Jumat, 29 Mei 2015

Definisi atau Pengertian Hasil Belajar Anak

Sebelum mengemukakan tentang pengertian hasil belajar anak, terlebih dahulu akan penulis kemukakan tentang pengertian belajar.
Secara singkat dan umum, belajar berarti dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan tingkah laku, yaitu terjadi perubahan aspek-aspek, di antaranya aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk lebih memahami tentang pengertian belajar, berikut ini penulis kemukakan beberapa pendapat para ahli, di antaranya sebagai berikut :
Abu Ahmadi (1978 : 23) memberikan definisi :
Belajar adalah perbuatan murid dalam usahanya merubah situasi perkembangan dirinya dalam bidang materi, formal serta fungsional pada umumnya dan bidang intelektual pada khususnya.

Oemar Hamalik (1986 : 61), mengemukakan bahwa belajar bukan suatu tujuan, akan tetapi adalah suatu proses lebih bersifat merupakan cara mencapai tujuan, jadi merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh.
Cronbach yang dikutip oleh Moh. Surya (1981 : 30) menyatakan bahwa "belajar ditunjukkan oleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil daripada pengalaman".
Whiterington, dalam bukunya Educational Psychologi mengemukakan "belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada interaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian". (Ngalim Purwanto, 1985 : 81)
Oemar Hamalik yang dikutip oleh E. Usman Efendi dan Juhaya S. Praja (1986 : 103) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses penambahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya.
Sedangkan E. Usman Efendi dan Juhaya S. Praja (1986 : 103) merumuskan tentang pengertian belajar sebagai berikut :
 
Suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu yang baru dan perubahan secara keseluruhan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman itu sendiri. Perubahan-perubahan mana akan nampak dalam penguasaan-penguasaan pola-pola sambutan (respon) yang baru terhadap lingkungan, yang berupa skill habit, attitude, ability, knowledge, understanding, aprecation, emotional, hubungan sosial, jasmani dan etika atau budi pekerti.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dan perubahan keseluruhan tingkah laku individu, baik sikapnya, kebiasaannya, keterampilannya maupun pengetahuannya sebagai hasil dari pengalaman itu sendiri, perubahan tersebut nampak dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian hasil menurut kamus besar bahasa Indonesia tahun 1989 adalah "sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dan sebagainya) oleh usaha", hasil belajar dapat diartikan sebagai sebuah proses yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap intelektual, sikap dan prilaku sebagai aktualisasi dan hasil interaksi dengan lingkungan belajarnya.
Hasil belajar adalah perubahan sikap dari yang tidak tahu menjadi tahu sehingga dalam kepribadiannya dapat menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada interaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu perubahan yang positif. Berikut penulis akan mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain :
1). Faktor internal, yaitu faktor yang menyangkut seluruh diri pribadi, termasuk fisik maupun mental atau psikofisiknya yang ikut menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar.

2). Faktor eksternal, adalah faktor yang bersumber dari luar individu yang bersangkutan, misalnya ruang belajar yang tidak memenuhi syarat, alat-alat pengajaran yang tidak memadai dan lingkungan sosial maupun lingkungan alamiahnya. (Sukardi, 1983 : 30)

Slameto (1980 : 56-74), mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sebagai berikut :
1). Faktor intern, dalam faktor intern ini terbagi atas tiga faktor yaitu : faktor jasmaniah, faktor psikologi dan faktor kelelahan. Lalu faktor jasmaniah meliputi : faktor kesehatan, cacat tubuh. Faktor psikologi meliputi : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Sedang faktor kelelahan meliputi : kelelahan jasmani dan rohani.
2). Faktor ekstern, dalam faktor ekstern ini terbagi atas tiga, yaitu : faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Dalam faktor keluarga yang mempengaruhi yaitu : cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga. Kemudian faktor sekolah meliputi : metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pengajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Sedang faktor masyarakat yang mempengaruhinya adalah kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.

Selanjutnya Ngalim Purwanto (1985 : 101-102), mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
1). Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri, yang kita sebut dengan faktor individual, dan
2). Faktor yang ada di luar individu yang kita sebut faktor sosial. Yang termasuk ke dalam faktor individual : kematangan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi. Sedangkan yang termasuk faktor sosial yaitu : keluarga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang digunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.

Dari beberapa kutipan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu ada dua macam, yaitu :
1). Faktor yang berasal dari diri individu itu sendiri yang disebut dengan faktor intern atau faktor individual, dan
2). Faktor yang berasal dari luar diri pelajar yang disebut dengan faktor eksternal atau faktor lingkungan.
Sebagaimana yang telah dikemukakan, bahwa yang mempengaruhi proses belajar itu ada dua macam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal; maka kedua faktor tersebut tentu juga mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa itu sendiri. Yang dimaksud mempengaruhi di sini adalah bahwa kedua faktor tersebut dapat mendorong atau dapat pula menghambat seseorang yang sedang belajar, sebab itu dalam proses belajar mengajar yang termasuk faktor internal itu adalah siswa yang raw input (bahan masukan) yang memiliki karakteristik tertentu baik psikologis maupun fisiologis. Mengenai fisiologis adalah bagaimana kondisi fisiknya, panca inderanya dan sebagainya, sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minat, tingkat kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif, dan sebagainya.
Yang termasuk faktor eksternal adalah kurikulum atau bahan pelajaran, guru yang memberikan pelajaran, sarana dan fasilitas serta managemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan, yang kesemuanya itu termasuk faktor-faktor yang disengaja dirancang.
Agar lebih jelasnya, maka Ngalim Purwanto (1985 : 107) mengemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar dalam bentuk diagram sebagai berikut :
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top