Selasa, 19 Mei 2015

Definisi dan Pengertian Tanggapan serta Macam-Macam Tanggapan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggapan sama dengan pengertian persepsi (penerimaan) yaitu proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indera (Dep P dan K, 1989 : 6754). Berdasarkan pada pengertian tersebut bahwa apa yang diterima oleh panca indera dapat disebut dengan tanggapan.
Sebagaimana dijelaskan Sumadi Suryabrata (1989 : 36) bahwa tanggapan adalah bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah melakukan pengamatan. Dari pendapat ini dapat dipahami bahwa yang dimaksud tanggapan adalah bayangan yang berupa kesan-kesan yang ada dalam ingatan seseorang yaitu hasil dari pengamatan terhadap suatu objek tersebut sudah lepas dari ruang dan waktu pengamatan, dalam arti pengamatan sudah berlangsung.
Hal ini senada dengan pendapat Kartini Kartono (1996 : 57) menjelaskan bahwa tanggapan adalah kesan-kesan yang dialami jika perangsang sudah tidak ada, dalam arti proses pengamatan sudah berhenti dan tinggal kesan-kesan saja peristiwa demikian ini disebut dengan tanggapan. Adapun Westy Soemanto (1990 : 23) mendefinisikan bahwa tanggapan adalah bayangan yang menjadi kesan yang dihasilkan dari pengamatan. Kesan tersebut menjadi kesadaran yang dapat dikembangkan dalam hubungannya dengan konteks pengalaman waktu sekarang serta antisipasi kesadaran untuk masa yang akan datang.
Di samping itu, Abu Ahmadi dan M. Umar (1995 :36), berpendapat bahwa tanggapan adalah gambaran dari pengamatan di mana objek yang diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. Jadi jika proses pengamatan sudah berhenti dan hanya tinggal kesan-kesannya saja, peristiwa demikian itu disebut dengan tanggapan. Dari pendapat ini dapat diketahui bahwa timbulnya tanggapan berasal dari pengamatan yang sudah berlaku terhadap suatu objek.
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan tanggapan adalah bayangan atau kesan-kesan yang tinggal dalam ingatan setelah melakukan pengamatan terhadap suatu objek, dengan objek tersebut sudah tidak ada lagi dalam ruang dan waktu pengamatan.
Adapun jenis atau macam-macam tanggapan dilihat dari fungsinya ada dua yaitu tanggapan fungsi primer dan tanggapan fungsi sekunder. Tanggapan fungsi primer adalah tanggapan-tanggapan yang berpengaruh pada kehidupan kejiwaan (berpikir, perasaan dan pengenalan). Sedangkan apabila tanggapan-tanggapan yang sudah disadari dan masih terus berpengaruh terhadap kehidupan kejiwaan kita, fungsi tanggapan ini disebut dengan fungsi sekunder (Kartini Kartono, 1996 : 59).
Agus Sujanto (1993 : 32) mengklasifikasikan tanggapan ke dalam tiga bagian :
1) Menurut indera yang mengamati tersebut
  • Tanggapan auditif adalah jenis tanggapan suara yang memakai indera pendengar.
  • Tanggapan visual adalah jenis tanggapan yang memakai indera pelihat.
  • Tanggapan perasa yaitu jenis tanggapan yang memakai indera perasa.
2) Menurut terjadinya
  • Tanggapan ingatan, artinya orang orang itu mempunyai tanggapan yang baik sekali mengenai kejadian yang telah berlalu.
  • Tanggapan fantasi, artinya orang yang mempunyai tanggapan yang baik sekali bagi apa yang telah diangan-angankan/dibayangkan.
  • Tanggapan fikir, artinya orang yang mempunyai tanggapan yang baik sekali bagi apa yang telah dipikirkannya.
3) Menurut Lingkungannya
  • Tanggapan benda (kebendaan) artinya orang itu mempunyai tanggapan yang baik sekali tentang benda-benda yang ada di lingkungannya.
  • Tanggapan perkataan, artinya orang itu mempunyai tanggapan yang baik sekali mengenai apa-apa yang telah dikatakan individu di sekelilingnya.
Adapun menurut Sumardi Suryabrata (1989 : 36) membagi tanggapan pada tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1) Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan
2) Tanggapan masa datang atau mengantisifasikan
3) Tanggapan masa kini atau tanggapan representatif (tanggapan mengimajinasikan)
Dan menurut A. Hadisaputro (1986 : 37), mengungkapkan bahwa jenis-jenis tanggapan itu meliputi : jenis tanggapan pelihat atau tanggpan visual, jenis tanggapan suara atau tanggapan auditif, dan tanggapan raba/rasa.

Pustaka.
-
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top