Kamis, 07 Mei 2015

Arti Penting Kawasan Industri Sebagai Sarana Investasi

A. Menyediakan Kavling Industri Siap Bangun Dan Bangunan Siap Pakai
Salah satu tujuan pembangunan kawasan industri sebagaimana disebutkan dalam Keppres tentang kawasan industri adalah memberikan kemudahan kepada investor dalam menanamkan modalnya melalui penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik maupun bangunan siap pakai untuk penyimpanan. Sejalan dengan tujuan tersebut, maka di dalam kawasan industri telah disiapkan kavling-kavling tanah dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan investor, yang telah dilengkapi dengan perizinan dan dalam kondisi siap bangun. Dengan kondisi tersebut para investor akan memperoleh kemudahan karena tidak perlu repot-repot untuk mencari lokasi pabriknya dengan melakukan pembebasan tanah sendiri. Sedangkan apabila ini dilakukan sendiri maka akan memakan banyak waktu dan biaya, dan kesulitan lainnya di lapangan, mengingat kebanyakan investor terutama investor asing belum mengenal sama sekali daerah yang akan ditempati untuk kegiatan usahanya/pabriknya.

Ada beberapa alternatif jasa penyediaan tempat industri/pabrik yang diberikan kepada calon investor dalam suatu kawasan industri, antara lain :
a) menjual kavling siap bangun (KSB) untuk pabrik berikut prasarananya. Yang dimaksud kavling siap bangun adalah kavling atau lahan yang dijual merupakan lahan yang sudah matang, rata, lengkap dengan fasilitas jaringan utilitas, jalan, saluran, dan lain sebagainya, sehingga investor tinggal membangunan pabriknya saja. Dalam jasa jual kavling siap bangun tersebut, selain harus membayar harga jual lahan, kepada investor masih dibebani biaya pemeliharaan atau sevice charge bulanan. Kegunaan biaya pemeliharaan tersebut adalah untuk memelihara infrastruktur yang ada seperti, jalan, saluran, dan utilitas lainnya. Disamping itu, apabila pabrik akan menghasilkan limbah cair yang harus di tampung oleh kawasan melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL), maka biasanya akan dikenakan pula tarif pembuangan sendiri, semua perizinan seperti izin bangunan akan diselesaikan oleh pengelola kawasan industri.

b) Menyewakan kavling siap bangun. Pada hakekatnya, jasa ini sama dengan jasa menjual kavling. Bedanya hanya pada status kepemilikan. Di sini, kepemilikan kavling masih menjadi hak pengelola, sedang investor hanya mempunyai hak pakai sampai pada batas masa perjanjian sewa saja. Biaya pemeliharaan kawasan dan biaya pajak tanah dan bangunan juga tetap menjadi kewajiban investor. Keuntungan pihak investor pada sewa lahan ini adalah pihak investor tidak perlu mengeluarkan biaya untuk modal yang besar (pembelian tanah) sehingga biaya awal dapat dialokasikan untuk modal kerja pabrik.


c) Menyewakan bangunan untuk usaha industri. Jenis jasa lainnya yang biasa disediakan oleh pengelola kawasan industri adalah menyewakan bangunan, atau sebagian bangunan untuk usaha industri. Untuk sebagian investor, terutama yang jenis industrinya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, dengan menyewa bangunan pabrik biaya awal untuk usaha industri tersebut menjadi relatif kecil. Hanya saja ada keterbatasannya, yakni besaran bangunan biasanya sudah standar dari pengelola kawasan dan perlengkapan mesin-mesinnya juga harus mengikuti standar spesifikasi dari pengelola. Menyewa bangunan pabrik ini pada prinsipnya hampir sama dengan menyewa ruangan untuk kantor. Semua sarana sudah tersedia, seperti listrik, air, gas, telepon dan bahkan gudangpun sudah ada. Kewajiban dari penyewa, selain membayar sewa ruangan/bangunan, juga membayar biaya listrik, air, telepon dan gas.
Untuk memudahkan dan mengoptimalkan bangunan, biasanya bangunan tersebut mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai tempat berproduksi (pabrik), kantor dan sekaligus sebagai tempat tinggal, atau lebih popular disebut three in one building.

d) menjual bangunan untuk usaha industri. Jenis jasa menjual bangunan untuk usaha industri tersebut pada dasarnya sama seperti pada jenis jasa menyewakan bangunan untuk usaha industri. Perbedaannya pada status kepemilikan. Biasanya, menjual bangunan termasuk dengan tanahnya, atau semacam strata title.

e) Menyewakan lahan untuk persediaan material bahan baku pabrik dan barang produksi jadi (stock yard). Dalam kegiatan operasional sehari-hari, adakalanya investor masih memerlukan lahan tambahan selain lahan yang sudah ada, seperti lahan untuk menyimpan bahan mentah (material industri), juga lahan untuk bahan jadi (hasil produksi) sebelum dikirim ke pemesan (distributor/konsumen). Lahan tersebut biasanya disebut sebagai stock-yard.

B. Menyediakan Prasarana dan Sarana Yang Dibutuhkan Investor.
Untuk menjamin operasional pabrik dapat berjalan dengan lancar serta untuk menciptakan suasana usaha yang aman dan nyaman bagi para investor, kavling-kavling tanah dan bangunan siap pakai yang disediakan di dalam kawasan industri telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana, dan fasilitas lainnya. Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap tersebut, diharapkan semua kebutuhan investor dapat dicukupi, sehingga para investor dapat konsentrasi penuh dalam operasional pabriknya, dan mencari keuntungan yang besar sebagaimana diharapkan pada setiap berinvestasi.

Prasarana dan Sarana penunjang yang wajib dibangun di dalam kawasan industri antara lain diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 50/MPP/Kep/2/1997 pasal 1 angka 9 dan 10, yang meliputi : Prasarana, berupa jaringan jalan, saluran air hujan, instalasi penyediaan air bersih, instalasi/jaringan distribusi dan pembangkit tenaga listrik, jaringan distribusi telekomunikasi, saluran pengumpulan air limbah industri, instalasi pengolahan air limbah, penampungan sementara limbah padat, penerangan jalan, unit pemadam kebakaran, dan pagar kawasan industri. Sedangkan sarana penunjang adalah berupa kantor pengelola, bank, kantor pos, kantor pelayanan telekomunikasi, poliklinik, kantin, sarana ibadah, perumahan karyawan industri dan mess transito, pos keamanan, sarana kesegaran jasmani, halte angkutan umum dan fasilitas penunjang lainnya.

C. Menciptakan Lingkungan Usaha Yang Aman Dari Gangguan
Salah satu faktor yang menjadi keluhan para investor dan menjadi hambatan masuknya inestor investasi di Indonesia adalah faktor keamanan, faktor keamanan dalam hal ini dapat terjadi dari gangguan keamanan dan ketertiban maupun dari faktor sosial. Lingkungan tempat usaha yang aman dan nyaman mutlak diperlukan bagi para pelaku usaha, dengan lingkungan yang kondusif maka kelangsungan operasional usaha/pabrik dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti, sehingga pabrik dapat mengoptimalkan produksinya sehingga keuntungan yang diharapkan dapat diraih.

Kawasan Industri sebagai lokasi tempat usaha telah di disain sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan bagi para investor atas rasa aman dan nyaman dalam berusaha. Keamanan dan kenyamanan di dalam kawasan industri dapat tercipta karena ditunjang oleh beberapa hal seperti adanya sistem keamanan terpadu didalam kawasan industri yang dijaga selama 24 jam yang disediakan oleh pengelola kawasan industri, areal kawasan industri dikelilingi pagar keliling dengan sistem satu pintu masuk dan keluar, dengan sistem tersebut diharapkan kondisi keamanan di dalam kawasan industri dapat terjamin, disamping itu gangguan sosial juga dapat diminimalisasi; sebelum kawasan industri dibangun, perusahaan kawasan industri wajib memiliki izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga dampak sosial atas keberadaan kawasan industri terhadap masyarakat sekitar dapat di kondisikan, dengan demikian gangguan-gangguan sosial yang muncul dapat terhindarkan.

Selain upaya yang telah dilakukan sebagaimana diuraikan diatas, untuk memberikan kenyamanan berusaha di dalam kawasan industri, maka bagi suatu kawasan industri diharuskan untuk menyusun tata tertib kawasan industri, hal ini dapat dimaklumi mengingat di dalam kawasan industri banyak pabrik-pabrik yang berlokasi di sana sehingga memerlukan suatu tata tertib.

Pasal 15 ayat (3) Kepmen perindustrian dan perdagangan RI nomor 50/MPP/Kep/2/1997, tentang pemberian izin usaha Kawasan Industri Dan Izin Perluasan Kawasan Industri, menyatakan bahwa setiap kawasan industri yang telah memiliki izin usaha Kawasan Industri wajib memberlakukan ketentuan Tata Tertib Kawasan Industri yang berada di dalam Kawasan Industrinya. Tata tertib kawasan industri disusun oleh Perusahaan Kawasan Indutri dengan maksud untuk memerinci ketentuan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terkait dalam pengelolaan kawasan industri dan pihak perusahaan industri yang berada didalam kawasan industri.

Tata tertib kawasan industri sekurang-kurangnya berisi informasi
tentang :
a. Ketentuan peraturan perundangan yang perlu ditaati oleh masing-masing pihak;
b. Ketentuan yang berkaitan dengan hasil studi AMDAL kawasan industri terutama ketentuan pengendalian dampak yang harus dilakukan baik oleh perusahaan kawasan industri, perusahaan pengelola kawasan industri maupun oleh masing-masing perusahaan industri;
c. Ketentuan spesifik yang berkaitan dengan rencana perusahaan kawasan industri dengan yang bersangkutan.

Susunan tata tertib kawasan industri harus mencakup hal-hal sebagai berikut:
Pendahuluan, berisi penjelasan tentang kawasan industri, perusahaan kawasan industri dan perusahaan pengelola kawasan industri.
Maksud dan Tujuan, berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan tata tertib kawasan yang mengikat perusahaan kawasan industri, perusahaan pengelola kawasan industri dan perusahaan industri yang berlokasi di dalam kawasan industri sesuai hak dan kewajibannya.
Pengertian, berisi penjelasan tentang istilah yang digunakan di dalam tata tertib kawasan industri seperti hak atas tanah, perizinan-perizinan yang diperlukan, peraturan bangunan, kegiatan pengendalian dampak dan lain-lain.
Jenis Industri yang dapat ditampung di dalam kawasan industri, berisi penjelasan tentang jenis industri yang dapat ditampung dalam kawasan industri, terutama yang terkait dengan daya dukung lingkungan kawasan industri yang bersangkutan. Dalam bab ini juga dijelaskan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing perusahaan industri, sesuai jenis industrinya agar pengalokasian dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia serta program pengendalian dampak di dalam kawasan industri dapat terlaksana sesuai dengan rencana dan ketentuan yang ada.
Prasarana Dan Sarana Penunjang Kawasan Industri, berisi penjelasan tentang prasarana dan sarana penunjang yang sudah/akan disediakan oleh perusahaan kawasan industri termasuk ketentuan tentang kapasitas, jadual pembangunan/penyediaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pola pembiayaannya.
Lingkup Pelayanan Kawasan Industri, berisi penjelasan tentang pelayanan perusahaan kawasan industri atau perusahaan engelola kawasan industri yang ditawarkan kepada perusahaan industri sesuai dengan rencana perusahaan kawasan industri.
Hak dan kewajiban perusahaan industri atau perusahaan pengelola kawasan industri, berisi penjelasan tentang hak dan kewajiban perusahaan industri atau perusahaan pengelola kawasan industri.
Hak dan Kewajiban Perusahaan Industri, berisi penjelasan tentang hak serta kewajiban perusahaan industri.
Peraturan Bangunan, berisi penjelasan tentang ketentuan bangunan industri di dalam kawasan industri sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 66/PRT/1993 tentang Bangunan Industri.
Pengendalian Dampak Lingkungan, berisi penjelasan yang berkaitan dengan program pengendalian dampak sebagi tindak lanjut dari AMDAL kawasan industri.

D. Memberikan Kemudahan Pelayanan dan Perizinan
Kemudahan yang dapat diperoleh bagi perusahaan industri yang berlokasi di dalam kawasan industri antara lain adalah investor akan mendapatkan pelayanan guna memenuhi kebutuhan produksi maupun kebutuhan diluar produksi. Pelayanan tersebut seperti : tersedianya jaringan listrik, air industri, telekomunikasi, pelayanan keamanan, pemeliharaan sarana dan prasarana lingkungan dilakukan oleh pengelola kawasan industri. Disamping itu untuk menanamakan modalnya di dalam kawasan industri, investor akan di fasilitasi dalam pengurusan perizinan oleh pengelola kawasan industri. Beberapa perizinan yang tidak diperlukan lagi bagi investor yang menanamakan modalnya di dalam kawasan industri yaitu bebas dari izin HO, Bebas dari izin Amdal, izin prinsip, izin lokasi.
Facebook Twitter Google+

1 komentar:

FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
-----------------
Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

Tlp : 085364558922
BBM : D04A8185

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top