyebutkan sifat-sifat perasaan itu berkenaan dengan senang tidak senang, kuat lemah, lama sebentar, relatif dan tidak berdiri sendiri.
  • Motivasi akan dirancang karena adanya tujuan. Motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu stimulus dalam pencapaian tujuan. Motivasi muncul dalam diri seseorang secara otomatis, selain itu juga motivasi akan muncul karena adanya rangsangan dari luar.
Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi menurut A.Hadisaputro (1986 : 11) adalah sebagai berikut :
1) Motivasi merupakan suatu tenaga yang dinamis bagi seseorang. Maksudnya walaupun motivasi sebenarnya sudah ada pada diri individu sendiri, akan tetapi untuk munculnya diperlukan adanya rangsangan baik dari dalam maupun yang berasal dari luar.
2) Motivasi ini sering kali ditandai dengan munculnya suatu keinginan yang penuh emosional.
3) Motivasi ini merupakan suatu reaksi pilihan (anticipatory) bagi tercapainya suatu tujuan dari pada tingkah lakunya. Manusia memiliki sejumlah perhatian terhadap lingkungannya dan motivasi ini merupakan pengarahan batiniyah terhadap suatu objek tertentu, dengan demikian sikapnya yang dilandasi motivasi ini merupakan sikap pilihan yang dianggapnya paling cocok tertuju kepada objek tingkah laku yang bersangkutan.
4) Motivasi berhubungan dengan sejumlah kebutuhan dalam diri seseorang yang memunculkan dorongan, sehingga dengan melakukan perbuatan tersebut kebutuhannya itu akan segera dapat terpenuhi dan memuaskan.

Pustaka.
-
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top