Selasa, 26 Mei 2015

Definisi dan Pengertian Pembelajaran (Konsep Pendidikan)

Belajar adalah perubahan dalam tingkah laku (M. Ngalim P, 1997:85) yaitu proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Gagne dan Briggs (1979:3)
Istilah “pembelajaran” sama dengan “instruction atau “pengajaran”. Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan. (Purwadinata, 1967:22). Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen :
1). Siswa
Seorang yang bertindak sebagai pencari, penerima, dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
2). Guru
Seseorang yang bertindak sebagai pengelola, katalisator, dan peran lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.
3). Tujuan
Pernyataan tentang perubahan perilaku (kognitif, psikomotorik, afektif) yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
4). Isi Pelajaran
Segala informasi berupa fakta, prinsip, dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
5). Metode
Cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka untuk mencapai tujuan.
6). Media
Bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa.
7). Evaluasi
Cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya.
b. Indikator Pembelajaran di Taman Kanak-kanak
  1. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan lebih tertib.
  2. Menyanyi lagu-lagu Keagamaan
  3. Bersyair bernafaskan agama
  4. Menyebutkan macam-macam agama yang dikenal
  5. Terlibat dalam upacara keagamaan
  6. Melaksanakan kegiatan ibadah sesuai aliran menurut keyakinannya
  7. Membedakan ciptaan-ciptaan tuhan
  8. Berbuat baik terhadap semua makhluk Tuhan misal : tidak mengganggu orang yang sedang melakukan kegiatan, tidak menyakiti binatang, menyiram tanaman.
  9. Mempunyai sahabat
  10. Selalu memberi dan membalas salam
  11. Berbicara dengan suara yang ramah dan teratur (tidak berteriak)
  12. Selalu mengucapkan terima kasih jika memperoleh sesuatu
  13. Menyebutkan mana yang salah dan mana yang benar pada suatu persoalan
  14. Menunjukan perbuatan mana yang salah dan mana yang benar
  15. Ke sekolah tepat waktu
  16. Mentaati peraturan yang ada
  17. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua
  18. Mendengarkan dan memperhatikan teman bicara
  19. Berbahasa sopan dan bermuka manis
  20. Menyapa teman dan orang lain
  21. Senang bermain dengan teman
  22. Dapat melaksanakan tugas kelompok
  23. Dapat memuji teman atau orang lain
  24. Berani bertanya secara sederhana
  25. Mau mengemukakan pendapat secara sederhana
  26. Mampu memgambil keputusan secara sederhana
  27. Senang menolong
  28. Mau memohon dan memberi maaf
  29. Mengajak teman untuk bermain/belajar
  30. Membersihkan diri sendiri tanpa bantuan, misal : menggosok gigi, mandi, buang air
  31. Memelihara milik sendiri
  32. Memelihara lingkungan, misal : tidak mencoret-coret tembok, membuang sampah pada tempatnya, dll
  33. Menghemat pemakaian air dan listrik
  34. Melaksanakan kegiatan sendiri sampai selesai
  35. Membersihkan peralatan makan setelah digunakan
2) Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar
  1. Kemampuan Berbahasa
  2. Kognitif
  3. Fisik / motorik
  4. Seni
Facebook Twitter Google+

2 komentar

Sangat membantu mas...
ditunggu kunjungan baliknya hehe

http://semuapendidikankita.blogspot.co.id/

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top