Kamis, 21 Mei 2015

Definisi dan Pengertian Anak Didik (Perspektif Islam)

Dilihat dari segi kedudukannya, anak didik adalah makhluk yang sedang berada dalam proses perkembangan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing. Mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.
Dalam bahasa Arab di kenal tiga istilah yang sering digunakan untuk menunjukan pada anak didik kita. Tiga istilah tersebut adalah murid yang secara harfiyah berarti orang yang menginginkan atau membutuhkan sesuatu, tilmidz (jamaknya) talamidz yang berarti murid, dan thalib al-ilm yang menuntut ilmu pelajaran atau mahasiswa. Ketiga istilah tersebut seluruhnya mengacu kepada seseorang yang tengah menempuh pendidikan. Perbedaannya hanya terletak pada penggunaannya.
berdasarkan pengertian diatas, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan dan ilmu, bimbingan dan pengarahan. Dalam pandangan Islam, hakikat ilmu berasal dari Allah, sedangkan proses memperolehnya dilakukan melalui belajar kepada guru. Karena ilmu itu dari Allah, maka membawa konsekuensi perlunya seseorang anak didik mendekatkan diri kepada Allah atau menghiasi diri dengan akhlak mulia yang disukai Allah, dan sedapat mungkin menjauhi perbuatan yang tidak disukai Allah. Dalam hubungan ini muncullah aturan normatif tentang perlunya kesucian jiwa bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu, karena ia sedang mengharapkan ilmu yang merupakan anugerah Allah. Hal ini dapat dipahami dari ucapan Imam Syafi'I sebagai berikut :

شَكَيْتُ اِلَى وَكِيْعٍ سُوْءُ الْحِفْظِيْ فَأَرْشِدُني إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِيْ وَعَلِّمْنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُوْرُ اللهَ لاَ يَهْدِي لِلْعَاصِيْ

Artinya :"Aku mengadukan masalahku kepada guruku bernama Waki', karena kesulitan dalam mendapatkan ilmu (sulit menghapal). Guruku itu menasehatiku agar menjauhi perbuatan maksiat. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat".
Ungkapan di atas mengisyaratkan bahwa ilmu itu hakikatnya cahaya dari Allah, dan hal itu hanya diberikan kepada hamba-Nya yang ta’at kepada-Nya.
Seorang pelajar yang ingin mendapatkan ilmu itu memerlukan bimbingan, pengarahan, dan petunjuk dari guru, maka muncul pula etika pergaulan yang baik yang harus dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya.
Asma Hasan Fahmi menyebutkan empat akhlak yang harus dimiliki anak didik, yaitu :
  1. Seorang anak didik harus membersihkan hatinya dari kotoran dan penyakit jiwa sebelum ia menuntut ilmu, karena belajar adalah merupakan ibadah yang tidak sah dikerjakan kecuali dengan hati yang bersih. Kebersihan hati tersebut dapat dilakukan dengan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang tercela, seperti dengki, benci, hasud, menghasut, takabur, menipu, berbangga-bangga dan memuji diri dan yang selanjutnya diikuti dengan menghiasi diri dengan akhlak yang mulia seperti bersikap benar, taqwa, ikhlas, zuhud, merendahkan diri dan ridha.
  2. Seorang anak didik harus mempunyai tujuan menuntut ilmu dalam rangka menghiasi jiwa dengan sifat keutamaan, mendekatkan diri kepada Tuhan dan bukan untuk mencari kemegahan dan kedudukan.
  3. Seorang pelajar harus tabah dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan bersedia pergi merantau.
  4. Seorang anak murid wajib menghormati guru dan berusaha agar senantiasa memperoleh kerelaan dari guru, dengan mempergunakan bermacam-macam cara.
Selain itu, seorang anak didik harus mempelajari ilmu yang berhubungan dengan pemeliharaan hati, seperti bertawakal, mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan-Nya, takut dan mencari keridlaan-Nya, karena semua itu diperlukan bagi tingkah laku kehidupan sehari-hari dan bagi kemuliaan seorang alim. Dengan ilmu demikian itu, seseorang menjadi mulia, sebagaimana Nabi Adam as. Yang dihormati oleh para Malaikat disuruh sujud kepada Nabi Adam, karena ia memiliki ilmu yang mulia.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top